Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Apple Diam-Diam Akuisisi Startup AI Israel, Nilainya Tembus Rp33 Triliun

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 3 Februari 2026 | 07:15 WIB
Apple akuisisi startup AI Israel Q.ai senilai hampir Rp33 triliun.
Apple akuisisi startup AI Israel Q.ai senilai hampir Rp33 triliun.

RADARBANYUWANGI.ID - Apple kembali menjadi sorotan industri teknologi global.

Perusahaan raksasa asal Cupertino itu dikabarkan telah mengakuisisi Q.ai, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) berbasis di Israel.

Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya Apple memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI yang semakin ketat.

Mengutip laporan Engadget pada Senin, Apple tidak secara terbuka mengungkapkan nilai akuisisi tersebut.

Namun, sumber yang dikutip Financial Times menyebutkan bahwa total nilai kesepakatan mendekati 2 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp33 triliun.

Nilai ini menjadikan akuisisi Q.ai sebagai salah satu transaksi terbesar Apple di sektor AI dalam beberapa tahun terakhir.

Apa Itu Q.ai dan Mengapa Diakuisisi Apple?

Q.ai merupakan startup AI yang didirikan pada 2022 dan berbasis di Israel, negara yang dikenal sebagai salah satu pusat inovasi teknologi dunia.

Menurut laporan TechCrunch, perusahaan ini mendapat dukungan pendanaan dari investor besar seperti Kleiner Perkins, Gradient Ventures, serta sejumlah investor ternama lainnya.

Wakil Presiden Senior Apple untuk Teknologi Perangkat Keras, Johny Srouji, menyampaikan bahwa Q.ai menghadirkan pendekatan baru dan kreatif dalam pemanfaatan pembelajaran mesin.

“Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin,” ujar Srouji dalam pernyataan resminya, mengutip Antara.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Apple melihat potensi besar pada teknologi inti yang dikembangkan Q.ai, khususnya dalam menggabungkan AI dengan perangkat keras.

Potensi Teknologi Q.ai untuk Wearable Apple

Meski belum mengungkapkan secara rinci bagaimana Q.ai akan diintegrasikan, rekam jejak startup ini memberikan gambaran arah pengembangan Apple ke depan.

Financial Times melaporkan bahwa paten-paten yang diajukan Q.ai menunjukkan teknologi yang dapat diterapkan pada perangkat seperti headphone atau kacamata pintar.

Teknologi tersebut memanfaatkan “gerakan mikro kulit wajah” sebagai sarana komunikasi tanpa perlu berbicara.

Dengan kata lain, pengguna dapat mengendalikan atau berinteraksi dengan perangkat hanya melalui ekspresi wajah yang sangat halus.

Jika benar diimplementasikan, inovasi ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi pengembangan perangkat wearable berbasis AI, seperti AirPods generasi mendatang atau kacamata pintar Apple yang selama ini hanya menjadi bahan spekulasi.

Tim Q.ai Bergabung dengan Apple

Sebagai bagian dari kesepakatan akuisisi, tim pendiri Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels, akan bergabung dengan Apple.

Nama Maizels bukanlah sosok baru bagi Apple.

Sebelumnya, ia mendirikan PrimeSense, perusahaan teknologi pendengaran tiga dimensi yang diakuisisi Apple pada 2013.

Teknologi PrimeSense sendiri kemudian menjadi fondasi bagi pengembangan sensor pada perangkat Apple, termasuk teknologi pengenalan wajah.

Fakta ini memperkuat keyakinan bahwa Apple melihat Q.ai bukan sekadar akuisisi teknologi, melainkan investasi pada talenta dan visi jangka panjang.

Strategi Apple Mengejar Ketertinggalan AI

Dalam beberapa bulan terakhir, industri teknologi ramai berspekulasi bahwa akuisisi merupakan jalur tercepat bagi Apple untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan AI, terutama dibandingkan para pesaingnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan CEO Apple, Tim Cook, dalam forum laporan keuangan kuartal ketiga pada Juli 2025.

Saat itu, Cook menyatakan, “Kami terbuka terhadap M&A yang dapat mempercepat peta jalan kami.”

Akuisisi Q.ai tampaknya menjadi wujud nyata dari pernyataan tersebut, sekaligus sinyal bahwa Apple siap bergerak lebih agresif di ranah AI.

Momentum Menjelang Laporan Keuangan Apple

Kabar akuisisi ini muncul hanya beberapa jam sebelum Apple merilis laporan keuangan kuartalan pertamanya.

Para analis memperkirakan pendapatan Apple mencapai sekitar 138 miliar dolar AS pada periode tersebut.

Selain itu, periode ini diproyeksikan menjadi pertumbuhan penjualan iPhone terkuat Apple dalam empat tahun terakhir.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#apple