Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Bawang Merah Bikin Boros? Coba Tanam Sendiri di Botol Bekas dan Polybag

Ali Sodiqin
Penulis: Ali Sodiqin❯

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Harga bawang merah naik turun? Coba tanam sendiri di botol plastik bekas atau polybag. Simak cara memilih bibit, merawat, hingga panen di rumah. (Radar Solo)
Harga bawang merah naik turun? Coba tanam sendiri di botol plastik bekas atau polybag. Simak cara memilih bibit, merawat, hingga panen di rumah. (Radar Solo)

RADAR BANYUWANGI – Harga bawang merah yang naik-turun bisa membuat belanja dapur semakin menguras kantong. Salah satu cara menyiasatinya adalah menanam bawang merah sendiri di rumah, bahkan tanpa kebun luas. Cukup manfaatkan botol plastik bekas atau polybag, siapkan bibit dan media tanam yang tepat, lalu rawat secara rutin hingga umbi siap dipanen dalam sekitar 60–90 hari.

Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu dibutuhkan untuk memasak. Mulai dari tumisan, sambal, hingga aneka masakan berkuah, umbi beraroma tajam ini memiliki peran penting dalam membangun cita rasa makanan.

Namun, ketika harga bawang merah berfluktuasi, pengeluaran rumah tangga bisa ikut terdampak. Menanamnya sendiri dapat menjadi alternatif untuk menyediakan sebagian kebutuhan dapur sekaligus memanfaatkan ruang kosong di teras, balkon, atau halaman sempit.

Tanaman bawang merah relatif memungkinkan dibudidayakan dalam wadah. Kuncinya adalah memilih umbi bibit yang sehat, menggunakan media tanam yang gembur, memastikan drainase berjalan baik, serta memberikan cukup sinar matahari.

Berikut panduan menanam bawang merah di botol plastik bekas dan polybag yang bisa dicoba di rumah.

1. Pilih Bibit Bawang Merah yang Sehat

Keberhasilan budidaya bawang merah dimulai dari pemilihan bibit. Tidak semua umbi yang tersimpan di dapur memiliki kondisi ideal untuk ditanam.

Pilih umbi yang sudah tua, padat, tidak lembek, dan bebas dari bercak busuk. Umbi yang mulai menunjukkan pertumbuhan tunas juga dapat digunakan selama kondisinya masih sehat.

Jika menggunakan bawang merah konsumsi, pastikan umbi belum mengalami kerusakan atau pembusukan. Namun, bibit khusus tanam yang sesuai varietas dan kondisi lingkungan umumnya lebih dapat diandalkan untuk budidaya.

Sebagian pekebun memotong sedikit bagian ujung atas umbi untuk membantu merangsang pertumbuhan tunas. Langkah ini tidak selalu diperlukan, terutama jika umbi sudah bertunas. Hindari memotong bagian pangkal yang menjadi tempat tumbuhnya akar.

2. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur

Bawang merah membutuhkan media tanam yang mampu menyediakan unsur hara sekaligus mengalirkan air dengan baik. Media yang terlalu padat atau terus-menerus basah dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko pembusukan umbi.

Anda bisa membuat campuran media tanam dari tiga bahan berikut:

  • Tanah gembur sebagai media utama.

  • Kompos matang untuk menambah unsur hara.

  • Arang sekam untuk membantu memperbaiki struktur dan aerasi media.

Sebagai campuran awal, gunakan perbandingan volume 1:1:1 antara tanah, kompos, dan arang sekam. Sesuaikan komposisi berdasarkan kondisi bahan yang tersedia, dengan tetap mengutamakan media yang gembur dan tidak menahan air secara berlebihan.

Masukkan campuran ke dalam wadah hingga menyisakan ruang untuk penyiraman. Pastikan media lembap, tetapi tidak becek, sebelum bibit ditanam.

3. Cara Menanam Bawang Merah di Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas air mineral dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam sederhana. Cara ini cocok untuk memanfaatkan barang bekas sekaligus menghemat ruang di rumah.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan botol plastik. Gunakan botol berukuran cukup besar, misalnya 1,5 liter atau 5 liter, agar tersedia ruang bagi media dan pertumbuhan akar.

  2. Buat lubang drainase. Lubangi bagian dasar botol untuk mengalirkan kelebihan air. Jika membuat lubang tanam di sisi botol, pastikan ukurannya cukup untuk memasukkan umbi tanpa membuat media mudah tumpah.

  3. Masukkan media tanam. Isi botol dengan campuran tanah, kompos, dan arang sekam.

  4. Tanam umbi. Letakkan umbi dengan bagian tunas menghadap ke atas dan pangkal akar menghadap ke bawah. Benamkan sebagian umbi ke media.

  5. Atur posisi wadah. Letakkan botol di tempat yang memperoleh sinar matahari memadai dan memiliki sirkulasi udara baik.

Jangan menanam umbi terlalu rapat. Ruang yang cukup membantu daun memperoleh cahaya dan mengurangi persaingan antartanaman.

Perhatikan pula kestabilan botol, terutama jika digantung atau dipasang secara vertikal. Wadah harus mampu menahan berat media dan air setelah penyiraman.

4. Cara Menanam Bawang Merah di Polybag

Jika menginginkan ruang tumbuh yang lebih luas, polybag bisa menjadi pilihan. Wadah ini juga memudahkan pengaturan media tanam dan pemindahan tanaman sesuai kebutuhan.

Cara menanam bawang merah di polybag dapat dilakukan melalui langkah berikut:

  1. Pilih polybag yang sesuai. Gunakan wadah berukuran sekitar 30 × 30 sentimeter atau lebih besar, dengan lubang drainase yang memadai.

  2. Isi media tanam. Masukkan campuran tanah gembur, kompos matang, dan arang sekam.

  3. Atur jarak tanam. Tempatkan umbi dengan jarak sekitar 8–10 sentimeter jika ukuran wadah memungkinkan.

  4. Tanam pada kedalaman yang sesuai. Letakkan umbi dengan tunas menghadap ke atas, lalu tutup tipis bagian bawahnya dengan media.

  5. Siram secukupnya. Basahi media hingga lembap tanpa membuat air menggenang.

Jumlah bibit dalam satu polybag perlu disesuaikan dengan diameter wadah. Jangan memaksakan terlalu banyak umbi hanya untuk mengejar jumlah tanaman karena persaingan ruang, cahaya, dan unsur hara dapat menghambat pembentukan umbi.

5. Rawat Bawang Merah agar Tumbuh Subur

Setelah penanaman, perawatan menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan daun dan pembentukan umbi. Penyiraman, cahaya matahari, pemupukan, serta pengendalian gulma perlu dilakukan secara teratur.

Penyiraman. Jaga media tetap lembap, terutama pada awal pertumbuhan. Frekuensi penyiraman tidak harus selalu dua kali sehari karena bergantung pada cuaca, ukuran wadah, dan kelembapan media. Periksa kondisi tanah sebelum menambahkan air.

Sinar matahari. Bawang merah membutuhkan cahaya yang cukup untuk tumbuh optimal. Tempatkan wadah di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung selama beberapa jam sehari, lalu sesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan.

Pemupukan. Gunakan kompos matang atau pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Jika memakai pupuk cair organik, ikuti dosis pada petunjuk produk dan hindari pemberian berlebihan yang dapat merusak tanaman.

Pengendalian gulma. Bersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak bersaing memperebutkan air, cahaya, dan unsur hara.

Drainase. Pastikan air tidak menggenang di dalam botol atau polybag. Media yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko akar dan umbi membusuk.

Periksa pula daun dan pangkal tanaman secara berkala. Jika muncul bercak, perubahan warna yang tidak biasa, atau tanda serangan hama, segera evaluasi kondisi tanaman dan lingkungan tumbuhnya.

6. Kapan Bawang Merah Siap Dipanen?

Bawang merah umumnya dapat dipanen sekitar 60–90 hari setelah tanam, bergantung pada varietas, kondisi cuaca, media tanam, dan perawatan.

Ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan untuk menentukan waktu panen:

  • Sebagian besar daun mulai menguning dan mengering.

  • Pangkal batang melemah atau mulai rebah.

  • Umbi sudah terbentuk dan terlihat membesar di permukaan media.

  • Tanaman menunjukkan tanda-tanda memasuki fase akhir pertumbuhan.

Jangan hanya mengandalkan jumlah hari setelah penanaman. Perhatikan kondisi tanaman secara keseluruhan agar umbi dipanen pada tingkat kematangan yang sesuai.

Saat panen, longgarkan media terlebih dahulu jika diperlukan, kemudian cabut tanaman dengan hati-hati agar umbi tidak terluka. Bersihkan tanah yang menempel tanpa merusak kulit umbi.

Setelah itu, keringkan bawang merah di tempat yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Lama pengeringan bergantung pada cuaca dan kondisi umbi. Hindari menyimpan bawang dalam keadaan basah karena kelembapan berlebih dapat mempercepat pembusukan.

Tips agar Menanam Bawang Merah di Rumah Lebih Efektif

Agar budidaya bawang merah di botol bekas maupun polybag memberikan hasil yang lebih baik, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan bibit yang sehat dan sesuai untuk ditanam.

  • Pastikan setiap wadah memiliki lubang drainase.

  • Jangan menanam umbi terlalu rapat.

  • Berikan sinar matahari yang cukup.

  • Sesuaikan penyiraman dengan kelembapan media dan cuaca.

  • Gunakan pupuk sesuai kebutuhan, bukan secara berlebihan.

  • Panen berdasarkan tanda kematangan tanaman, bukan hanya perkiraan waktu.

Perlu diingat, menanam bawang merah sendiri tidak otomatis membuat pengeluaran dapur berkurang dalam jumlah besar. Hasil panen dipengaruhi jumlah bibit, ukuran wadah, kondisi lingkungan, dan keberhasilan pembentukan umbi.

Meski begitu, memanfaatkan botol plastik bekas dan polybag dapat menjadi cara sederhana untuk menghasilkan sebagian kebutuhan bawang merah di rumah. Selain memanfaatkan ruang terbatas, kegiatan ini juga memberi kesempatan untuk belajar berkebun sekaligus memanfaatkan barang bekas secara produktif. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Tanah, Pakai Botol Bekas Bisa Tumbuh Subur dan Cepat Panen

Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Tanah, Pakai Botol Bekas Bisa Tumbuh Subur dan Cepat Panen

Cara menanam bawang merah tanpa tanah bisa memakai botol bekas dan sistem hidroponik. Simak langkah, nutrisi AB Mix, perawatan, dan tips panen.

Panduan Nutrisi AB Mix untuk Bawang Merah Hidroponik: Takaran PPM, pH, dan Cara Mengaturnya

Panduan Nutrisi AB Mix untuk Bawang Merah Hidroponik: Takaran PPM, pH, dan Cara Mengaturnya

Pelajari cara menanam bawang merah hidroponik tanpa tanah, mulai dari memilih bibit, meracik nutrisi AB Mix, merawat akar, hingga panen di rumah.

Bawang Merah Bisa Tumbuh Pakai Air, Ini Trik Hidroponik untuk Pemula

Bawang Merah Bisa Tumbuh Pakai Air, Ini Trik Hidroponik untuk Pemula

Pelajari cara menanam bawang merah hidroponik tanpa tanah, mulai dari memilih bibit, meracik nutrisi AB Mix, merawat akar, hingga panen di rumah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer