RadarBanyuwangi.id - Beternak burung kenari (Serinus canaria domestica) adalah kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan apabila dilakukan dengan teknik yang tepat.
Dengan memahami alur mulai dari pemilihan indukan, persiapan kandang, penjodohan, hingga merawat anakan, kamu bisa mengembangkan usaha ternak burung kenari bahkan dari rumah. Berikut ini panduan lengkapnya.
Memilih Indukan Berkualitas
Langkah pertama dalam beternak kenari adalah memilih indukan yang unggul.
- Indukan Jantan: Usia minimal 8 bulan, rajin berkicau, postur tegap, dan sehat secara keseluruhan.
- Indukan Betina: Usia sekitar 6 bulan, aktif dan tidak menunjukkan gejala penyakit seperti bulu rontok atau diare.
Untuk pemula, disarankan memilih kenari lokal karena lebih mudah dirawat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik sebelum mencoba jenis hibrida seperti F1 atau Yorkshire.
Menyiapkan Kandang dan Lingkungan
Gunakan kandang satuan berukuran minimal 40×40×45 cm agar burung tetap nyaman dan tidak stres.
- Lokasi: Letakkan di tempat teduh, tidak bising, dan dekat dinding agar stabil.
- Kebersihan: Bersihkan kandang setiap 2-3 hari sekali.
- Suhu Ideal: Jaga suhu ruangan di kisaran 24-28 derajat Celcius.
Lingkungan yang tenang dan kandang yang bersih sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas kenari.
Teknik Penjodohan yang Efektif
Penjodohan merupakan proses penting agar burung mau kawin dan menghasilkan telur.
- Hari 1-3: Tempatkan jantan dan betina dalam kandang berbeda yang berdekatan.
- Hari 4-5: Pindahkan ke kandang yang sama dengan sekat berlubang untuk adaptasi.
- Hari ke-6: Jika keduanya saling mendekat dan berkicau, lepaskan sekat agar terjadi perkawinan.
Perhatikan respons burung selama proses ini. Jika saling menyerang, segera pisahkan dan coba lagi beberapa hari kemudian.
Proses Bertelur dan Penetasan
Setelah berhasil kawin, kenari betina akan mulai bertelur.
- Jumlah Telur: 2-4 butir, dengan jarak 1 hari tiap butir.
- Pengeraman Alami: Sekitar 13-14 hari oleh induk betina.
- Pengeraman Inkubator: Suhu 37-38 derajat Celcius dan kelembapan 60 persen.
Jangan terlalu sering mengganggu induk selama masa pengeraman agar proses berjalan lancar.
Perawatan Anakan Hingga Mandiri
Setelah menetas, anakan kenari sangat rentan dan membutuhkan perawatan khusus.
- Masa Awal (0-3 minggu): Biarkan induk merawat anakan. Tambahkan kuning telur rebus dan voer halus 2–3 kali sehari.
- Usia 20-25 hari: Anakan mulai belajar makan sendiri. Pindahkan ke kandang kecil untuk proses adaptasi.
Pastikan lingkungan tetap hangat dan kandang bersih agar pertumbuhan optimal.
Tips Tambahan untuk Peternak Pemula
- Catat Kalender Bertelur: Gunakan catatan harian atau kalender untuk melacak hari-hari penting seperti kawin dan menetas.
- Pakan Variatif: Tambahkan sayur hijau dan buah beri untuk menunjang nutrisi.
- Kebersihan Sarang: Ganti alas jika kotor, dan semprot sedikit air daun serai untuk mencegah bakteri.
Beternak kenari adalah kegiatan yang tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga dapat mendatangkan penghasilan.
Dengan memahami teknik dasar yang telah dijelaskan secara sistematis di atas, kamu bisa memulai dari skala kecil di rumah, bahkan di ruang terbatas.
Kunci suksesnya terletak pada pemilihan indukan, perawatan kandang, kesabaran dalam proses penjodohan, serta konsistensi dalam memberi pakan dan menjaga kebersihan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi