RadarBanyuwangi.id - Warga Banyuwangi maupun Malang tentunya sudah tidak asing dengan keberadaan Kereta Api (KA) Tawangalun.
KA yang mengambil nama tokoh raja di wilayah Banyuwangi ini adalah satu-satunya yang melayani lintas Banyuwangi-Malang dan sebaliknya.
Beroperasi sejak tahun 2002, KA Tawangalun merupakan penerus dari KA Rengganis yang melayani rute Banyuwangi-Kediri.
Sejak awal beroperasi, tidak ada KA lain yang melayani lintas Banyuwangi-Malang selain KA Tawangalun.
Seiring berjalannya waktu, permintaan KA Tawangalun terus meningkat, sayangnya itu belum dibarengi supply dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan penambahan armada KA.
Akibatnya, protes dilayangkan oleh pengguna KA melalui media sosial X (dulu Twitter).
Pengguna KA itu meminta adanya tambahan KA selain Tawangalun di lintas Banyuwangi-Malang.
Sebab, dirinya lelah harus berebut tiket dengan pengguna KA lainnya saat harus bepergian di lintas tersebut.
Bahkan, salah satu pengguna KA itu mengaku, tiket KA Tawangalun untuk bulan depan sudah terjual habis.
Sementara itu, Kepala PT KAI Daerah Operasional (Daop) 9 Jember, Buntar Ris Wirawan, bersama jajaran telah bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Kamis (25/1).
Dalam pertemuan itu, Buntar mengatakan untuk relasi baru Banyuwangi-Malang akan menggunakan kereta kelas eksekutif.
Pembukaan rute ini sebagai respon atas tingginya animo penumpang terhadap rute Banyuwangi-Malang.
Selama ini relasi Banyuwangi-Malang dilayani kelas ekonomi menggunakan KA Tawangalun.
Buntar mengatakan, selama ini animo masyarakat atas rute Banyuwangi-Malang sangat tinggi.
Seperti saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) 2024 lalu, tiket untuk relasi ini selalu ludes diserbu penumpang.
Bahkan tiket sudah terjual habis sejak pertengahan Desember 2023 hingga awal Januari 2024.
Hanya saja, hingga saat ini, masih belum ada kabar terbaru dari PT KAI Daop 9 Jember terkait rencana operasional KA baru untuk melayani rute Banyuwangi-Malang PP itu. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi