alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Ratusan Campervan dari Jogja sampai Jambi Jelajah Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI – Pesona Banyuwangi dengan keindahan bibir pantai hingga alam pegunungan yang sejuk nan menawan kembali menarik minat Komunitas Camper Van se-Indonesia berkunjung ke kabupaten the Sunrise of Java. Mereka datang untuk menjelajah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, ratusan penghobi campervan berkumpul di Bumi Blambangan dalam event bertajuk ”Banyuwangi Camper Van Nusantara”. Ajang tersebut digeber sejak Kamis (27/5) hingga Minggu (29/5).

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Banyuwangi memiliki pantai, gunung, dan persawahan luas yang sangat cocok bagi para campers (sebutan penghobi campervan). Hutan di Banyuwangi juga masih terjaga dan menyimpan oksigen yang berlimpah. ”Tentu, ini jadi daya tarik tersendiri,” ujarnya saat membuka event tersebut di destinasi Grand Watudodol (GWD), Kamis sore (26/5).

Bukan hanya menawarkan ragam daya tarik Banyuwangi, Bupati Ipuk juga menjadikan ajang ini untuk memeriahkan perhelatan World Surf League (WSL) Championship Tour yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land). ”Setelah mengikuti rangkaian acara Camper Van ini, bisa sekalian menyaksikan keseruan WSL di Alas Purwo yang eksotik,” ajaknya.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Camper Van Banyuwangi Adi Hartono menyebutkan, kegiatan ini menyedot peserta dari berbagai kota di Indonesia. Tidak kurang dari 500 orang dengan 130 campervan ikut ambil bagian pada event tersebut. Mereka berasal dari Jogjakarta, Semarang, Kediri, Surabaya, Bali, dan Jambi. ”Pada hari pertama kami menginap di GWD. Di sini, para peserta bisa menikmati pantai atau menyeberang ke Pulau Tabuhan atau Menjangan. Bisa snorkeling atau main kano,” kata dia.

MERIAHKAN WSL: Bupati Ipuk Fiestiandani membuka Banyuwangi Camper Van Nusantara di destinasi wisata Grand Watudodol (GWD), Kamis sore (26/5). (Dini Rahmawati for Radar Banyuwangi)

Pada hari berikutnya, para campers akan bergeser ke kaki Gunung Raung. Mampir di Pinus Camp dan Camping Ground Telunjuk Raung di Songgon. Kesejukan alam pegunungan, air terjun, hingga sungai yang jernih menjadi suguhan utamanya. ”Setelah dari sini, para peserta bisa mengeksplorasi lebih jauh keindahan Banyuwangi. Bisa juga hadir ke Alas Purwo untuk menyaksikan WSL,” ujar Adi.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda menambahkan, ada beragam hiburan yang memeriahkan ajang Camper Van tersebut. ”Selain menikmati alam bebas, peserta juga disuguhi beragam atraksi menarik di berbagai lokasi yang dikunjungi. Misalnya, tarian tradisional, live music, hingga game seru,” ungkapnya.

Suguhan alam dan hiburan tradisional membuat peserta semakin antusias. Seperti halnya yang diakui oleh salah satu peserta asal Jogjakarta, Arief Budiman. ”Ini pertama kali saya nge-camp di luar provinsi. Senang sekali, apalagi di Banyuwangi bertepatan ada ajang selancar dunia. Pas banget. Penasaran dengan ombaknya Pantai G-Land,” tuturnya.

Komunitas Camper Van mulai tumbuh pesat di Indonesia. Komunitas ini memilih untuk menikmati waktu liburnya di alam terbuka, sembari tinggal di kendaraannya yang telah dimodifikasi selayaknya tempat hunian. Ada dapur, tempat tidur, kamar mandi, bahkan ruang makan. (sgt/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Pesona Banyuwangi dengan keindahan bibir pantai hingga alam pegunungan yang sejuk nan menawan kembali menarik minat Komunitas Camper Van se-Indonesia berkunjung ke kabupaten the Sunrise of Java. Mereka datang untuk menjelajah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, ratusan penghobi campervan berkumpul di Bumi Blambangan dalam event bertajuk ”Banyuwangi Camper Van Nusantara”. Ajang tersebut digeber sejak Kamis (27/5) hingga Minggu (29/5).

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Banyuwangi memiliki pantai, gunung, dan persawahan luas yang sangat cocok bagi para campers (sebutan penghobi campervan). Hutan di Banyuwangi juga masih terjaga dan menyimpan oksigen yang berlimpah. ”Tentu, ini jadi daya tarik tersendiri,” ujarnya saat membuka event tersebut di destinasi Grand Watudodol (GWD), Kamis sore (26/5).

Bukan hanya menawarkan ragam daya tarik Banyuwangi, Bupati Ipuk juga menjadikan ajang ini untuk memeriahkan perhelatan World Surf League (WSL) Championship Tour yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land). ”Setelah mengikuti rangkaian acara Camper Van ini, bisa sekalian menyaksikan keseruan WSL di Alas Purwo yang eksotik,” ajaknya.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Camper Van Banyuwangi Adi Hartono menyebutkan, kegiatan ini menyedot peserta dari berbagai kota di Indonesia. Tidak kurang dari 500 orang dengan 130 campervan ikut ambil bagian pada event tersebut. Mereka berasal dari Jogjakarta, Semarang, Kediri, Surabaya, Bali, dan Jambi. ”Pada hari pertama kami menginap di GWD. Di sini, para peserta bisa menikmati pantai atau menyeberang ke Pulau Tabuhan atau Menjangan. Bisa snorkeling atau main kano,” kata dia.

MERIAHKAN WSL: Bupati Ipuk Fiestiandani membuka Banyuwangi Camper Van Nusantara di destinasi wisata Grand Watudodol (GWD), Kamis sore (26/5). (Dini Rahmawati for Radar Banyuwangi)

Pada hari berikutnya, para campers akan bergeser ke kaki Gunung Raung. Mampir di Pinus Camp dan Camping Ground Telunjuk Raung di Songgon. Kesejukan alam pegunungan, air terjun, hingga sungai yang jernih menjadi suguhan utamanya. ”Setelah dari sini, para peserta bisa mengeksplorasi lebih jauh keindahan Banyuwangi. Bisa juga hadir ke Alas Purwo untuk menyaksikan WSL,” ujar Adi.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda menambahkan, ada beragam hiburan yang memeriahkan ajang Camper Van tersebut. ”Selain menikmati alam bebas, peserta juga disuguhi beragam atraksi menarik di berbagai lokasi yang dikunjungi. Misalnya, tarian tradisional, live music, hingga game seru,” ungkapnya.

Suguhan alam dan hiburan tradisional membuat peserta semakin antusias. Seperti halnya yang diakui oleh salah satu peserta asal Jogjakarta, Arief Budiman. ”Ini pertama kali saya nge-camp di luar provinsi. Senang sekali, apalagi di Banyuwangi bertepatan ada ajang selancar dunia. Pas banget. Penasaran dengan ombaknya Pantai G-Land,” tuturnya.

Komunitas Camper Van mulai tumbuh pesat di Indonesia. Komunitas ini memilih untuk menikmati waktu liburnya di alam terbuka, sembari tinggal di kendaraannya yang telah dimodifikasi selayaknya tempat hunian. Ada dapur, tempat tidur, kamar mandi, bahkan ruang makan. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/