alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Ragam Oleh Oleh Khas Banyuwangi Tersedia Di Lantai Dua

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk memprioritaskan para pedagang eks Pasar Sobo untuk bisa tetap berjualan di bangunan Terminal Pariwisata Terpadu. Dalam sepekan terakhir, sudah 54 pedagang eks Pasar Sobo yang membuka los di dalam terminal terpadu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, pedagang eks Pasar Sobo menjadi fokus pemerintah untuk bisa mengisi stan. Selama proses pembangunan terminal berlangsung, mereka secara otomatis kehilangan mata pencahariannya.

Pemkab menginginkan para pedagang tersebut kembali mengais rezeki dari bangunan baru yang didirikan pemerintah. Karena konsep yang diusung adalah terminal pariwisata, para pedagang harus menyesuaikan diri. Mereka yang sebelumnya menjajakan dagangan seperti bahan-bahan sembako harus mengubah dagangannya menjadi produk-produk khas Banyuwangi yang biasa dibeli wisatawan untuk oleh-oleh. Seperti batik, kerajinan tangan, jajanan khas, dan kuliner lokal.

Baca Juga :  Kisah Korban Selamat Laka Maut Bus Bali Radiance-Tiara Mas

”Mereka sebelumnya tidak memiliki keahlian berdagang oleh-oleh. Awalnya memang pedagang sembako. Sekarang kita kenalkan mereka dengan distributor produk UMKM supaya ada kerja sama antarpedagang,” ujar Nanin.

Sebelum menempati los terminal, para pedagang lebih dahulu dikenalkan dengan produk yang akan mereka jual. Mereka juga harus mengikuti SOP yang berjalan di dalam terminal terpadu. Baik itu pedagang buah, suvenir, batik, maupun kuliner.

Dengan kerja sama antara pedagang pasar dan pedagang produk UMKM, diharapkan eks pedagang Pasar Sobo tak perlu menyiapkan modal terlalu banyak. Mereka bisa menggunakan sistem titip barang di awal berjualan sampai nantinya usaha mereka berjalan. ”Sampai saat ini sudah ada 90 persen pedagang eks Pasar Sobo yang beroperasi. Kita juga menata mereka sedemikian rupa agar pembeli merasa nyaman. Kita juga kenalkan dengan lembaga keuangan yang bisa memberikan kredit murah,” jelas Nanin.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Vaksinasi Covid-19 Digelar Malam Hari

Sejak pekan kedua bulan Januari, beberapa SKPD dan camat mulai meramaikan terminal wisata. Ini menjadi bagian untuk mendorong aktivitas ekonomi di Terminal Pariwisata Terpadu bisa berjalan lancar. ”Meskipun ini tahap trial dan error, SKPD kita gerakan melakukan aktivitas di sana. Dispora menggelar car free day, Dispendik mengadakan culture everyday. Dengan banyaknya event, masyarakat akan terbiasa berkunjung ke terminal wisata terpadu,” kata Nanin.

Pemerintah berharap pedagang eks Pasar Sobo bisa terus mengembangkan usahanya. Mereka mendapatkan prioritas menempati stan baru. Jika ada program relaksasi pembayaran, para pedagang Pasar Sobo yang akan mendapatkan prioritas pemerintah. ”Mereka ini penghuni lama, jadi akan mendapat prioritas,” pungkas Nanin. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk memprioritaskan para pedagang eks Pasar Sobo untuk bisa tetap berjualan di bangunan Terminal Pariwisata Terpadu. Dalam sepekan terakhir, sudah 54 pedagang eks Pasar Sobo yang membuka los di dalam terminal terpadu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, pedagang eks Pasar Sobo menjadi fokus pemerintah untuk bisa mengisi stan. Selama proses pembangunan terminal berlangsung, mereka secara otomatis kehilangan mata pencahariannya.

Pemkab menginginkan para pedagang tersebut kembali mengais rezeki dari bangunan baru yang didirikan pemerintah. Karena konsep yang diusung adalah terminal pariwisata, para pedagang harus menyesuaikan diri. Mereka yang sebelumnya menjajakan dagangan seperti bahan-bahan sembako harus mengubah dagangannya menjadi produk-produk khas Banyuwangi yang biasa dibeli wisatawan untuk oleh-oleh. Seperti batik, kerajinan tangan, jajanan khas, dan kuliner lokal.

Baca Juga :  Jalur Ijen dan G-Land Mulus sebelum Oktober

”Mereka sebelumnya tidak memiliki keahlian berdagang oleh-oleh. Awalnya memang pedagang sembako. Sekarang kita kenalkan mereka dengan distributor produk UMKM supaya ada kerja sama antarpedagang,” ujar Nanin.

Sebelum menempati los terminal, para pedagang lebih dahulu dikenalkan dengan produk yang akan mereka jual. Mereka juga harus mengikuti SOP yang berjalan di dalam terminal terpadu. Baik itu pedagang buah, suvenir, batik, maupun kuliner.

Dengan kerja sama antara pedagang pasar dan pedagang produk UMKM, diharapkan eks pedagang Pasar Sobo tak perlu menyiapkan modal terlalu banyak. Mereka bisa menggunakan sistem titip barang di awal berjualan sampai nantinya usaha mereka berjalan. ”Sampai saat ini sudah ada 90 persen pedagang eks Pasar Sobo yang beroperasi. Kita juga menata mereka sedemikian rupa agar pembeli merasa nyaman. Kita juga kenalkan dengan lembaga keuangan yang bisa memberikan kredit murah,” jelas Nanin.

Baca Juga :  Penetapan Prioritas Dana Desa Harus Diawasi Semua Pihak

Sejak pekan kedua bulan Januari, beberapa SKPD dan camat mulai meramaikan terminal wisata. Ini menjadi bagian untuk mendorong aktivitas ekonomi di Terminal Pariwisata Terpadu bisa berjalan lancar. ”Meskipun ini tahap trial dan error, SKPD kita gerakan melakukan aktivitas di sana. Dispora menggelar car free day, Dispendik mengadakan culture everyday. Dengan banyaknya event, masyarakat akan terbiasa berkunjung ke terminal wisata terpadu,” kata Nanin.

Pemerintah berharap pedagang eks Pasar Sobo bisa terus mengembangkan usahanya. Mereka mendapatkan prioritas menempati stan baru. Jika ada program relaksasi pembayaran, para pedagang Pasar Sobo yang akan mendapatkan prioritas pemerintah. ”Mereka ini penghuni lama, jadi akan mendapat prioritas,” pungkas Nanin. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/