alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Jalur Ijen dan G-Land Mulus sebelum Oktober

BANYUWANGI – Pembangunan infrastruktur di dua destinasi wisata andalan Banyuwangi, yakni Pantai Plengkung alias G-Land dan Gunung Kawah Ijen, tengah dikebut. Bukan hanya membangun dan memperlebar jalan, pemkab di-support pemerintah pusat juga bakal melengkapi sarana dan prasarana penunjang pariwisata, mulai aliran listrik, air, hingga menara operator seluler.

Pembangunan dan penambahan infrastruktur tersebut ditarget tuntas sebelum pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Bali, Oktober mendatang. Sebab, pemerintah RI telah menetapkan Bumi Blambangan sebagai salah daerah penyangga pertemuan yang bakal dihadiri 17 ribu bankir asal seantero penjuru dunia tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Maritim RI Luhut Binsar Panjaitan didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas memantau langsung proses pembangunan infrastruktur di kawasan G-Land dan Gunung Ijen tersebut kemarin (29/7). ”Kita bergerak cepat mempersiapkan Banyuwangi menyambut IMF-WB annual meeting di Bali,” ujarnya saat membuka Banyuwangi Ethno Carnival di kawasan Taman Blambangan.

Baca Juga :  Penumpang Perjalanan Udara Meningkat, Penyedia Kesehatan Diperketat

Luhut mengatakan, pariwisata menjadi salah satu penumpang penerimaan negara selain sektor migas dan kelapa sawit. Karena itulah, infrastruktur menuju dan di area destinasi wisata Banyuwangi dikembangkan. ”Di Alas Purwo, akan dilengkapi listriknya, airnya, dan BTS-nya. Namun, alamnya harus terus dijaga. Karena Alas Purwo merupakan salah satu hutan terbaik di dunia,” kata dia.

Selain itu, Luhut menyatakan pembangunan dan pelebaran jalan menuju Ijen tengah dikerjakan. Pihaknya juga mendorong agar pembangunan kereta gantung di Ijen segera terealisasi.

Luhut mengaku optimistis Banyuwangi ke depan semakin diminati wisatawan mancanegara. Menurut dia, keindahan Gunung Ijen dan G-Land sulit dijumpai di belahan dunia mana pun. ”Saya sudah ke Ijen. Saya sudah ke G-Land. Sulit mencari bandingkan ya di negara lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Anthaboga Glenmore

Selain pembangunan infrastruktur destinasi wisata, kata Luhut, pemerintah RI juga mendukung pembangunan Bandara Banyuwangi. Lapangan parkir (apron) bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu diperluas. Landasan pacu (runway) pesawat juga diper­panjang dari 2.250 meter menjadi 2.700 meter.

Jika pembangunan apron tersebut tuntas, penerbangan reguler Banyu­wangi-Denpasar akan kembali dibuka. ”Masyarakat Banyuwangi harus bersiap. Banyuwangi akan semakin banyak dikunjungi wisatawan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada pemerintah pusat. Pemerintah pusat membantu pembangunan infrastruktur destinasi pariwisata Banyuwangi. ”Pembangunan jalan menuju G-Land dan Ijen tengah berjalan dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Insya Allah sebelum Oktober, Jalan menuju G-Land sudah mulus,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Pembangunan infrastruktur di dua destinasi wisata andalan Banyuwangi, yakni Pantai Plengkung alias G-Land dan Gunung Kawah Ijen, tengah dikebut. Bukan hanya membangun dan memperlebar jalan, pemkab di-support pemerintah pusat juga bakal melengkapi sarana dan prasarana penunjang pariwisata, mulai aliran listrik, air, hingga menara operator seluler.

Pembangunan dan penambahan infrastruktur tersebut ditarget tuntas sebelum pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Bali, Oktober mendatang. Sebab, pemerintah RI telah menetapkan Bumi Blambangan sebagai salah daerah penyangga pertemuan yang bakal dihadiri 17 ribu bankir asal seantero penjuru dunia tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Maritim RI Luhut Binsar Panjaitan didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas memantau langsung proses pembangunan infrastruktur di kawasan G-Land dan Gunung Ijen tersebut kemarin (29/7). ”Kita bergerak cepat mempersiapkan Banyuwangi menyambut IMF-WB annual meeting di Bali,” ujarnya saat membuka Banyuwangi Ethno Carnival di kawasan Taman Blambangan.

Baca Juga :  Anthaboga Glenmore

Luhut mengatakan, pariwisata menjadi salah satu penumpang penerimaan negara selain sektor migas dan kelapa sawit. Karena itulah, infrastruktur menuju dan di area destinasi wisata Banyuwangi dikembangkan. ”Di Alas Purwo, akan dilengkapi listriknya, airnya, dan BTS-nya. Namun, alamnya harus terus dijaga. Karena Alas Purwo merupakan salah satu hutan terbaik di dunia,” kata dia.

Selain itu, Luhut menyatakan pembangunan dan pelebaran jalan menuju Ijen tengah dikerjakan. Pihaknya juga mendorong agar pembangunan kereta gantung di Ijen segera terealisasi.

Luhut mengaku optimistis Banyuwangi ke depan semakin diminati wisatawan mancanegara. Menurut dia, keindahan Gunung Ijen dan G-Land sulit dijumpai di belahan dunia mana pun. ”Saya sudah ke Ijen. Saya sudah ke G-Land. Sulit mencari bandingkan ya di negara lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Puan Maharani Nge-Vlog di Puncak Ijen

Selain pembangunan infrastruktur destinasi wisata, kata Luhut, pemerintah RI juga mendukung pembangunan Bandara Banyuwangi. Lapangan parkir (apron) bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu diperluas. Landasan pacu (runway) pesawat juga diper­panjang dari 2.250 meter menjadi 2.700 meter.

Jika pembangunan apron tersebut tuntas, penerbangan reguler Banyu­wangi-Denpasar akan kembali dibuka. ”Masyarakat Banyuwangi harus bersiap. Banyuwangi akan semakin banyak dikunjungi wisatawan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada pemerintah pusat. Pemerintah pusat membantu pembangunan infrastruktur destinasi pariwisata Banyuwangi. ”Pembangunan jalan menuju G-Land dan Ijen tengah berjalan dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Insya Allah sebelum Oktober, Jalan menuju G-Land sudah mulus,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/