alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Rayakan Tahun Baru, Pengunjung Tempat Wisata Naik 400 Persen

BANYUWANGI –  Libur tahun baru benar-benar dimanfaatkan warga untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata. Hampir  seluruh tempat wisata unggulan diserbu pengunjung.

Sejak Sabtu (1/1)  hingga Minggu (2/1), rata-rata tempat  wisata di Banyuwangi diserbu ribuan pengunjung. Pengunjung didominasi wisatawan lokal  yang ingin menghabiskan tahun baru bersama keluarga.

Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi tanggal 1 Januari, tercatat 26.000 wisatawan  memenuhi destinasi wisata di Banyuwangi. Sedangkan tanggal 2 Januari hingga pukul 14.00, tercatat  20.000 wisatawan. Angka ini naik signifikan dibanding angka rata-rata harian yang hanya mencapai 7.000 sampai 8.000 orang per hari,

“Peningkatanya sampai tiga kali, empat kali lipat. Angka ini sebenarnya masih belum sebesar  kunjungan tahun 2019 lalu atau sebelum pandemi Covid-19. Saat itu angka kunjungan wisata mencapai 50 ribu orang waktu libur Nataru,” ujar Kepala Disbudpar Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda.

Dari 63 destinasi wisata yang tersebar di Banyuwangi, pengunjung memilih alam terbuka,  termasuk kolam renang dan pantai yang masih menjadi primadona. ”Peningkatannya 400 persen dibanding saat pandemi tahun lalu,’’ kata Bramuda. 

Bramuda menilai, peak atau puncak kunjungan terjadi pada hari Sabtu karena banyak masyarakat yang tak bisa menikmati waktu pergantian tahun baru karena adanya banyak penutupan. “Pengawasan tetap kita lakukan, terutama oleh Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah. Destinasi unggulan seperti Pulau merah, GWD dan Djawatan termasuk Pantai Cacalan masih menjadi primadona,’’ kata Bramuda.

Sebagai upaya mencegah risiko penularan Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab  tetap membatasi jumlah pengunjung pada beberapa tempat destinasi wisata yang dikunjungi banyak orang. Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, pada musim libur akhir tahun 2021, destinasi wisata di Banyuwangi tetap buka, asalkan melakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas normal, itu pun wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Semua tempat wisata wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengetahui kapasitas pengunjung,” tegas Bramuda.

Baca Juga :  Baritan Kampung minta Keselamatan

Pembatasan jumlah pengunjung tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan bersama, baik pengelola maupun pengunjung wisata di Bumi Blambangan. “Kegiatan perekonomian tetap bisa berjalan, namun kesehatan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas kita semua,” kata pejabat yang akrab dipanggil Bram itu.

Selama libur Natal dan Tahun Baru, kata Bram, hampir semua destinasi wisata di Banyuwangi menjadi jujugan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Mengingat, libur natal dan tahun baru ini juga bersamaan dengan libur sekolah. Dari laporan tiket online di beberap destinasi wisata, wisata bahari masih menjadi idola wisatawan. Sebut saja pantai Pulau Merah, Cacalan, Bangsring Under Water (Bunder), dan Grand Watudodol (GWD).

Namun demikian bukan berarti tempat wisata lainnya sepi atau tidak dikunjungi. Wisata Alam Kawah Ijen masih tetap menjadi pilihan atau primadona bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Demikian pula wisata Djawatan masih ramai dikunjungi wisatawan selama libur nataru.

Baca Juga :  Air Terjun Lider

“Trend kunjungan wisatawan di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 sangat baik, termasuk sejumlah pejabat tinggi negara memilih Banyuwangi sebagai tempat berwisata dan berlibur di akhir tahun 2021. Semoga ini pertanda baik bagi perkembangan pariwisata di Banyuwangi,” terang Bram. 

Sementara itu, destinasi wisata kolam renang Pancoran ramai dipadati pengunjung selama libur Nataru. Sepanjang hari Minggu (2/1) hingga pukul 14.30, jumlah pengunjung wisata kolam pemandian yang terletak di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi ini mencapai 1.132 orang dengan jumlah roda dua mencapai 238 unit, dan roda empat sebanyak 94 unit.

Seluruh pengunjung yang hendak masuk wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan dicek suhu tubuh. “Saat masuk juga wajib scan barcode aplikasi pedulilindungi,” jelas Kapolsek Rogojampi, Kompol Sudarsono.

Satgas Kecamatan Rogojampi juga tetap melakukan pemantauan, pengamanan, dan pelayanan sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Rogojampi terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19. “Kita ingin pastikan bahwa kunjungan wisatawan sesuai prokes, dan tidak sampai ada klaster baru Covid-19,” tandasnya.

Membeludaknya pengunjung juga terlihat di tempat wisata Akbar Zoo di Glagah. Pengelola Akbar Zoo Hiparta Nur Salam mengatakan, sejak masa libur sekolah tanggal 27 Desember, jumlah pengunjung terus meningkat. Per hari rata-rata ada 500 orang lebih yang datang. ”Kami sampai menaikan harga tiket, namun tetap saja diserbu oleh pengunjung,’’ kata Nur Salam. 

BANYUWANGI –  Libur tahun baru benar-benar dimanfaatkan warga untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata. Hampir  seluruh tempat wisata unggulan diserbu pengunjung.

Sejak Sabtu (1/1)  hingga Minggu (2/1), rata-rata tempat  wisata di Banyuwangi diserbu ribuan pengunjung. Pengunjung didominasi wisatawan lokal  yang ingin menghabiskan tahun baru bersama keluarga.

Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi tanggal 1 Januari, tercatat 26.000 wisatawan  memenuhi destinasi wisata di Banyuwangi. Sedangkan tanggal 2 Januari hingga pukul 14.00, tercatat  20.000 wisatawan. Angka ini naik signifikan dibanding angka rata-rata harian yang hanya mencapai 7.000 sampai 8.000 orang per hari,

“Peningkatanya sampai tiga kali, empat kali lipat. Angka ini sebenarnya masih belum sebesar  kunjungan tahun 2019 lalu atau sebelum pandemi Covid-19. Saat itu angka kunjungan wisata mencapai 50 ribu orang waktu libur Nataru,” ujar Kepala Disbudpar Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda.

Dari 63 destinasi wisata yang tersebar di Banyuwangi, pengunjung memilih alam terbuka,  termasuk kolam renang dan pantai yang masih menjadi primadona. ”Peningkatannya 400 persen dibanding saat pandemi tahun lalu,’’ kata Bramuda. 

Bramuda menilai, peak atau puncak kunjungan terjadi pada hari Sabtu karena banyak masyarakat yang tak bisa menikmati waktu pergantian tahun baru karena adanya banyak penutupan. “Pengawasan tetap kita lakukan, terutama oleh Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah. Destinasi unggulan seperti Pulau merah, GWD dan Djawatan termasuk Pantai Cacalan masih menjadi primadona,’’ kata Bramuda.

Sebagai upaya mencegah risiko penularan Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab  tetap membatasi jumlah pengunjung pada beberapa tempat destinasi wisata yang dikunjungi banyak orang. Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, pada musim libur akhir tahun 2021, destinasi wisata di Banyuwangi tetap buka, asalkan melakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas normal, itu pun wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Semua tempat wisata wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengetahui kapasitas pengunjung,” tegas Bramuda.

Baca Juga :  Hanya Berusia 20 Hari, Hasil Panen Dibeli Pabrik Kuaci

Pembatasan jumlah pengunjung tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan bersama, baik pengelola maupun pengunjung wisata di Bumi Blambangan. “Kegiatan perekonomian tetap bisa berjalan, namun kesehatan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas kita semua,” kata pejabat yang akrab dipanggil Bram itu.

Selama libur Natal dan Tahun Baru, kata Bram, hampir semua destinasi wisata di Banyuwangi menjadi jujugan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Mengingat, libur natal dan tahun baru ini juga bersamaan dengan libur sekolah. Dari laporan tiket online di beberap destinasi wisata, wisata bahari masih menjadi idola wisatawan. Sebut saja pantai Pulau Merah, Cacalan, Bangsring Under Water (Bunder), dan Grand Watudodol (GWD).

Namun demikian bukan berarti tempat wisata lainnya sepi atau tidak dikunjungi. Wisata Alam Kawah Ijen masih tetap menjadi pilihan atau primadona bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Demikian pula wisata Djawatan masih ramai dikunjungi wisatawan selama libur nataru.

Baca Juga :  Kapal Rute Tanjung Wangi–Lembar Mulai Beroperasi

“Trend kunjungan wisatawan di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 sangat baik, termasuk sejumlah pejabat tinggi negara memilih Banyuwangi sebagai tempat berwisata dan berlibur di akhir tahun 2021. Semoga ini pertanda baik bagi perkembangan pariwisata di Banyuwangi,” terang Bram. 

Sementara itu, destinasi wisata kolam renang Pancoran ramai dipadati pengunjung selama libur Nataru. Sepanjang hari Minggu (2/1) hingga pukul 14.30, jumlah pengunjung wisata kolam pemandian yang terletak di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi ini mencapai 1.132 orang dengan jumlah roda dua mencapai 238 unit, dan roda empat sebanyak 94 unit.

Seluruh pengunjung yang hendak masuk wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan dicek suhu tubuh. “Saat masuk juga wajib scan barcode aplikasi pedulilindungi,” jelas Kapolsek Rogojampi, Kompol Sudarsono.

Satgas Kecamatan Rogojampi juga tetap melakukan pemantauan, pengamanan, dan pelayanan sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Rogojampi terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19. “Kita ingin pastikan bahwa kunjungan wisatawan sesuai prokes, dan tidak sampai ada klaster baru Covid-19,” tandasnya.

Membeludaknya pengunjung juga terlihat di tempat wisata Akbar Zoo di Glagah. Pengelola Akbar Zoo Hiparta Nur Salam mengatakan, sejak masa libur sekolah tanggal 27 Desember, jumlah pengunjung terus meningkat. Per hari rata-rata ada 500 orang lebih yang datang. ”Kami sampai menaikan harga tiket, namun tetap saja diserbu oleh pengunjung,’’ kata Nur Salam. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/