Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kereta Api Indonesia Unggul Ketepatan Waktu, Ini Perbedaannya dengan Sistem di Jerman

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau penumpang kereta berangkat lebih awal. (KAI)
Layanan kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi antarkota, dengan ketepatan waktu dan kepastian perjalanan menjadi bagian penting dalam pengalaman penumpang. (KAI)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat Banyuwangi untuk menunjang mobilitas antarkota.

Selain menawarkan perjalanan yang relatif nyaman, kepastian waktu keberangkatan dan kedatangan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi penumpang dalam menentukan moda transportasi.

Dalam perbandingan sistem perkeretaapian Indonesia dan Jerman, anggapan bahwa negara dengan budaya ketepatan waktu yang kuat selalu memiliki layanan kereta paling tepat waktu ternyata tidak sepenuhnya berlaku.

Advertisement

Data operasional yang disajikan menunjukkan adanya perbedaan cukup mencolok dalam kinerja ketepatan waktu kedua negara.

Deutsche Bahn mencatat tingkat ketepatan waktu kereta antarkota di Jerman pada 2024 sebesar 62,5 persen.

Artinya, lebih dari sepertiga perjalanan kereta antarkota mengalami keterlambatan.

Advertisement

Sementara itu, data PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2026 menunjukkan tingkat ketepatan waktu yang berada di atas 95 persen.

Ketepatan keberangkatan tercatat mencapai 99,69 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan berada pada angka 97,67 persen.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan layanan perkeretaapian tidak semata-mata ditentukan oleh citra suatu negara, tetapi juga oleh tata kelola operasional, sistem pelayanan, serta teknologi yang digunakan untuk mengatur perjalanan penumpang.

Dari sisi layanan, jaringan kereta Jerman memiliki sejumlah kategori armada.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mulai Juli 2026, KAI Gunakan B50 untuk Lokomotif dan Kereta Pembangkit

Mulai Juli 2026, KAI Gunakan B50 untuk Lokomotif dan Kereta Pembangkit

KAI menerapkan biodiesel B50 pada lokomotif dan kereta pembangkit mulai 1 Juli 2026. Langkah ini diproyeksikan menambah pemanfaatan biodiesel 4 juta liter dan menekan emisi sekitar 9 ribu ton CO₂e selama 55 hari.

Libur Maulid Nabi Dorong Mobilitas Kereta Api, 200.471 Pelanggan Dilayani KAI Daop 8 Surabaya

Libur Maulid Nabi Dorong Mobilitas Kereta Api, 200.471 Pelanggan Dilayani KAI Daop 8 Surabaya

Libur Maulid Nabi Muhammad SAW mendorong mobilitas kereta api. KAI Daop 8 Surabaya mencatat 200.471 pelanggan pada 21–25 Agustus 2026, termasuk 3.220 pelanggan KA Probowangi menuju dan dari Banyuwangi di berbagai daerah.

Daop 4 Semarang Catat 216.158 Pelanggan Kereta Api, Jakarta Dominasi Tujuan Perjalanan

Daop 4 Semarang Catat 216.158 Pelanggan Kereta Api, Jakarta Dominasi Tujuan Perjalanan

KAI Daop 4 Semarang mencatat 216.158 pelanggan selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, 21–25 Agustus 2026. Jakarta menjadi tujuan favorit dengan 24.368 pelanggan, disusul Surabaya dan kota-kota lain di Pulau Jawa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer