Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Transformasi Stasiun Magetan: Gerbang Baru Wisata Sarangan dan Tawangmangu

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 16 November 2025 | 16:38 WIB
Stasiun Magetan jadi gerbang transportasi dan pariwisata Jawa Timur.
Stasiun Magetan jadi gerbang transportasi dan pariwisata Jawa Timur.

RADARBANYUWANGI.ID - Stasiun Magetan (MAG) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan. 

Terletak di Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, stasiun ini menjadi simpul transportasi penting bagi masyarakat. 

Pada masa pembangunannya antara tahun 1883–1884, stasiun ini dikenal sebagai Halte Barat. 

Perubahan nama menjadi Stasiun Magetan pada tahun 2019 dilakukan atas usulan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memperkuat identitas wilayah sekaligus meningkatkan citra daerah di jaringan transportasi nasional.

Sebagai satu-satunya stasiun aktif di Kabupaten Magetan, Stasiun Magetan mencatatkan angka mobilitas yang stabil. 

Setiap hari, rata-rata lebih dari 270 penumpang dilayani, dengan volume bulanan sekitar 8.000 penumpang. 

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa moda kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang mudah diakses, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

Keberadaan layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) turut memberikan dampak positif. 

Dengan rute Adi Soemarmo – Solo Balapan – Madiun/Caruban, layanan ini mampu menarik minat masyarakat hingga mengangkut sekitar 4.700 penumpang per bulan. 

Peningkatan permintaan bahkan memunculkan harapan dari warga agar jadwal KA BIAS ditambah, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang melakukan perjalanan rutin.

Selain KA BIAS, Stasiun Magetan melayani berbagai perjalanan antarkota seperti Brantas, Jayakarta, Madiun Jaya, Singasari, Bangunkarta, Kahuripan, Sri Tanjung, dan Matarmaja. 

Keragaman layanan ini menjadikan Stasiun Magetan akses strategis menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang.

Pada sektor logistik, stasiun ini menjalankan fungsi vital melalui layanan KA ketel BBM Mawalo Tanker Madiun – Rewulu. 

Angkutan ini mendukung rantai pasok energi untuk kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, sehingga memperkuat peran stasiun dalam mendukung aktivitas industri.

Stasiun Magetan juga menjadi pintu masuk wisatawan menuju sejumlah destinasi favorit. 

Telaga Sarangan, ikon pariwisata Kabupaten Magetan yang berada di lereng Gunung Lawu, mudah diakses dari stasiun. 

Telaga ini bukan hanya menawarkan keindahan alam yang sejuk, tetapi juga menyimpan legenda mengenai pasangan Kyai Pasir dan Nyai Pasir yang dipercaya berubah menjadi naga dan membentuk telaga tersebut.

Selain Sarangan, Magetan memiliki Sentra Kerajinan Kulit Jalan Sawo, sebuah pusat industri kulit yang telah berdiri sejak tahun 1830. 

Sentra ini pernah mencapai kejayaan pada 1997 saat krisis moneter, dengan produksi lebih dari 32.000 unit sepatu dan sandal. 

Hingga kini, produk-produk kulit asli seperti sepatu, sabuk, dan sandal tetap menjadi daya tarik wisata belanja.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi regional melalui layanan kereta api. 

Peningkatan kinerja Stasiun Magetan menjadi bukti nyata bahwa konektivitas yang semakin baik memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejalan dengan misi tersebut, KAI Daop 7 Madiun menginisiasi Program Rail Tour Jawa Timur. 

Program ini merupakan paket wisata berbasis kereta api yang menghubungkan wisatawan ke berbagai kota tematik, seperti Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, dan Kota Bumi Bung Karno Blitar. 

Kolaborasi ini mencakup kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata di delapan kabupaten/kota.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Rail Tour Jawa Timur #Stasiun Magetan #Kereta Api #ka bias