alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Tren Penumpang Meningkat, Maskapai Belum Berminat

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Potensi penumpang pesawat di Banyuwangi sudah semakin membaik dan meningkat. Sayangnya, sejumlah maskapai penerbangan masih belum melirik peluang tersebut dengan cepat.

Padahal, saat ini kasus Covid-19 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sudah landai. Sejumlah tempat pariwisata juga telah dibuka. Ditambah kini ada kelonggaran persyaratan naik pesawat. Bagi calon penumpang yang telah vaksin dosis kedua, cukup menyertakan hasil rapid test antigen tanpa perlu PCR.

”Pesawat masih belum banyak yang beroperasi, jadi pilihannya sedikit, seperti besok tidak ada pesawat penerbangan komersial,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro, Kamis (4/11) lalu.

Menurut Cin, saat ini penerbangan komersial di Bandara Banyuwangi hanya dilayani oleh maskapai Citilink yang beroperasi selama tiga hari dalam sepekan, yakni Senin, Kamis, dan Sabtu dengan tujuan Banyuwangi–Jakarta (PP) .Untuk hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Minggu masih kosong alias tidak terisi. ”Ini sebetulnya peluang bagi maskapai lainnya untuk bisa kembali beroperasi di Bandara Banyuwangi,” jelasnya

Sebelumnya ada tiga maskapai yang beroperasi di Bandara Banyuwangi yakni Citilink, Lion Group, dan Garuda Indonesia. Dampak pandemi, kini hanya tersisa maskapai Citilink yang masih beroperasi. Guna kembali meningkatkan daya dorong agar maskapai kembali beroperasi, pihak bandara juga menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) bersama maskapai.

Disampaikan oleh Disbudpar Banyuwangi bahwa sudah ada kenaikan jumlah wisatawan dan hunian yang cukup tinggi. Status level Covid-19 Banyuwangi juga landai dan ada kelonggaran persyaratan naik pesawat hanya dengan menggunakan persyaratan negatif hasil rapid test antigen bagi calon penumpang yang telah vaksin dosis kedua.

”Maksud dan tujuan kolaborasi ini tak lain untuk menyampaikan perkembangan dan data kepada maskapai, dengan harapan maskapai dapat menangkap potensi peluang ini agar bisa kembali beroperasi melakukan penerbangan komersial di Banyuwangi,” terang Cin.

Sejumlah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) memang sudah mulai membaik kondisinya, seperti Bandara Bandung, Soekarno-Hatta Cengkareng, dan Kualanamu. Memang ada beberapa bandara yang belum signifikan, seperti di antaranya Bandara  Banyuwangi, Purbalingga, dan Kertajati.

”Tapi kalau penerbangan Banyuwangi–Jakarta sudah cukup ramai. Satu kali penerbangan kedatangan dan keberangkatan total tercatat ada 271 penumpang. Artinya yang diperlukan masyarakat ini adalah kepastian jadwal dan bisa ada pilihan di setiap harinya,” tandas Cin.

Seperti diketahui, syarat penerbangan bagi penumpang pesawat terbang rute domestik di Pulau Jawa dan Bali mulai dilonggarkan. Bagi yang telah vaksin dosis kedua tak lagi wajib membawa hasil tes polymerase chain reaction (PCR). Namun, bisa dengan menunjukkan hasil negatif dari rapid test antigen.

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Selain itu juga Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor 96 Tahun 2021.

Dalam SE tersebut, syarat penerbangan dari atau ke bandara di wilayah Jawa dan Bali, calon penumpang wajib sudah vaksin minimal dosis pertama. Jika baru dosis pertama, calon penumpang diwajibkan menunjukkan negatif pemeriksaan PCR 3 x 24 jam. Sementara jika sudah vaksin dosis kedua, maka cukup menunjukkan hasil negatif pemeriksaan rapid test antigen. 

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Potensi penumpang pesawat di Banyuwangi sudah semakin membaik dan meningkat. Sayangnya, sejumlah maskapai penerbangan masih belum melirik peluang tersebut dengan cepat.

Padahal, saat ini kasus Covid-19 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sudah landai. Sejumlah tempat pariwisata juga telah dibuka. Ditambah kini ada kelonggaran persyaratan naik pesawat. Bagi calon penumpang yang telah vaksin dosis kedua, cukup menyertakan hasil rapid test antigen tanpa perlu PCR.

”Pesawat masih belum banyak yang beroperasi, jadi pilihannya sedikit, seperti besok tidak ada pesawat penerbangan komersial,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro, Kamis (4/11) lalu.

Menurut Cin, saat ini penerbangan komersial di Bandara Banyuwangi hanya dilayani oleh maskapai Citilink yang beroperasi selama tiga hari dalam sepekan, yakni Senin, Kamis, dan Sabtu dengan tujuan Banyuwangi–Jakarta (PP) .Untuk hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Minggu masih kosong alias tidak terisi. ”Ini sebetulnya peluang bagi maskapai lainnya untuk bisa kembali beroperasi di Bandara Banyuwangi,” jelasnya

Sebelumnya ada tiga maskapai yang beroperasi di Bandara Banyuwangi yakni Citilink, Lion Group, dan Garuda Indonesia. Dampak pandemi, kini hanya tersisa maskapai Citilink yang masih beroperasi. Guna kembali meningkatkan daya dorong agar maskapai kembali beroperasi, pihak bandara juga menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar) bersama maskapai.

Disampaikan oleh Disbudpar Banyuwangi bahwa sudah ada kenaikan jumlah wisatawan dan hunian yang cukup tinggi. Status level Covid-19 Banyuwangi juga landai dan ada kelonggaran persyaratan naik pesawat hanya dengan menggunakan persyaratan negatif hasil rapid test antigen bagi calon penumpang yang telah vaksin dosis kedua.

”Maksud dan tujuan kolaborasi ini tak lain untuk menyampaikan perkembangan dan data kepada maskapai, dengan harapan maskapai dapat menangkap potensi peluang ini agar bisa kembali beroperasi melakukan penerbangan komersial di Banyuwangi,” terang Cin.

Sejumlah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) memang sudah mulai membaik kondisinya, seperti Bandara Bandung, Soekarno-Hatta Cengkareng, dan Kualanamu. Memang ada beberapa bandara yang belum signifikan, seperti di antaranya Bandara  Banyuwangi, Purbalingga, dan Kertajati.

”Tapi kalau penerbangan Banyuwangi–Jakarta sudah cukup ramai. Satu kali penerbangan kedatangan dan keberangkatan total tercatat ada 271 penumpang. Artinya yang diperlukan masyarakat ini adalah kepastian jadwal dan bisa ada pilihan di setiap harinya,” tandas Cin.

Seperti diketahui, syarat penerbangan bagi penumpang pesawat terbang rute domestik di Pulau Jawa dan Bali mulai dilonggarkan. Bagi yang telah vaksin dosis kedua tak lagi wajib membawa hasil tes polymerase chain reaction (PCR). Namun, bisa dengan menunjukkan hasil negatif dari rapid test antigen.

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Selain itu juga Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor 96 Tahun 2021.

Dalam SE tersebut, syarat penerbangan dari atau ke bandara di wilayah Jawa dan Bali, calon penumpang wajib sudah vaksin minimal dosis pertama. Jika baru dosis pertama, calon penumpang diwajibkan menunjukkan negatif pemeriksaan PCR 3 x 24 jam. Sementara jika sudah vaksin dosis kedua, maka cukup menunjukkan hasil negatif pemeriksaan rapid test antigen. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/