alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Kawah Ijen Ditutup Selama Tiga Hari, Ini Alasan BKSDA

LICIN – Para wisatawan yang ingin menikmati keelokan Kawah Ijen tampaknya harus menahan diri untuk tidak naik ke puncak selama tiga hari ke depan. Sebab, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui surat edarannya menyatakan akan menutup seluruh aktivitas pendakian selama tiga hari, terhitung sejak Rabu malam (20/11) sampai Jumat (23/11) depan.

Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi membenarkan terkait edaran dan kebijakan penutupan tersebut. Surat tersebut sudah diedarkan sejak sebulan lalu. Dengan harapan pihak-pihak yang selama ini berkaitan dengan Ijen bisa mempersiapkan diri sebelum penutupan diberlakukan.

Penutupan dilakukan karena ada kegiatan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan fasilitas keamanan bagi pengunjung. Fasilitas tersebut dititikberatkan untuk mengamankan jalur yang rawan longsor dengan membangun pagar pengaman. ”Pembangunan dilakukan di beberapa titik pendakian yang kita anggap rawan, sebagian besar ada di atas Pos Bunder. Selain dibangun pagar juga plengsengan,” kata Nandang saat dihubungi via pesan elektronik, tadi malam.

Baca Juga :  Yuk! Berburu Aneka Pelasan di Pasar Tematik Labanasem

LICIN – Para wisatawan yang ingin menikmati keelokan Kawah Ijen tampaknya harus menahan diri untuk tidak naik ke puncak selama tiga hari ke depan. Sebab, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui surat edarannya menyatakan akan menutup seluruh aktivitas pendakian selama tiga hari, terhitung sejak Rabu malam (20/11) sampai Jumat (23/11) depan.

Kepala BBKSDA Jatim Nandang Prihadi membenarkan terkait edaran dan kebijakan penutupan tersebut. Surat tersebut sudah diedarkan sejak sebulan lalu. Dengan harapan pihak-pihak yang selama ini berkaitan dengan Ijen bisa mempersiapkan diri sebelum penutupan diberlakukan.

Penutupan dilakukan karena ada kegiatan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan fasilitas keamanan bagi pengunjung. Fasilitas tersebut dititikberatkan untuk mengamankan jalur yang rawan longsor dengan membangun pagar pengaman. ”Pembangunan dilakukan di beberapa titik pendakian yang kita anggap rawan, sebagian besar ada di atas Pos Bunder. Selain dibangun pagar juga plengsengan,” kata Nandang saat dihubungi via pesan elektronik, tadi malam.

Baca Juga :  Yuk! Berburu Aneka Pelasan di Pasar Tematik Labanasem

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/