RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat layanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan.
Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas selama periode Lebaran.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran,” ujarnya.
Penjualan tiket telah dibuka sejak 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Masyarakat dapat memesan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif (250 kursi) dan empat kereta ekonomi kerakyatan (372 kursi).
Rangkaian ini beroperasi pada KA 7039 dan KA 7040 dengan jadwal pagi dan sore hari.
“Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat,” ungkap Franoto.
Setiap unit memiliki 93 kursi dengan formasi 3:2 yang lebih ergonomis dibanding generasi sebelumnya berkapasitas 106 kursi.
Fitur kursi reversible memungkinkan penumpang menyesuaikan arah duduk sesuai laju kereta api, meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Dari sisi harga, kelas ini berada di atas skema PSO dan di bawah Ekonomi Reguler, memberikan alternatif terjangkau dengan fasilitas lebih baik.
“Lebaran menuntut kesiapan menyeluruh. Melalui inovasi pada sarana yang ada, kapasitas bertambah dan kualitas perjalanan meningkat,” pungkas Franoto.
Melalui inovasi ini, KAI memperluas akses transportasi publik berbasis rel sekaligus menjaga keterjangkauan layanan kereta api selama Lebaran 2026.
Editor : Lugas Rumpakaadi