Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Abdul Kadir Sambangi KBRI Tashkent, Bawa Vandel Radar Banyuwangi

Syaifuddin Mahmud
Penulis: Syaifuddin Mahmud❯

Advertisement

Advertisement

Advertisement

SIMBOL SILATURAHMI: Kadir (kiri) menyerahkan vandel resmi Jawa Pos Radar Banyuwangi kepada Staf Bagian Protokol dan Konsuler KBRI Tashkent, Muhammad Adam di halaman depan kantor KBRI Tashkent, Uzbekistan, Kamis (22/10). (Abdul Kadir for Radar Banyuwangi)
SIMBOL SILATURAHMI: Kadir (kiri) menyerahkan vandel resmi Jawa Pos Radar Banyuwangi kepada Staf Bagian Protokol dan Konsuler KBRI Tashkent, Muhammad Adam di halaman depan kantor KBRI Tashkent, Uzbekistan, Kamis (22/10). (Abdul Kadir for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Abdul Kadir tak ingin berlama-lama di Uzbekistan. Setelah motornya lolos pemeriksaan ketat di Bandara Internasional Tashkent, penjelajah dunia asal Banyuwangi itu langsung menyambangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent untuk berpamitan sebelum melanjutkan turing menuju Tajikistan, 22 Oktober 2026. Ia sekaligus menyerahkan vandel Jawa Pos Radar Banyuwangi sebagai simbol silaturahmi dan dukungan media lokal terhadap ekspedisi motor keliling dunianya.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah perjalanan lintas negara yang menuntut kesiapan fisik, kendaraan, dan administrasi, komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan dan memastikan keberadaan warga negara Indonesia (WNI) terpantau selama berada di luar negeri.

Kadir tiba di KBRI Tashkent setelah menuntaskan urusan pengambilan sepeda motor yang dikirim dari Turki. Ia didampingi dua rekannya, Hari Cahyo dan Bintoro. Rombongan disambut Muhammad Adam, staf bagian protokol dan konsuler KBRI Tashkent.

Motor Baru Keluar Bandara Pukul 13.00, Kadir Berpacu dengan Waktu

Perjalanan Kadir di Asia Tengah diawali dengan urusan administrasi yang menyita waktu. Sejak pukul 08.00 waktu setempat, otoritas Bandara Internasional Tashkent bersama Turkish Airlines memeriksa kelengkapan dokumen sepeda motor dan barang bawaan yang dikirim dari Turki.

Pemeriksaan mencakup pencocokan nomor rangka, nomor mesin, hingga manifes barang bawaan. Setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap, motor yang akan digunakan untuk melanjutkan ekspedisi itu baru diizinkan keluar dari bandara sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Situasi tersebut membuat Kadir harus bergerak cepat. Otoritas bandara memberikan batas waktu 24 jam setelah proses pencairan motor agar kendaraan segera dikeluarkan dari area penyimpanan.

“Saya harus cepat-cepat meninggalkan Uzbekistan untuk melanjutkan turing. Semua persiapan sudah lengkap, termasuk sepeda motor yang baru tiba di Bandara Tashkent,” kata Kadir saat dihubungi, Rabu (22/10).

Setelah motor berhasil dibawa keluar, Kadir dan rombongan tak menyia-nyiakan waktu. Mereka langsung menuju KBRI Tashkent untuk berpamitan sekaligus berkoordinasi mengenai perjalanan selanjutnya.

KBRI Tashkent Siap Pantau Perjalanan Rider Banyuwangi

KBRI Tashkent menyambut positif misi perjalanan Kadir yang membawa nama Indonesia melintasi jalur darat antarnegara. Perwakilan diplomatik Indonesia itu juga mengingatkan pentingnya melapor kepada kedutaan ketika memasuki negara baru.

Muhammad Adam mengatakan, pelaporan tersebut diperlukan agar data WNI yang berada di wilayah kerja perwakilan Indonesia tetap mutakhir. Langkah itu sekaligus membantu komunikasi apabila warga negara Indonesia membutuhkan informasi atau bantuan selama perjalanan.

“Kami dari KBRI siap mendukung penuh. Kami menyarankan agar setiap masuk ke wilayah atau negara baru, selalu melapor ke kedutaan setempat agar data WNI selalu ter-update,” ungkap Adam saat diwawancarai Radar Banyuwangi melalui sambungan telepon, Rabu (22/10).

Adam menjelaskan, Kadir dapat berkoordinasi dengan KBRI Tashkent untuk wilayah Uzbekistan dan Kirgistan. Sementara itu, untuk Kazakhstan, pelaporan dapat dilakukan melalui KBRI Astana.

Bagi Kadir, koordinasi tersebut menjadi bekal penting sebelum menempuh perjalanan berikutnya. Sebagai pengendara yang melintasi sejumlah negara, ia tidak hanya perlu memastikan kondisi kendaraan tetap prima, tetapi juga memahami prosedur perjalanan dan jalur komunikasi dengan perwakilan Indonesia.

Waspadai Musim Dingin, Keselamatan Jadi Prioritas

Selain urusan administrasi, kondisi cuaca menjadi perhatian dalam perjalanan Kadir berikutnya. Adam mengimbau sang penjelajah untuk terus memantau aplikasi Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Meski wilayah Uzbekistan dan sekitarnya disebut berada dalam zona hijau berdasarkan informasi yang disampaikan KBRI, perubahan musim tetap perlu diantisipasi. Jalur perjalanan di Asia Tengah mulai memasuki musim gugur dan bersiap menghadapi musim dingin.

Perubahan suhu dan kondisi jalan dapat menambah tantangan bagi pengendara motor jarak jauh. Karena itu, kesiapan fisik, kondisi kendaraan, perlengkapan berkendara, serta pemantauan informasi perjalanan perlu menjadi perhatian sebelum melanjutkan ekspedisi.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan keliling dunia bukan semata-mata soal menaklukkan jarak. Ketepatan mengambil keputusan, kedisiplinan administrasi, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi di setiap negara juga menentukan kelancaran perjalanan.

Vandel Radar Banyuwangi Akan Diserahkan kepada Dubes RI

Dalam kunjungan itu, Kadir juga menitipkan vandel resmi Jawa Pos Radar Banyuwangi kepada KBRI Tashkent. Vandel tersebut menjadi simbol silaturahmi sekaligus representasi dukungan media asal daerah terhadap perjalanan lintas negara yang dijalani putra Banyuwangi tersebut.

Adam memastikan amanat itu akan diteruskan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA. Saat kunjungan berlangsung, Siti Ruhaini diketahui sedang berada di Jakarta untuk menghadiri konferensi.

Penyerahan vandel tersebut menjadi bagian dari rangkaian ekspedisi Abdul Kadir Bersama Radar Banyuwangi Keliling Dunia. Perjalanan ini tidak hanya menghubungkan satu negara dengan negara lain, tetapi juga membawa cerita tentang Banyuwangi, dukungan masyarakat daerah, dan upaya menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Tinggalkan Tashkent, Abdul Kadir Bersiap Menuju Tajikistan

Setelah berpamitan dengan pihak KBRI, Kadir kembali memusatkan perhatian pada perjalanan berikutnya. Waktu menjadi pertimbangan penting karena ia harus segera melanjutkan perjalanan setelah motor berhasil dikeluarkan dari bandara.

Persiapan akhir dilakukan sebelum rombongan meninggalkan Tashkent. Kadir tinggal menunggu Bintoro menyelesaikan pemasangan perlengkapan pada motor.

“Hari ini langsung berangkat! Ini tinggal menunggu Pak Bintoro memasang perlengkapan, setelah itu kami langsung jalan,” pungkas Kadir penuh semangat.

Dari Tashkent, rombongan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Tajikistan. Setelah urusan administrasi motor tuntas dan koordinasi dengan KBRI dilakukan, ekspedisi kembali bergerak ke etape berikutnya.

Bagi Abdul Kadir, setiap perbatasan menghadirkan tantangan baru. Namun, dengan persiapan kendaraan, kepatuhan terhadap prosedur lintas negara, dan komunikasi dengan perwakilan Indonesia, perjalanan dari Banyuwangi menuju dunia terus berlanjut. (aif)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rider Abdul Kadir Bertemu Biker Jerman di Uzbekistan, Sepakat Tembus Afghanistan Bareng

Rider Abdul Kadir Bertemu Biker Jerman di Uzbekistan, Sepakat Tembus Afghanistan Bareng

Abdul Kadir bertemu rider Jerman di Uzbekistan dan sepakat menuju Afghanistan bersama. GPS satelit disiapkan untuk mendukung navigasi ekspedisi.

Abdul Kadir Tuntaskan Pemetaan Jalur Uzbekistan–Tajikistan, Siap Lanjut Turing Dunia

Abdul Kadir Tuntaskan Pemetaan Jalur Uzbekistan–Tajikistan, Siap Lanjut Turing Dunia

Abdul Kadir menuntaskan orientasi jalur Uzbekistan dan Tajikistan sebelum pulang ke Banyuwangi dan melanjutkan ekspedisi keliling dunia pada 18 Oktober.

Ziarah ke Makam Imam Bukhari, Abdul Kadir Temukan Jejak Bung Karno

Ziarah ke Makam Imam Bukhari, Abdul Kadir Temukan Jejak Bung Karno

Abdul Kadir ziarah Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Rider asal Banyuwangi itu juga menelusuri jejak sejarah Bung Karno di Asia Tengah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer