alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Jelang Akhir Tahun, Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi mempersiapkan industri pariwisata untuk menghadapi proyeksi lonjakan wisatawan pada akhir tahun 2021. Kegiatan-kegiatan dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan mulai berjalan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Bramudya mengatakan, terdapat 35 destinasi wisata yang direkomendasikan untuk kembali beroperasi. Secara infrastruktur seluruh destinasi wisata tersebut sudah mencukupi dan dinyatakan lolos verifikasi. ”Dari destinasi wisata yang ada di pegunungan maupun pesisir telah kami lakukan pengecekan dan siap beroperasi,” ujar pria yang kerap dipanggil Bram itu.

Bram menambahkan, petugas pelaku pariwisata telah divaksin dan aplikasi PeduliLindungi juga sudah diterapkan. Hal tersebut untuk memastikan wisatawan terlindungi dan merasa aman dari penyebaran virus Covid-19. Selain itu, penjualan tiket dilakukan secara online untuk memantau secara langsung jumlah okupansi pada tiap destinasi pariwisata.

Masih menurut Bram, seluruh prosedur prokes harus ditaati, baik bagi petugas pelaku pariwisata maupun wisatawan sendiri. Antisipasi penyebaran virus Covid-19 telah dilakukan, dengan mengatur jumlah kunjungan wisatawan.

Bram mengatakan jumlah destinasi yang ada di Banyuwangi cukup banyak. Terdapat 35 dari 68 destinasi wisata, sehingga pihaknya menjamin tidak akan ada penumpukan pengunjung. ”Konsep kami tidak menerima wisatawan sebanyak-banyaknya, namun dibatasi sesuai dengan kuota masing-masing destinasi wisata. Kami tidak khawatir terjadi penumpukan karena banyak destinasi wisata yang tersedia,” jelasnya.

Tidak hanya wisatawan domestik, Bram menjelaskan Banyuwangi telah membuka akses bagi wisatawan mancanegara. Namun, sesuai dengan persyaratan yang ketat, salah satunya paspor vaksin. ”Beberapa wisatawan mancanegara telah masuk ke Banyuwangi, per hari bisa mencapai 5–10 orang,” jelasnya.

Bram berharap dengan kembali aktifnya geliat sektor pariwisata Banyuwangi dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Menurutnya sektor pariwisata dapat membawa pengaruh besar terhadap sektor yang lain. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi mempersiapkan industri pariwisata untuk menghadapi proyeksi lonjakan wisatawan pada akhir tahun 2021. Kegiatan-kegiatan dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan mulai berjalan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Bramudya mengatakan, terdapat 35 destinasi wisata yang direkomendasikan untuk kembali beroperasi. Secara infrastruktur seluruh destinasi wisata tersebut sudah mencukupi dan dinyatakan lolos verifikasi. ”Dari destinasi wisata yang ada di pegunungan maupun pesisir telah kami lakukan pengecekan dan siap beroperasi,” ujar pria yang kerap dipanggil Bram itu.

Bram menambahkan, petugas pelaku pariwisata telah divaksin dan aplikasi PeduliLindungi juga sudah diterapkan. Hal tersebut untuk memastikan wisatawan terlindungi dan merasa aman dari penyebaran virus Covid-19. Selain itu, penjualan tiket dilakukan secara online untuk memantau secara langsung jumlah okupansi pada tiap destinasi pariwisata.

Masih menurut Bram, seluruh prosedur prokes harus ditaati, baik bagi petugas pelaku pariwisata maupun wisatawan sendiri. Antisipasi penyebaran virus Covid-19 telah dilakukan, dengan mengatur jumlah kunjungan wisatawan.

Bram mengatakan jumlah destinasi yang ada di Banyuwangi cukup banyak. Terdapat 35 dari 68 destinasi wisata, sehingga pihaknya menjamin tidak akan ada penumpukan pengunjung. ”Konsep kami tidak menerima wisatawan sebanyak-banyaknya, namun dibatasi sesuai dengan kuota masing-masing destinasi wisata. Kami tidak khawatir terjadi penumpukan karena banyak destinasi wisata yang tersedia,” jelasnya.

Tidak hanya wisatawan domestik, Bram menjelaskan Banyuwangi telah membuka akses bagi wisatawan mancanegara. Namun, sesuai dengan persyaratan yang ketat, salah satunya paspor vaksin. ”Beberapa wisatawan mancanegara telah masuk ke Banyuwangi, per hari bisa mencapai 5–10 orang,” jelasnya.

Bram berharap dengan kembali aktifnya geliat sektor pariwisata Banyuwangi dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Menurutnya sektor pariwisata dapat membawa pengaruh besar terhadap sektor yang lain. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/