RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan sebanyak 653.888 tiket kereta cepat Whoosh untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026. Layanan ini didukung dengan pengoperasian hingga 62 perjalanan per hari.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan lancar selama masa puncak arus mudik dan balik.
“Per 14 Maret 2026 kemarin, kereta Whoosh sudah ditambah kembali menjadi 62 perjalanan per hari,” ujar Eva.
Masa angkutan Lebaran Whoosh berlangsung selama 18 hari, yakni mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Hingga 16 Maret 2026 pukul 21.00 WIB, KCIC mencatat penjualan tiket telah mencapai sekitar 133 ribu tiket untuk periode tersebut. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring penjualan yang masih berlangsung hingga waktu keberangkatan.
Sebelumnya, jumlah perjalanan Whoosh sempat dikurangi menjadi 42 perjalanan per hari akibat pekerjaan pemindahan kabel saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang melintasi jalur kereta cepat. Namun, menjelang Lebaran, operasional kembali ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
KCIC memproyeksikan jumlah penumpang selama angkutan Lebaran 2026 meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Potensi penumpang harian diperkirakan naik dari sekitar 23 ribu orang pada 2025 menjadi sekitar 25 ribu penumpang per hari pada 2026.
Dengan normalisasi operasional, jadwal keberangkatan Whoosh juga kembali seperti semula. Dari Stasiun Halim, Jakarta, kereta pertama berangkat pukul 06.25 WIB dan terakhir pukul 21.25 WIB. Sementara dari Stasiun Tegalluar Summarecon, perjalanan dimulai pukul 06.05 WIB dan berakhir pukul 21.05 WIB.
Tiket perjalanan untuk periode Lebaran telah tersedia dan dapat dipesan melalui berbagai kanal resmi, termasuk aplikasi Whoosh, situs resmi KCIC, serta platform mitra penjualan.
Editor : Lugas Rumpakaadi