RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif dalam mendukung mobilitas masyarakat selama libur panjang Isra Miraj 2026.
Sepanjang periode 15–18 Januari 2026, KAI berhasil melayani sebanyak 674.644 pelanggan di berbagai wilayah operasional Jawa dan Sumatera.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi publik yang aman, andal, dan nyaman, khususnya pada momentum libur keagamaan dengan mobilitas yang meningkat signifikan.
Okupansi Melebihi Kapasitas Tempat Duduk
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tingginya mobilitas masyarakat tercermin dari tingkat okupansi penumpang yang mencapai 110,29 persen.
Angka ini melampaui total 611.699 tempat duduk yang disediakan selama periode libur panjang.
Menurut Anne, tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena karakteristik penumpang kereta api yang bersifat dinamis, yakni naik dan turun di stasiun antara.
Kondisi ini sekaligus menegaskan peran strategis kereta api dalam menjaga kelancaran mobilitas nasional.
Operasional Aman di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Di tengah tingginya volume penumpang, KAI tetap memastikan layanan berjalan aman dan terkendali.
Anne menjelaskan bahwa tantangan utama selama libur panjang Isra Miraj 2026 berasal dari cuaca ekstrem yang berdampak pada sejumlah lintas jalur utara Pulau Jawa, seperti curah hujan tinggi dan genangan air.
“Keselamatan perjalanan di jalur utara menjadi fokus utama KAI,” ujar Anne.
Seluruh keputusan operasional, lanjutnya, diambil berdasarkan pemeriksaan teknis langsung di lapangan serta evaluasi berkelanjutan terhadap kondisi prasarana.
Dengan pendekatan tersebut, KAI tetap mampu melayani lebih dari 600 ribu pelanggan meskipun terdapat gangguan di beberapa titik lintasan.
Penyesuaian Pola Operasi Demi Keselamatan
Sebagai langkah mitigasi risiko, KAI menerapkan pengaturan perjalanan secara adaptif selama masa libur panjang.
Penyesuaian tersebut meliputi rekayasa pola operasi hingga pembatalan sejumlah perjalanan kereta api pada lintas tertentu yang terdampak kondisi alam.
Kebijakan ini diambil semata-mata untuk memastikan bahwa setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar memenuhi standar keselamatan, baik bagi pelanggan maupun petugas di lapangan.
Anne menegaskan bahwa penyesuaian operasional tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadapi kondisi force majeure di luar kendali perusahaan.
Relasi dengan Jumlah Penumpang Tertinggi
Selama periode libur panjang Isra Miraj 2026, KAI mencatat sepuluh relasi dengan jumlah pelanggan tertinggi. Relasi Gambir–Yogyakarta menempati posisi teratas dengan 9.243 pelanggan.
Disusul Lempuyangan–Pasarsenen sebanyak 6.301 pelanggan dan Pasarsenen–Lempuyangan dengan 5.895 pelanggan.
Relasi populer lainnya meliputi Gambir–Bandung (5.081), Gambir–Semarang Tawang (4.913), Bandung–Gambir (4.777), Pasarsenen–Yogyakarta (4.200), Bandung–Yogyakarta (4.111), Gambir–Cirebon (4.093), serta Bogor Paledang–Sukabumi (3.756).
Data tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan antarkota, khususnya pada rute-rute utama di Pulau Jawa.
Pemulihan Prasarana dan Apresiasi untuk Pelanggan
Seiring berjalannya masa libur, KAI terus melakukan pemulihan prasarana di jalur utara secara bertahap agar layanan dapat kembali berjalan optimal.
Upaya ini dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan operasional jangka panjang.
KAI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan, pengertian, dan kesabaran selama periode libur panjang Isra Miraj.
Evaluasi layanan serta masukan pelanggan akan terus menjadi dasar bagi KAI dalam memperkuat kualitas layanan kereta api sebagai moda transportasi publik pilihan masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi