RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat lonjakan jumlah penumpang yang tiba pada masa arus balik Lebaran 2026. Hingga Selasa (24/3/2026) pukul 09.00 WIB, jumlah kedatangan penumpang mencapai 52.926 orang, melampaui angka keberangkatan sebanyak 41.755 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa tren arus balik sudah mulai terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir.
“Kami melihat tren arus balik sudah mulai terjadi dengan jumlah kedatangan yang lebih tinggi dibanding keberangkatan. Puncak arus balik diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” ujar Franoto.
Dua stasiun utama di Jakarta masih menjadi pusat pergerakan penumpang. Volume kedatangan tertinggi tercatat di Stasiun Pasar Senen sebanyak 18.458 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.610 penumpang, serta Stasiun Bekasi dengan 7.708 penumpang.
Untuk keberangkatan, Stasiun Pasar Senen juga mendominasi dengan 17.257 penumpang, sementara Stasiun Gambir mencatat 12.248 penumpang.
Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Selama periode Angkutan Lebaran 11–24 Maret 2026, KAI Daop 1 Jakarta telah melayani 668.360 penumpang berangkat. Tingginya angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan transportasi kereta api selama musim mudik dan balik.
Selain itu, total tiket yang telah terjual hingga 1 April 2026 mencapai 822.237 tiket, dengan tingkat okupansi rata-rata sebesar 76 persen dari kapasitas 1.083.674 tempat duduk.
“Adapun total tiket yang telah terjual atau di pesan hingga 1 April 2026 mencapai 822.237 tiket, dengan tingkat okupansi rata-rata sebesar 76 persen,” jelas Franoto.
Meski terjadi lonjakan penumpang, KAI memastikan ketersediaan tempat duduk masih cukup untuk mengakomodasi masyarakat yang belum melakukan pemesanan tiket.
Tercatat masih tersedia 253.232 tempat duduk untuk periode arus balik hingga 1 April 2026.
Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta atau melakukan perjalanan antar kota dalam beberapa hari ke depan.
Selain kereta jarak jauh, layanan kereta api lokal juga mencatat tingkat okupansi tinggi. KA Pangrango dengan relasi Bogor–Sukabumi mencatat okupansi sebesar 87 persen dengan total 70.337 tiket terjual.
Sementara itu, KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat telah melayani lebih dari 19.955 penumpang hingga 24 Maret 2026.
Tingginya minat terhadap KA lokal menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi dan regional selama periode Lebaran.
Editor : Lugas Rumpakaadi