Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Search Engine AI Makin Ngetren, ChatGPT Pecahkan Rekor Pengguna di Eropa

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 23 April 2025 | 05:15 WIB
ChatGPT Search raih 41,3 juta pengguna aktif bulanan di Eropa, dekati batas regulasi DSA Uni Eropa, potensi jadi pesaing serius Google.
ChatGPT Search raih 41,3 juta pengguna aktif bulanan di Eropa, dekati batas regulasi DSA Uni Eropa, potensi jadi pesaing serius Google.

RadarBanyuwangi.id - Perkembangan pesat teknologi pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin menonjol di kawasan Eropa.

ChatGPT Search, layanan mesin pencari AI dari OpenAI, kini mencatat pertumbuhan signifikan dengan 41,3 juta pengguna aktif bulanan rata-rata dalam enam bulan terakhir hingga 31 Maret 2025.

Informasi tersebut diungkapkan melalui laporan resmi OpenAI Ireland Limited, cabang operasional OpenAI di Uni Eropa, sebagai bagian dari kepatuhan terhadap ketentuan Digital Services Act (DSA).

Angka terbaru ini menunjukkan lonjakan drastis dibandingkan periode sebelumnya yang berakhir Oktober 2024, di mana ChatGPT Search hanya memiliki sekitar 11,2 juta pengguna aktif bulanan.

DSA mendefinisikan "pengguna aktif bulanan" sebagai individu yang berinteraksi langsung dengan suatu layanan daring, termasuk dengan melihat, mengakses, atau memberikan informasi.

Regulasi ini menetapkan bahwa platform daring dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan wajib memenuhi berbagai kewajiban tambahan, seperti memberikan opsi untuk tidak mengikuti sistem rekomendasi berbasis profil, berbagi data dengan peneliti dan otoritas, serta menjalani audit eksternal.

Jika tren pertumbuhan saat ini berlanjut, ChatGPT Search diperkirakan segera melampaui ambang batas tersebut, yang akan menjadikannya subjek regulasi ketat di bawah DSA.

Kegagalan untuk mematuhi ketentuan tersebut dapat mengakibatkan sanksi serius, termasuk denda hingga 6 persen dari pendapatan global dan potensi penangguhan operasional sementara di wilayah Uni Eropa.

Diluncurkan pada tahun 2024, ChatGPT Search mulai menunjukkan eksistensinya sebagai alternatif mesin pencari digital.

Survei pada September lalu mencatat bahwa 8 persen responden menyatakan lebih memilih ChatGPT sebagai mesin pencari utama ketimbang Google.

Meskipun demikian, Google masih mendominasi pasar pencarian daring dengan volume pencarian 373 kali lebih besar dibanding ChatGPT.

Namun, meskipun terlihat menjanjikan sebagai mesin pencari pengganti Google, mesin pencari berbasis AI masih memiliki tantangan yakni pada akurasinya.

Studi menunjukkan bahwa ChatGPT Search sempat salah mengidentifikasi hingga 67 persen artikel dalam satu pengujian.

Studi lainnya menyoroti ketidakakuratan dalam penyajian berita, termasuk dari sumber resmi yang telah menjalin kerja sama lisensi dengan OpenAI.

OpenAI menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan akurasi hasil pencarian ChatGPT, sembari memastikan kepatuhan terhadap peraturan digital internasional seperti DSA.

Upaya ini mencerminkan kebutuhan akan pencarian informasi yang tidak hanya cepat dan relevan, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab secara etika serta legal. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ChatGPT search #digital service act #openai #teknologi eropa #ai search engine