alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Baru 54 Stan yang Ditempati Pedagang

Sejumlah pedagang yang dulunya menempati Pasar Sobo, sudah banyak yang boyongan ke stan-stan Terminal Pariwisata Terpadu. Pemkab menyediakan 90 lapak untuk pedagang di terminal wisata yang terletak di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo tersebut.

Puluhan lapak tersebut diisi oleh pedagang oleh-oleh dan kuliner. Ada 54 pedagang eks Pasar Sobo yang kini menempati terminal wisata tersebut. Meski begitu, beberapa kios di terminal wisata yang dibangun sejak tahun 2015 dengan anggaran APBD Rp 27 miliar itu, masih belum terisi. Dari 90 kios yang disediakan, baru 54  unit yang ditempati.

Di Terminal Pariwisata Terpadu, pedagang menempati lantai 1 dan 2. Lantai 1 untuk pedagang kuliner. Sedangkan lantai 2 ditempati pedagang oleh-oleh khas Banyuwangi, pedagang buah, batik, kaus, dan lukisan.  ”Seluruh kios di Terminal Pariwisata Terpadu belum seluruhnya terisi. Sampai saat ini masih diisi 54 pedagang yang berjualan batik, jajanan khas Banyuwangi, dan kuliner,” ujar salah satu pedagang, Masrun.

Baca Juga :  500 Pelajar Ikut Audisi Lalare Orchestra

Masrun paling lama menempati kios di terminal wisata tersebut. ”Saya sudah empat tahun menempati kios ini, terhitung sejak penggusuran pasar pada tahun 2017 lalu,” katanya.

Awal relokasi, kata Masrun, tidak banyak pedagang yang mau menempati lapak barunya. Mereka memilih membuka usaha dengan cara menyewa di tempat lain. ”Kalau saya langsung menempati kios baru, yang diberikan secara gratis karena memang jatah para pedagang,” ungkapnya.

Di kios baru tersebut dulunya memang belum ada aturan terkait jenis barang yang dijual. Namun, sejak pembangunan terminal wisata hampir rampung, jenis dagangan yang dijual harus diatur. ”Yang diizinkan hanya dagangan kuliner, oleh-oleh, dan kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Masrun.

Masrun menambahkan, keberadaan Terminal Pariwisata Terpadu tersebut tidak pernah menyingkirkan para pedagang. Mereka tetap diperbolehkan jualan, malah ditempatkan di bangunan yang cukup layak. ”Ada fasilitas listrik dan air, yang sekarang masih gratis untuk pedagang. Dulu, ketika masih bernama Pasar Sobo, pedagang menyewa selama setahun. Setiap harinya dikenakan tiket sebesar Rp 7.000,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dalami Motif Pembunuhan Wongsorejo, Penyidik Libatkan Psikolog

Pedagang lainnya, Eny Wahyuni, mengaku cukup senang menempati kios Terminal Pariwisata Terpadu yang baru. Suasananya sejuk dan bersih. ”Cukup layak dibandingkan pasar sebelumnya, yang terbilang kumuh dan kurang strategis,” kata perempuan 48 tahun tersebut.

Meski belum seramai pasar lama, jelas Eny, prospek pasar modern yang dibangun sejak 2015 ini sangat menjanjikan. Dengan mengusung konsep go green, terminal tersebut akan menjadi pusat wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. ”Dengan ciri khas Banyuwangi yang diunggulkan para pedagang, tentunya akan menjadi daya tarik wisatawan,” ungkap warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, tersebut.

Eny berharap para pedagang yang belum menempati kios barunya bisa segera menyesuaikan tempatnya. Dia mengajak pedagang menjaga kekompakan. ”Semoga saja banyak wisatawan yang akan mampir ke Terminal Pariwisata Terpadu, terutama untuk mencari oleh-oleh khas Banyuwangi,” pungkasnya.

Sejumlah pedagang yang dulunya menempati Pasar Sobo, sudah banyak yang boyongan ke stan-stan Terminal Pariwisata Terpadu. Pemkab menyediakan 90 lapak untuk pedagang di terminal wisata yang terletak di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo tersebut.

Puluhan lapak tersebut diisi oleh pedagang oleh-oleh dan kuliner. Ada 54 pedagang eks Pasar Sobo yang kini menempati terminal wisata tersebut. Meski begitu, beberapa kios di terminal wisata yang dibangun sejak tahun 2015 dengan anggaran APBD Rp 27 miliar itu, masih belum terisi. Dari 90 kios yang disediakan, baru 54  unit yang ditempati.

Di Terminal Pariwisata Terpadu, pedagang menempati lantai 1 dan 2. Lantai 1 untuk pedagang kuliner. Sedangkan lantai 2 ditempati pedagang oleh-oleh khas Banyuwangi, pedagang buah, batik, kaus, dan lukisan.  ”Seluruh kios di Terminal Pariwisata Terpadu belum seluruhnya terisi. Sampai saat ini masih diisi 54 pedagang yang berjualan batik, jajanan khas Banyuwangi, dan kuliner,” ujar salah satu pedagang, Masrun.

Baca Juga :  Kerennya Pantai Kuta, Bukit Meresek, hingga Turis Backpacker

Masrun paling lama menempati kios di terminal wisata tersebut. ”Saya sudah empat tahun menempati kios ini, terhitung sejak penggusuran pasar pada tahun 2017 lalu,” katanya.

Awal relokasi, kata Masrun, tidak banyak pedagang yang mau menempati lapak barunya. Mereka memilih membuka usaha dengan cara menyewa di tempat lain. ”Kalau saya langsung menempati kios baru, yang diberikan secara gratis karena memang jatah para pedagang,” ungkapnya.

Di kios baru tersebut dulunya memang belum ada aturan terkait jenis barang yang dijual. Namun, sejak pembangunan terminal wisata hampir rampung, jenis dagangan yang dijual harus diatur. ”Yang diizinkan hanya dagangan kuliner, oleh-oleh, dan kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Masrun.

Masrun menambahkan, keberadaan Terminal Pariwisata Terpadu tersebut tidak pernah menyingkirkan para pedagang. Mereka tetap diperbolehkan jualan, malah ditempatkan di bangunan yang cukup layak. ”Ada fasilitas listrik dan air, yang sekarang masih gratis untuk pedagang. Dulu, ketika masih bernama Pasar Sobo, pedagang menyewa selama setahun. Setiap harinya dikenakan tiket sebesar Rp 7.000,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dalami Motif Pembunuhan Wongsorejo, Penyidik Libatkan Psikolog

Pedagang lainnya, Eny Wahyuni, mengaku cukup senang menempati kios Terminal Pariwisata Terpadu yang baru. Suasananya sejuk dan bersih. ”Cukup layak dibandingkan pasar sebelumnya, yang terbilang kumuh dan kurang strategis,” kata perempuan 48 tahun tersebut.

Meski belum seramai pasar lama, jelas Eny, prospek pasar modern yang dibangun sejak 2015 ini sangat menjanjikan. Dengan mengusung konsep go green, terminal tersebut akan menjadi pusat wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. ”Dengan ciri khas Banyuwangi yang diunggulkan para pedagang, tentunya akan menjadi daya tarik wisatawan,” ungkap warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, tersebut.

Eny berharap para pedagang yang belum menempati kios barunya bisa segera menyesuaikan tempatnya. Dia mengajak pedagang menjaga kekompakan. ”Semoga saja banyak wisatawan yang akan mampir ke Terminal Pariwisata Terpadu, terutama untuk mencari oleh-oleh khas Banyuwangi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/