alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Jumatan di Masjidilharam dan Masjid Nabawi

NIKMAT sekali. Begitu suasana hati saya. Berada di Haramain (dua kota suci: Makkah dan Madinah) selama delapan hari dua kali jumatan di masjid agung bagi muslimin sedunia.

Saya dan rombongan PT Panji Mas Wisata (PMW) kebetulan tiba di Makkah, pada Jumat malam, pekan lalu. Siangnya langsung ikut salat Jumat di Masjidilharam. Senang sekali. Hati sangat gembira. Siapa tidak senang. Salat Jumat saya kali ini berpahala 100.000 kali dari pahala salat di masjid lainnya. Belum ditambah dengan salat fardu berjamaah di Masjidilharam. Selama empat hari. Belum ditambah juga salat sunah lainnya. Maaf, saya tidak sempat menghitung berapa banyak rakaat salat sunah yang saya laksanakan.

Kemarin, saya kembali salat Jumat di masjid yang berlimpah pahala. Yakni di Masjid Nabawi. Seperti disampaikan para kiai, pahala salat di Masjid Nabawi sebanyak 1.000 kali dibanding salat masjid lainnya. Itu yang membuat hati saya sungguh sangat gembira.

Baca Juga :  Wow, Dalam Sehari Penambang Ini Bisa Mengangkut 200 Kg Belerang

Belum lagi ditambah pahala salat lima waktu selama enam hari di Madinah. Ditambah juga salat-salat sunah yang lain. Alhamdulillah, setiap pukul 02.00 selama di Madinah saya bisa tahajud dan salat hajat di raudah. Raudatul jannah. Antara makam nabi dan mihrab Nabi Muhammad saat mengimami salat.

Saya sengaja memilih pukul 02.00. Karena saat itulah waktu yang paling tepat. Belum begitu membeludak jamaah yang hendak ke Raudah. Selain itu, pembatas bagian belakang berupa kain vinil putih belum dipasang.

Jadi saya dan jamaah lainnya bisa masuk lewat situ. Meski harus sabar. Dan banyak baca selawat. Sebab, harus menunggu kesempatan bisa maju ke saf depan. Menunggu giliran jamaah yang sudah di dalam raudah keluar. Tapi antreannya tidak selama ketika masuk ke Raudah lewat jalan semestinya. Yakni lewat kanan Raudah. Yang disekat menjadi beberapa pembatas. Khusus jalan dari belakang Raudah baru ditutup setelah salat Subuh.

Baca Juga :  Nelayan Blimbingsari Kembangkan Wisata Rumah Apung

Salat Jumat di Masjid Nabawi saat umrah, rasanya sama dengan saat musim haji. Jamaahnya sama banyaknya. Sama membeludaknya. Untuk bisa keluar dari dalam masjid dan benar-benar berada di luar pagar masjid butuh waktu minimal setengah jam. Untuk jalan saja sulit. Saking membeludaknya jamaah. Bukan hanya jamaah umrah dari seluruh dunia. Tapi warga kota Madinah juga jumatan di Masjid Nabawi.

Sulit menghitung angka persisnya. Berapa total jamaah salat Jumat di Masjid Nabawi. Ratusan ribu atau mungkin sejuta. Yang pasti semua orang akan menolak untuk menghitungnya. Apalagi pakai cara manual. Kalau pembaca mau, monggo datang dan jumatan di Masjid Nabawi.

NIKMAT sekali. Begitu suasana hati saya. Berada di Haramain (dua kota suci: Makkah dan Madinah) selama delapan hari dua kali jumatan di masjid agung bagi muslimin sedunia.

Saya dan rombongan PT Panji Mas Wisata (PMW) kebetulan tiba di Makkah, pada Jumat malam, pekan lalu. Siangnya langsung ikut salat Jumat di Masjidilharam. Senang sekali. Hati sangat gembira. Siapa tidak senang. Salat Jumat saya kali ini berpahala 100.000 kali dari pahala salat di masjid lainnya. Belum ditambah dengan salat fardu berjamaah di Masjidilharam. Selama empat hari. Belum ditambah juga salat sunah lainnya. Maaf, saya tidak sempat menghitung berapa banyak rakaat salat sunah yang saya laksanakan.

Kemarin, saya kembali salat Jumat di masjid yang berlimpah pahala. Yakni di Masjid Nabawi. Seperti disampaikan para kiai, pahala salat di Masjid Nabawi sebanyak 1.000 kali dibanding salat masjid lainnya. Itu yang membuat hati saya sungguh sangat gembira.

Baca Juga :  Masuk 17 Lokasi Ekosistem Esensial di Indonesia

Belum lagi ditambah pahala salat lima waktu selama enam hari di Madinah. Ditambah juga salat-salat sunah yang lain. Alhamdulillah, setiap pukul 02.00 selama di Madinah saya bisa tahajud dan salat hajat di raudah. Raudatul jannah. Antara makam nabi dan mihrab Nabi Muhammad saat mengimami salat.

Saya sengaja memilih pukul 02.00. Karena saat itulah waktu yang paling tepat. Belum begitu membeludak jamaah yang hendak ke Raudah. Selain itu, pembatas bagian belakang berupa kain vinil putih belum dipasang.

Jadi saya dan jamaah lainnya bisa masuk lewat situ. Meski harus sabar. Dan banyak baca selawat. Sebab, harus menunggu kesempatan bisa maju ke saf depan. Menunggu giliran jamaah yang sudah di dalam raudah keluar. Tapi antreannya tidak selama ketika masuk ke Raudah lewat jalan semestinya. Yakni lewat kanan Raudah. Yang disekat menjadi beberapa pembatas. Khusus jalan dari belakang Raudah baru ditutup setelah salat Subuh.

Baca Juga :  Pengunjung Ijen Tembus 17.691 Orang Selama Nataru

Salat Jumat di Masjid Nabawi saat umrah, rasanya sama dengan saat musim haji. Jamaahnya sama banyaknya. Sama membeludaknya. Untuk bisa keluar dari dalam masjid dan benar-benar berada di luar pagar masjid butuh waktu minimal setengah jam. Untuk jalan saja sulit. Saking membeludaknya jamaah. Bukan hanya jamaah umrah dari seluruh dunia. Tapi warga kota Madinah juga jumatan di Masjid Nabawi.

Sulit menghitung angka persisnya. Berapa total jamaah salat Jumat di Masjid Nabawi. Ratusan ribu atau mungkin sejuta. Yang pasti semua orang akan menolak untuk menghitungnya. Apalagi pakai cara manual. Kalau pembaca mau, monggo datang dan jumatan di Masjid Nabawi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/