
RADAR BANYUWANGI - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.
Pembaruan ini mencakup berbagai aspek operasional, mulai dari peningkatan kecepatan perjalanan, penambahan armada kereta, hingga perubahan nama stasiun.
Salah satu fokus utama Gapeka 2026 adalah efisiensi waktu tempuh di Daop 9 Jember.
Kecepatan kereta api ditingkatkan pada beberapa segmen, seperti Kalisat-Jember menjadi 90 km/jam, serta Tanggul-Jatiroto dan Pasuruan-Bangil yang masing-masing mencapai 110 km/jam.
Peningkatan kecepatan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh antara 1 hingga 5 menit.
Selain efisiensi, DJKA melakukan penyesuaian layanan, termasuk perubahan nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang sesuai permintaan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
Sejumlah kereta juga mengalami penambahan stasiun pemberhentian, seperti KA Gajayana yang kini berhenti di Malang Kotalama dan KA Brawijaya di Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, hingga Madiun.
Dari sisi keselamatan, Gapeka 2026 kini mengintegrasikan recovery and buffer time pada operasional kereta api.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan perjalanan secara preventif, baik di lintas jalur maupun pada titik perlintasan sebidang.
Perubahan juga menyasar daftar penamaan kereta api, seperti KA Sembrani yang berubah menjadi KA Anggrek dan KA Argo Semeru menjadi KA Bima.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





