alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dorong Minat Masyarakat Berwisata, Vaksinasi Digelar di Tempat Wisata

RadarBanyuwangi.id – Minat vaksinasi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Wongsorejo masuk kategori rendah. Untuk mendorong minat masyarakat, kemarin (23/8) Puskesmas Wongsorejo bersama Pokdarwis Grand Watudodol (GWD) menggelar vaksinasi dengan konsep berwisata di kawasan Grand Watudodol.

Vaksinasi dengan kuota 200 orang ini pun laris diserbu warga yang sebagian besar merupakan masyarakat Wongsorejo. Termasuk para pengelola wisata yang bekerja di sekitar GWD. Yang menjadi pembeda, vaksinasi tak hanya digelar di tempat tertutup atau di fasilitas kesehatan. Masyarakat diberi kesempatan divaksin di sekitar GWD dengan pemandangan pantai.  Sembari menanti giliran vaksin dan observasi, peserta vaksin bisa duduk-duduk di tepian pantai sambil menikmati alam.

”Kita akui minat masyarakat Wongsorejo untuk vaksin bisa dibilang sulit. Ada satu saja kasus KIPI yang muncul langsung digunakan sebagai acuan, sehingga banyak yang takut divaksin,” kata Kepala Puskesmas Wongsorejo Muhamad Shadiq.

Padahal, imbuh Shadiq, puskesmas menyediakan vaksinasi secara rutin untuk masyarakat. Warga hanya cukup membawa KTP untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap satu atau dua. Namun, jumlah warga yang mengikuti vaksinasi tetap minim.

Untuk menjaring animo masyarakat, Shadiq mengajak Pokdarwis GWD untuk bekerja sama. Kebetulan, kelompok ini juga menjadi salah satu kelompok yang susah untuk diajak melakukan vaksinasi.

Selain itu, vaksinasi di tempat wisata diharapkan dapat membuat masayrakat lebih rileks. Sehingga mereka tak lagi takut divaksin. ”Dari 65.640 warga Kecamatan Wongsorejo, baru 10.992 yang tervaksin dosis pertama dan 1.126 yang tervaksin dosis kedua. Kita akui memang agak sulit, tapi ini menjadi salah satu cara untuk mendorong vaksinasi,” kata Shadiq.

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari GWD Abdul Aziz  mengatakan, dirinya dulu termasuk salah satu yang menolak vaksinasi. Namun, setelah sadar pentingnya vaksinasi, akhirnya Aziz pun ikut divaksin kemarin. Langkah itu pun diikuti oleh para pengurus dan anggota pokdarwis lainnya.

Jika sudah banyak anggota Pokdarwis yang mengikuti vaksinasi, Aziz berharap nantinya hal itu bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengizinkan pembukaan tempat wisata, salah satunya GWD.

Selain para pedagang dan pengelola merasa aman karena sudah divaksin, pengunjung menurutnya juga bisa merasa tenang karena semua orang yang ada di tempat wisata sudah terlindungi dengan vaksinasi. ”Ada 65-an orang pelaku wisata yang tadi akhirnya ikut vaksin. Kita ingin setelah ini imunitas kita menguat dan tempat wisata bisa segera dibuka,” jelasnya.

Humas BPPP Bangsring Fariana menambahkan, saat ini proteksi kesehatan menjadi prioritas utama bagi semua orang. Termasuk para pelaku wisata, nelayan, dan pembudidaya perikanan. Karena itu, melalui vaksinasi dengan tema wisata ini, dia berharap masyarakat tidak lagi takut disuntik vaksin. ”Semua orang saat ini wajib divaksin, semoga semua masyarakat mau memanfaatkan ini,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Minat vaksinasi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Wongsorejo masuk kategori rendah. Untuk mendorong minat masyarakat, kemarin (23/8) Puskesmas Wongsorejo bersama Pokdarwis Grand Watudodol (GWD) menggelar vaksinasi dengan konsep berwisata di kawasan Grand Watudodol.

Vaksinasi dengan kuota 200 orang ini pun laris diserbu warga yang sebagian besar merupakan masyarakat Wongsorejo. Termasuk para pengelola wisata yang bekerja di sekitar GWD. Yang menjadi pembeda, vaksinasi tak hanya digelar di tempat tertutup atau di fasilitas kesehatan. Masyarakat diberi kesempatan divaksin di sekitar GWD dengan pemandangan pantai.  Sembari menanti giliran vaksin dan observasi, peserta vaksin bisa duduk-duduk di tepian pantai sambil menikmati alam.

”Kita akui minat masyarakat Wongsorejo untuk vaksin bisa dibilang sulit. Ada satu saja kasus KIPI yang muncul langsung digunakan sebagai acuan, sehingga banyak yang takut divaksin,” kata Kepala Puskesmas Wongsorejo Muhamad Shadiq.

Padahal, imbuh Shadiq, puskesmas menyediakan vaksinasi secara rutin untuk masyarakat. Warga hanya cukup membawa KTP untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap satu atau dua. Namun, jumlah warga yang mengikuti vaksinasi tetap minim.

Untuk menjaring animo masyarakat, Shadiq mengajak Pokdarwis GWD untuk bekerja sama. Kebetulan, kelompok ini juga menjadi salah satu kelompok yang susah untuk diajak melakukan vaksinasi.

Selain itu, vaksinasi di tempat wisata diharapkan dapat membuat masayrakat lebih rileks. Sehingga mereka tak lagi takut divaksin. ”Dari 65.640 warga Kecamatan Wongsorejo, baru 10.992 yang tervaksin dosis pertama dan 1.126 yang tervaksin dosis kedua. Kita akui memang agak sulit, tapi ini menjadi salah satu cara untuk mendorong vaksinasi,” kata Shadiq.

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari GWD Abdul Aziz  mengatakan, dirinya dulu termasuk salah satu yang menolak vaksinasi. Namun, setelah sadar pentingnya vaksinasi, akhirnya Aziz pun ikut divaksin kemarin. Langkah itu pun diikuti oleh para pengurus dan anggota pokdarwis lainnya.

Jika sudah banyak anggota Pokdarwis yang mengikuti vaksinasi, Aziz berharap nantinya hal itu bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengizinkan pembukaan tempat wisata, salah satunya GWD.

Selain para pedagang dan pengelola merasa aman karena sudah divaksin, pengunjung menurutnya juga bisa merasa tenang karena semua orang yang ada di tempat wisata sudah terlindungi dengan vaksinasi. ”Ada 65-an orang pelaku wisata yang tadi akhirnya ikut vaksin. Kita ingin setelah ini imunitas kita menguat dan tempat wisata bisa segera dibuka,” jelasnya.

Humas BPPP Bangsring Fariana menambahkan, saat ini proteksi kesehatan menjadi prioritas utama bagi semua orang. Termasuk para pelaku wisata, nelayan, dan pembudidaya perikanan. Karena itu, melalui vaksinasi dengan tema wisata ini, dia berharap masyarakat tidak lagi takut disuntik vaksin. ”Semua orang saat ini wajib divaksin, semoga semua masyarakat mau memanfaatkan ini,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/