alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Camping Akhir Pekan di Lereng Ijen

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejumlah tempat wisata mulai ”diserbu” pengunjung. Tak terkecuali tempat wisata alam (TW) Kawah Ijen. Libur akhir pekan kemarin, tempat wisata unggulan yang menyuguhkan pemandangan blue fire ini cukup ramai dikunjungi wisatawan.

       Jumlah pengunjung terus meningkat sejak dibuka pada pertengahan September lalu. Setiap akhir pekan, ratusan orang menggelar camping di sekitar Paltuding dan lereng Gunung Ranti.

       Ratusan tenda warna-warni menghiasi lapangan Gunung Ranti. Kendaraan pribadi tertata rapi di parkiran tak jauh dari tenda. Sebagian dari mereka hendak mendaki puncak Ijen, sisanya adalah wisatawan yang sengaja datang hanya untuk camping. “Hari normal belum begitu ramai. Pada puncak akhir pekan jumlah wisatawan yang datang cukup banyak. Yang mendaki Ijen tetap kita batasi. Pengunjung yang mendirikan tenda  (camping) di lapangan bisa sampai 200 orang,” ujar ketua TWA Ijen, Sigit Hari Bowo.

       Menurut Sigit, tren wisatawan Ijen belum seramai sebelum pandemic Covid-19. Dulu, minimal ada seribu wisatawan yang berkunjung pada hari Minggu. Jumlahnya bisa meningkat di waktu tertentu. Setelah berlaku pembatasan kegiatan masyarakat, jumlahnya menurun drastis.

Untuk kunjungan harian, BKSDA membatasi hanya 150 orang. Meski dibatasi, masih banyak wisatawan yang datang, tapi tidak sampai mendaki. Mereka memilih camping di sekitar Paltuding dan Gunung Ranti.

       “Paling banyak pengunjung nge-camp di Gunung Ranti. Ada yang masyarakat umum, kadang ada tokoh penting dari Jakarta. Mereka silent biasanya,” ungkap Sigit.

Kawasan Ijen saat ini sudah aman setelah sempat ada kebakaran hutan beberapa waktu lalu. Setelah petugas melakukan check ground, semua titik api di areal seluas 2 hektare sudah padam total.

       Kapolsek Licin Iptu Dalyono menambahkan, pihaknya tetap mengawasi keramaian yang terjadi di sekitar Paltuding dan Gunung Ranti. Menurut Dalyono, jumlah wisatawan mengalami kenaikan setelah Banyuwangi berada di PPKM Level 2. “Jika ada kerumuman yang terlalu banyak tetap kita tegur,’’ tegasnya.

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejumlah tempat wisata mulai ”diserbu” pengunjung. Tak terkecuali tempat wisata alam (TW) Kawah Ijen. Libur akhir pekan kemarin, tempat wisata unggulan yang menyuguhkan pemandangan blue fire ini cukup ramai dikunjungi wisatawan.

       Jumlah pengunjung terus meningkat sejak dibuka pada pertengahan September lalu. Setiap akhir pekan, ratusan orang menggelar camping di sekitar Paltuding dan lereng Gunung Ranti.

       Ratusan tenda warna-warni menghiasi lapangan Gunung Ranti. Kendaraan pribadi tertata rapi di parkiran tak jauh dari tenda. Sebagian dari mereka hendak mendaki puncak Ijen, sisanya adalah wisatawan yang sengaja datang hanya untuk camping. “Hari normal belum begitu ramai. Pada puncak akhir pekan jumlah wisatawan yang datang cukup banyak. Yang mendaki Ijen tetap kita batasi. Pengunjung yang mendirikan tenda  (camping) di lapangan bisa sampai 200 orang,” ujar ketua TWA Ijen, Sigit Hari Bowo.

       Menurut Sigit, tren wisatawan Ijen belum seramai sebelum pandemic Covid-19. Dulu, minimal ada seribu wisatawan yang berkunjung pada hari Minggu. Jumlahnya bisa meningkat di waktu tertentu. Setelah berlaku pembatasan kegiatan masyarakat, jumlahnya menurun drastis.

Untuk kunjungan harian, BKSDA membatasi hanya 150 orang. Meski dibatasi, masih banyak wisatawan yang datang, tapi tidak sampai mendaki. Mereka memilih camping di sekitar Paltuding dan Gunung Ranti.

       “Paling banyak pengunjung nge-camp di Gunung Ranti. Ada yang masyarakat umum, kadang ada tokoh penting dari Jakarta. Mereka silent biasanya,” ungkap Sigit.

Kawasan Ijen saat ini sudah aman setelah sempat ada kebakaran hutan beberapa waktu lalu. Setelah petugas melakukan check ground, semua titik api di areal seluas 2 hektare sudah padam total.

       Kapolsek Licin Iptu Dalyono menambahkan, pihaknya tetap mengawasi keramaian yang terjadi di sekitar Paltuding dan Gunung Ranti. Menurut Dalyono, jumlah wisatawan mengalami kenaikan setelah Banyuwangi berada di PPKM Level 2. “Jika ada kerumuman yang terlalu banyak tetap kita tegur,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/