Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Facebook , Dianggap Usang oleh Pegiat Medsos Gen-Z

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 12 Mei 2024 | 15:30 WIB

 

TETAP EKSIS: Grup Facebook Jawa Pos Radar Banyuwangi.
TETAP EKSIS: Grup Facebook Jawa Pos Radar Banyuwangi.
 

Radarbanyuwangi.id - Indonesia adalah negara pengguna Facebook terbesar kedua dunia dengan total pengguna mencapai 35 juta. Negara berpenduduk 230 juta orang ini hanya kalah dari Amerika Serikat yang pengguna Facebook-nya hampir 150 juta.

Situs web yang setiap hari meng-update jumlah pengguna Facebook ini bahkan mencatat populasi pengguna Facebook Tanah Air mencapai seratus persen. Artinya, semua pengguna Internet di Indonesia kemungkinan besar memiliki akun Facebook.

Perkembangan media sosial di Indonesia, memang tak lepas dari peran teknologi digital networking dunia. Situs jejaring sosial Facebook juga telah menjadi raksasa media sosial dunia, maka pengaruhnya terhadap Indonesia juga sangatlah besar.

Sebagai platform media sosial terbesar, Facebook juga memiliki YouTube dan WhatsApp yang juga masing-masing memiliki miliaran pengguna di seluruh dunia. Teknologi media sosial telah diadopsi dengan cepat dan terus meluas sehingga akan semakin mudah menemukan teman, hingga akses informasi.

Bahkan, media sosial juga mampu mengatur untuk menuntut suatu perubahan politik. Tak heran jika Facebook saat ini lebih digemari kalangan dewasa. Ini tecermin dalam sebuah studi dari Pew Research Center yang menyebut Facebook ditinggal pengguna internet dari Gen Z.

Ini terjadi karena Gen Z melihat jika Facebook memiliki kekuarangan untuk dipakai menyebarkan konten yang berbasis visual seperti foto dan video.

“Kalau untuk dipakai ngonten, sebagai orang yang cari duitnya dari konten di medsos, saya lebih baik di Instagram atau Tiktok,” kata salah satu pegiat media sosial Banyuwangi, Dafa Ramadhan pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Menurutnya, algoritma penyebaran konten di Instagram atau Tiktok lebih bisa menunjang pekerjaannya, ketimbang di Facebook.

“Algoritmanya lebih enak untuk cari like dan viewer. Kan itu yang dinilai klien yang mau endorse. Kalau untuk medsos pribadi yang entah mau curhat atau apa, di Facebook masih nyaman,” terangnya. (sas/bay)

 

Editor : Niklaas Andries
#whatsapp #indonesia #media sosial #teknologi #youtube #tanah air #facebook