Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tinggal Selangkah Lagi, Kereta Cepat Whoosh Kini Dikelola SDM Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 26 Februari 2026 | 19:15 WIB

Operasional kereta cepat Whoosh kini 80 persen dikelola SDM Indonesia.
Operasional kereta cepat Whoosh kini 80 persen dikelola SDM Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID - Operasional kereta cepat Whoosh memasuki babak baru dalam sejarah perkeretaapian nasional.

Sebanyak 574 personel Indonesia kini telah menyelesaikan proses handover hingga 80 persen dan menjalankan sebagian besar fungsi operasional serta perawatan secara mandiri.

Capaian ini menandai kesiapan nasional dalam mengelola transportasi berkecepatan tinggi secara profesional dan berstandar global.

Peran aktif KAI Group menjadi kunci dalam memastikan proses transfer kompetensi berjalan terarah dan disiplin keselamatan tetap terjaga.

Dalam masa transisi, sebanyak 191 pegawai perbantuan, terdiri atas 154 pegawai KAI Induk dan 37 pegawai KAI Commuter, ditugaskan untuk menjaga kesinambungan standar operasional dan kualitas layanan.

Dari total 574 personel, 144 bertugas pada fungsi operasional, termasuk 66 masinis dan 31 petugas pusat kendali operasi yang mengatur perjalanan secara real time.

Pada sisi perawatan sarana, 80 personel menjaga keandalan rangkaian setiap hari, sementara 350 lainnya memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi.

“Sebanyak 574 SDM Indonesia kini mengelola 80 persen operasional Whoosh. Ini menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin tenaga nasional mampu memenuhi tuntutan layanan kereta cepat dengan standar keselamatan yang tinggi,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Proses transfer knowledge untuk masinis juga berlangsung lebih cepat dari perencanaan.

Jika di Tiongkok membutuhkan hingga tiga tahun, pada pengoperasian Whoosh hanya sekitar 1,5 tahun.

Percepatan ini didukung pengalaman masinis KAI dengan jam terbang minimal 3.000 jam atau setara 100.000 kilometer perjalanan.

“Kami menargetkan pada tahun ini operasional dapat dijalankan sepenuhnya oleh tenaga lokal,” ujar Anne.

Target 100 persen pengelolaan oleh SDM Indonesia menegaskan kemandirian bangsa dalam mengoperasikan kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#indonesia #WHOOSH #sdm #kereta cepat