alexametrics
24.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Fasilitas Standar Bintang Lima, Kolam Renang di Lantai Tiga

KALIPURO – Gedung tertinggi di Banyuwangi, Illira Hotel, resmi beroperasi kemarin (22/3). Kehadiran hotel 11 lantai yang memiliki 137 unit kamar dan enam unit meeting room tersebut dipastikan menambah daya dukung perkembangan pariwisata dan bisnis di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Peresmian hotel yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro itu ditandai pengguntingan pita oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Agus Siswanto didampingi CEO DMC Hospitality Iwan Gunawan. Grand opening kali ini juga dihadiri jajaran Pemkab Banyuwangi, warga sekitar, tokoh masyarakat, hingga partner usaha hotel bintang empat tersebut.

Agus mengatakan, Illira Hotel hadir pada saat yang tepat. Sebab, Banyuwangi telah ditetapkan sebagai penopang perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada Oktober mendatang. Pertemuan tahunan IMF-World Bank tersebut akan dihadiri sekitar 18 ribu delegasi asal berbagai penjuru dunia.

Selain itu, kehadiran Illira Hotel juga akan menopang sektor pariwisata di Bumi Blambangan. ”Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi mencapai empat juta orang lebih per tahun. Ini juga akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor hotel, restoran, mencapai 9,05 persen,” ujarnya.

General Manager Illira Hotel Rendy Kurniawan berharap, kehadiran hotel bintang empat tersebut dapat mendukung pariwisata Banyuwangi, khususnya di bidang akomodasi. Selain itu, Illira juga mendukung upaya Pemkab Banyuwangi menjadikan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sebagai daerah tujuan meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE). ”Kami memiliki enam meeting room. Yang terbesar adalah Blambangan Ballroom dengan kapasitas seribu orang,” kata dia.

Bukan itu saja, Rendy menyatakan Illira Hotel juga membantu pemkab menyediakan lapangan kerja. Tidak tanggung-tanggung, 80 persen karyawan hotel tersebut merupakan tenaga kerja lokal Banyuwangi.

Masih menurut Rendy, Hotel Illira menyediakan berbagai fasilitas standar bintang lima. Hotel tersebut memiliki kolam renang yang berlokasi di lantai tiga. Kolam yang bersebelahan dengan restoran tersebut menghadap ke Selat Bali. ”Ada pula fitness center. Di lantai 11 juga terdapat blue fire lounge dan bar. Selain itu, area parkir kami sangat luas dan representatif,” pungkasnya. (*)

KALIPURO – Gedung tertinggi di Banyuwangi, Illira Hotel, resmi beroperasi kemarin (22/3). Kehadiran hotel 11 lantai yang memiliki 137 unit kamar dan enam unit meeting room tersebut dipastikan menambah daya dukung perkembangan pariwisata dan bisnis di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Peresmian hotel yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro itu ditandai pengguntingan pita oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Agus Siswanto didampingi CEO DMC Hospitality Iwan Gunawan. Grand opening kali ini juga dihadiri jajaran Pemkab Banyuwangi, warga sekitar, tokoh masyarakat, hingga partner usaha hotel bintang empat tersebut.

Agus mengatakan, Illira Hotel hadir pada saat yang tepat. Sebab, Banyuwangi telah ditetapkan sebagai penopang perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada Oktober mendatang. Pertemuan tahunan IMF-World Bank tersebut akan dihadiri sekitar 18 ribu delegasi asal berbagai penjuru dunia.

Selain itu, kehadiran Illira Hotel juga akan menopang sektor pariwisata di Bumi Blambangan. ”Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi mencapai empat juta orang lebih per tahun. Ini juga akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor hotel, restoran, mencapai 9,05 persen,” ujarnya.

General Manager Illira Hotel Rendy Kurniawan berharap, kehadiran hotel bintang empat tersebut dapat mendukung pariwisata Banyuwangi, khususnya di bidang akomodasi. Selain itu, Illira juga mendukung upaya Pemkab Banyuwangi menjadikan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sebagai daerah tujuan meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE). ”Kami memiliki enam meeting room. Yang terbesar adalah Blambangan Ballroom dengan kapasitas seribu orang,” kata dia.

Bukan itu saja, Rendy menyatakan Illira Hotel juga membantu pemkab menyediakan lapangan kerja. Tidak tanggung-tanggung, 80 persen karyawan hotel tersebut merupakan tenaga kerja lokal Banyuwangi.

Masih menurut Rendy, Hotel Illira menyediakan berbagai fasilitas standar bintang lima. Hotel tersebut memiliki kolam renang yang berlokasi di lantai tiga. Kolam yang bersebelahan dengan restoran tersebut menghadap ke Selat Bali. ”Ada pula fitness center. Di lantai 11 juga terdapat blue fire lounge dan bar. Selain itu, area parkir kami sangat luas dan representatif,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/