RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 10 hari, mulai 11 hingga 20 Maret 2026, total sebanyak 84.933 penumpang telah dilayani, dengan 11.244 penumpang di antaranya menjadikan Stasiun Rantauprapat sebagai tujuan akhir perjalanan.
Pelaksana Tugas Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa tingginya angka perjalanan menuju Rantauprapat tidak terlepas dari karakteristik penumpang yang didominasi oleh kalangan perantau dan pelajar.
“Banyak masyarakat Labuhanbatu yang menempuh pendidikan maupun bekerja di Kota Medan. Momen Idul Fitri seperti ini dimanfaatkan untuk pulang kampung. Kereta api menjadi moda pilihan karena letak Stasiun Rantauprapat yang strategis, berada di pusat pemerintahan,” ujar Anwar di Medan, Jumat (20/3/2026).
Selain faktor kedekatan geografis, kemudahan akses transportasi lanjutan dari stasiun turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik. Lokasi Stasiun Rantauprapat yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal dengan berbagai moda transportasi lokal.
Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Rantauprapat melayani empat kedatangan kereta api setiap hari. Layanan tersebut terdiri atas KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif yang seluruhnya berangkat dari Stasiun Medan, dengan total kapasitas mencapai 2.112 tempat duduk per hari.
Anwar menjelaskan bahwa dua jadwal kedatangan KA Sribilah Utama, yakni pukul 14.05 WIB dan 20.50 WIB, menjadi waktu favorit masyarakat. Tingginya minat ini tercermin dari tingkat keterisian yang mencapai kapasitas penuh.
“Pada periode 14–19 Maret, tiket untuk kedua jadwal tersebut terjual 100 persen dari kapasitas masing-masing kereta yang berjumlah 520 kursi. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, selama 22 hari masa angkutan Lebaran, total tiket yang terjual di wilayah Sumatera Utara mencapai 145.232 tiket atau sekitar 60 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre I Sumatera Utara mengambil langkah strategis dengan memperpanjang masa operasional sarana tambahan. KA Sribilah Fakultatif yang semula direncanakan beroperasi hingga 20 Maret, diperpanjang hingga 25 Maret 2026. Kebijakan ini meningkatkan total kapasitas angkut menjadi 241.848 tempat duduk.
“KAI Divre I Sumatera Utara menyadari bahwa mudik merupakan momen penting bagi masyarakat untuk kembali ke keluarga. Oleh karena itu, seluruh petugas kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, memastikan keselamatan perjalanan, serta menghadirkan layanan prima sejak keberangkatan hingga tiba di stasiun tujuan,” kata Anwar.
Meskipun sebagian masyarakat Sumatera Utara telah merayakan Idul Fitri pada Jumat, arus pergerakan penumpang masih terpantau dinamis, menandakan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran tahun ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi