RADARBANYUWANGI.ID - Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan sejak Selasa (24/3/2026), terutama di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
Puncak kedatangan penumpang tercatat mencapai 53.288 orang dalam satu hari yang mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri.
Menariknya, di tengah lonjakan arus balik menuju Jakarta, sebagian masyarakat justru memilih melakukan perjalanan ke kampung halaman pada periode yang sama.
Keputusan ini didorong oleh berbagai alasan, mulai dari menghindari kemacetan hingga menyesuaikan jadwal libur.
Zulaikha (55), misalnya, memilih berangkat ke Nganjuk, Jawa Timur bersama keluarganya pada hari kelima Lebaran. Ia mengaku pengalaman perjalanan sebelumnya menjadi pertimbangan utama.
“Menghindari macet, tahun kemarin sudah pernah naik travel macet malam Lebaran baru sampai, jadi sekarang naik kereta,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa mendapatkan tiket kereta api di masa Lebaran tetap menjadi tantangan tersendiri. Ia bahkan harus memesan sejak 22 Maret dengan harga yang relatif lebih tinggi.
“Mau beli tanggal 24 nggak dapet, kan banyak juga yang mau beli di arus mudik Lebaran, lebih mahal otomatis,” katanya.
Berbeda dengan Zulaikha, Munjip (35) justru merasa lebih mudah mendapatkan tiket untuk perjalanan ke Cirebon setelah masa cuti bersama. Ia menilai periode ini lebih lengang dan sesuai dengan sisa jatah libur yang dimilikinya.
“Untuk nyari tanggalnya sih nggak susah, cuma untuk jamnya sih yang lebih susah itu,” ungkapnya.
Namun, ia menambahkan bahwa harga tiket kembali ke Jakarta cenderung lebih mahal dibandingkan saat berangkat.
Sementara itu, Nia (38) memilih pulang ke Solo pada waktu yang sama tanpa pertimbangan khusus selain menghadiri acara keluarga. Ia menilai harga tiket masih dalam batas wajar untuk periode Lebaran.
“Biasa sih, kalau Lebaran pulang kampung harganya termasuk standar sih,” katanya.
Berdasarkan data resmi, jumlah penumpang yang berangkat pada hari H Lebaran (21–22 Maret) mencapai 97.297 orang, sedangkan penumpang yang tiba sebanyak 62.254 orang.
Secara kumulatif, sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, total tiket yang terjual di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 839.656.
Pada periode arus balik yang berlangsung 23 Maret hingga 1 April 2026, mayoritas penumpang yang tiba berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Adapun tujuan favorit selama masa angkutan Lebaran meliputi Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, hingga Jember.
Fenomena pergerakan dua arah ini menunjukkan dinamika baru dalam pola perjalanan masyarakat saat Lebaran, di mana waktu keberangkatan kini semakin fleksibel mengikuti kebutuhan dan strategi masing-masing individu.
Editor : Lugas Rumpakaadi