Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

4 Pesona Alam yang Bisa Dijumpai Saat Berkunjung ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Cek Disini Selengkapnya

Niklaas Andries • Minggu, 21 April 2024 | 06:10 WIB
WAJIB LAMPIRKAN SURAT SEHAT: Pengunjung Ijen menyaksikan keelokan blue fire di dekat kawah. Pengunjung diizinkan naik Ijen asalkan bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.
WAJIB LAMPIRKAN SURAT SEHAT: Pengunjung Ijen menyaksikan keelokan blue fire di dekat kawah. Pengunjung diizinkan naik Ijen asalkan bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.

Radarbanyuwangi.id – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen menjadi magnet bagi wisatawan tidak hanya domestik tetapi juga mancanegara. Mereka yang hobi mendaki gunung, keberadaan tempat ini cocok sebagai penyalur kesenangan untuk bisa bercengkrama dengan alam.

Ini tak terlepas dari pesona dan keindahan Kawan Ijen itu sendiri. Danau kawah Ijen yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen menjadi sajian utamanya. Danau yang memiliki kedalaman lebih kurang 200 meter dan luas hingga 5.466 hektare menjadi ciri khasnya. .

Kawah Ijen sendiri berada diarea perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso dengan ketinggian 2.386 mdpl. Dari Kawah Ijen, pendaki bisa memandang jejeran pemuncak pegunungan lain yang ada disekitarnya seperti Gunung Marapi, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

Selain sajian pesona alamnya yang indah, pengunjung juga, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang unik dan menarik diantaranya :

1. Menyaksikan sunrise

Dari atas pegunungan Ijen, momen momen sunrise bisa disaksikan denganb mata telanjang. Untuk melihat fenomena matahari terbit terbaik, ada pada bulan Agustus.

Saat matahari mulai menampakkan sinarnya, dari sana akan tampak hamparan awan yang seolah menjadi atap bagi kehidupan manusia di bawahnya.

2. Menikmati pesona keindahan Kawah Ijen

Keindahan wisata Kawah Ijen tak hanya berhenti pada saat matahari terbit saja. Selama melewati jalur pendakian, keindahan bunga edelweis dan pohon cemara gunung menjadi penyejuk mata selama perjalanan.  Selain itu ada juga hamparan pohon Manisrejo yang memiliki daun kemerahan yang sangat sedap di pandang.

Hanya saja jaga tangan sampai usil. Jangan sampai sembarangan untuk menyentuh atau bahkan memetik tanaman atau bunga yang ada di selama jalur pendakian.

3. Berfoto dengan latar Kawah Ijen

Saat matahari terbit dan menyinari kawasan Kawah Ijen. Abadikan momen terbaik dengan berswa foto maupun secara video. Kawah Ijen dengan warna hijau kebiruan akan menambah pesona dan kecantikan saat bertemu dengan sinar matahari.

Sebagai pemanis, pemandangan asap belerang yang mengepul semakin menambah keindahan hasil jepretan foto maupun video yang dibuat disana.

4. Fenomena Blue Fire Ijen

Inilah daya tarik utama dari Kawah Ijen. Fenomena alam ini memang paling diincar oleh wisatawan. Fenomena blue fire di Kawah Ijen merupakan kejadian langka.

Fenomena api biru ini sangat langka dan hanya bisa ditemukan di Indonesia dan Islandia. Fenomena ini muncul sebagai reaksi gas yang keluar dari gunung belerang kemudian bercampur dengan oksigen. Hingga kemudian memperlihatkan bentuk seperti lidah api berwarna biru.

Untuk mendapatkan fenomena blue fire terbaik yakni pada bulan Juli hingga September. Untuk bisa melihat blue fire, disarankan berangkat mendaki pukul 01.00 pagi. Selanjutnya untuk menempuh jarak 3 km pendakian akan memakan waktu hingga lebih kurang 2 jam.  (*)

Editor : Niklaas Andries
#sunrise #blue fire #danau kawah ijen #Taman Wisata Alam #TWA #hektare #kabupaten banyuwangi #bondowoso #Mancanegara #kawah ijen #gunung raung #gunung #mdpl #gunung marapi #gunung ijen #domestik