alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Wisata Edukasi Porang dan Air Awet Muda

GLENMORE, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Wisata Umbul Puncak yang terletak di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi yang menyajikan perpaduan antara agrowisata, taman rekreasi, dan homestay. Sangat cocok untuk edukasi sekaligus rekreasi bersama keluarga.

 Wisata Umbul Puncak menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang berkunjung di daerah sekitar kaki gunung raung yakni di Kecamatan Glenmore-Kalibaru.

Agrowisata yang dibuka secara resmi pada Desember 2016 lalu ini merupakan salah satu destinasi agrowisata, yang menawarkan petik buah langsung dari pohonnya dengan berbagai jenis tanaman seperti buah naga, durian, manggis, jambu, dan buah lain. ”Selama berekreasi pengunjung bisa memetik buah di lokasi agrowisata sepuasnya,” ungkap Eko Susilo Nurhidayat, Owner Wisata Umbul Puncak.

Khusus untuk buah naga, manggis, dan jambu kristal pengunjung dipersilakan memetiknya sendiri langsung dari pohonnya. ”Kalau buah dibawa pulang, maka akan ditimbang per kilogram dengan harga yang relatif terjangkau,” jelas Eko.

Wisata Umbul Puncak lokasinya berada di ketinggian. Udaranya cukup sejuk. Ditambah kontur lahannya yang berundak dan pemandangan sawah terasering menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain pengunjung dapat memetik buah sendiri langsung dari pohonnya, Agrowisata Umbul Puncak juga merupakan kawasan edukasi porang yang saat ini sedang marak dan tengah digandrungi petani. Wisata edukasi dengan konsep back to nature ini, sekaligus untuk menanamkan mindset terhadap pengunjung bahwa tanaman porang dapat subur meskipun hanya dengan pupuk kompos dan pupuk kandang.

Dengan adanya lahan pembibitan sekaligus wisata edukasi tersebut, Eko berharap ke depannya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani porang dan minat para pemuda untuk bertani porang di Banyuwangi.

Sebagai daya dukung agrowisata, imbuh Eko, juga disiapkan fasilitas berupa homestay. Sehingga jika ada pengunjung atau wisatawan bersama keluarga yang ingin bermalam, sudah tidak perlu mencari penginapan yang nyaman. ”Jadi bisa bermalam sambil menikmati suasana pegunungan, persawahan, dan kolam renang dengan air sumber yang bersih dan sejuk,” terang Ketua Kadin Kerakyatan Banyuwangi ini.

Wisata Umbul Puncak yang berdiri di atas tanah seluas tiga hektare ini juga menyediakan lahan parkir yang sangat luas dan aman bagi pengunjung. Juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, mulai kolam renang anak-anak hingga kolam dewasa yang airnya bersih dan jernih tanpa bahan penjernih alias kaporit. Airnya juga segar karena diambil langsung dari sembilan sumber artesis yang ada di sekitar lokasi.

Selain jernih, sembilan mata air di wilayah tersebut diklaim sebagai air Purwitasari atau air untuk awet muda. Sebab, mengandung mineral dan memiliki Total Disolved Solid (TDS) di bawah 10 dan air pemandian layak dan sangat bermanfaat bila diminum.

Untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung, juga terdapat gazebo dan tenda di berbagai sudut yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat atau berteduh bagi pengunjung, sembari menikmati pemandangan di sekeliling. ”Kami juga siapkan pojok selfie dengan beberapa spot yang cukup menarik dan ikonik,” terangnya.

Untuk masuk kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15 ribu untuk dewasa. Selama pandemi Covid-19, destinasi wisata ini juga menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Mulai mengenakan masker dan membatasi jumlah kunjungan 50 persen. ”Kami mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid 19,” tandas Eko. 

GLENMORE, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Wisata Umbul Puncak yang terletak di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, menjadi destinasi wisata baru di Banyuwangi yang menyajikan perpaduan antara agrowisata, taman rekreasi, dan homestay. Sangat cocok untuk edukasi sekaligus rekreasi bersama keluarga.

 Wisata Umbul Puncak menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang berkunjung di daerah sekitar kaki gunung raung yakni di Kecamatan Glenmore-Kalibaru.

Agrowisata yang dibuka secara resmi pada Desember 2016 lalu ini merupakan salah satu destinasi agrowisata, yang menawarkan petik buah langsung dari pohonnya dengan berbagai jenis tanaman seperti buah naga, durian, manggis, jambu, dan buah lain. ”Selama berekreasi pengunjung bisa memetik buah di lokasi agrowisata sepuasnya,” ungkap Eko Susilo Nurhidayat, Owner Wisata Umbul Puncak.

Khusus untuk buah naga, manggis, dan jambu kristal pengunjung dipersilakan memetiknya sendiri langsung dari pohonnya. ”Kalau buah dibawa pulang, maka akan ditimbang per kilogram dengan harga yang relatif terjangkau,” jelas Eko.

Wisata Umbul Puncak lokasinya berada di ketinggian. Udaranya cukup sejuk. Ditambah kontur lahannya yang berundak dan pemandangan sawah terasering menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain pengunjung dapat memetik buah sendiri langsung dari pohonnya, Agrowisata Umbul Puncak juga merupakan kawasan edukasi porang yang saat ini sedang marak dan tengah digandrungi petani. Wisata edukasi dengan konsep back to nature ini, sekaligus untuk menanamkan mindset terhadap pengunjung bahwa tanaman porang dapat subur meskipun hanya dengan pupuk kompos dan pupuk kandang.

Dengan adanya lahan pembibitan sekaligus wisata edukasi tersebut, Eko berharap ke depannya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani porang dan minat para pemuda untuk bertani porang di Banyuwangi.

Sebagai daya dukung agrowisata, imbuh Eko, juga disiapkan fasilitas berupa homestay. Sehingga jika ada pengunjung atau wisatawan bersama keluarga yang ingin bermalam, sudah tidak perlu mencari penginapan yang nyaman. ”Jadi bisa bermalam sambil menikmati suasana pegunungan, persawahan, dan kolam renang dengan air sumber yang bersih dan sejuk,” terang Ketua Kadin Kerakyatan Banyuwangi ini.

Wisata Umbul Puncak yang berdiri di atas tanah seluas tiga hektare ini juga menyediakan lahan parkir yang sangat luas dan aman bagi pengunjung. Juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, mulai kolam renang anak-anak hingga kolam dewasa yang airnya bersih dan jernih tanpa bahan penjernih alias kaporit. Airnya juga segar karena diambil langsung dari sembilan sumber artesis yang ada di sekitar lokasi.

Selain jernih, sembilan mata air di wilayah tersebut diklaim sebagai air Purwitasari atau air untuk awet muda. Sebab, mengandung mineral dan memiliki Total Disolved Solid (TDS) di bawah 10 dan air pemandian layak dan sangat bermanfaat bila diminum.

Untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung, juga terdapat gazebo dan tenda di berbagai sudut yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat atau berteduh bagi pengunjung, sembari menikmati pemandangan di sekeliling. ”Kami juga siapkan pojok selfie dengan beberapa spot yang cukup menarik dan ikonik,” terangnya.

Untuk masuk kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15 ribu untuk dewasa. Selama pandemi Covid-19, destinasi wisata ini juga menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Mulai mengenakan masker dan membatasi jumlah kunjungan 50 persen. ”Kami mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid 19,” tandas Eko. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/