RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat strategi Angkutan Lebaran 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan integrasi antarmoda.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat seiring meningkatnya pergerakan penumpang selama periode mudik Idul Fitri 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kereta api memiliki peran strategis sebagai transportasi massal yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan. M
enurutnya, integrasi ini memungkinkan perjalanan masyarakat berlangsung lebih efisien dan nyaman.
“Penguatan integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam pengelolaan arus perjalanan nasional pada masa libur Lebaran,” ujar Anne, Minggu (8/2/2026).
Konektivitas kereta api dengan KRL, bus, hingga angkutan perkotaan mendukung perjalanan end-to-end dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.
Di kawasan Jabodetabek, stasiun seperti Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara terintegrasi dengan KRL Commuter Line.
Skema ini memberi alternatif bagi pemudik dari wilayah penyangga.
“Skema ini membantu mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan,” kata Anne.
Sementara itu, Stasiun Gambir dan Pasar Senen tetap menjadi simpul utama yang terhubung dengan TransJakarta, taksi, dan kendaraan sewa.
“Integrasi ini memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan tanpa hambatan berarti,” tuturnya.
Penguatan integrasi juga dilakukan di Manggarai, BNI City, dan Dukuh Atas sebagai hub multimoda yang menghubungkan KRL, LRT Jabodebek, kereta bandara, dan TransJakarta.
Konsep serupa diterapkan di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya untuk mendukung pemerataan arus penumpang.
Hingga 6 Februari 2026, pemesanan tiket periode 11–23 Maret 2026 mencapai 568.307 tiket, dengan lonjakan menjelang Hari Raya.
KAI pun mendorong masyarakat memanfaatkan tanggal awal keberangkatan agar perjalanan Lebaran lebih nyaman dan terencana.
Editor : Lugas Rumpakaadi