RadarBanyuwangi.id – Cobek atau mortar merupakan alat dapur yang telah ada sejak zaman dahulu. Alat ini berfungsi untuk menghaluskan atau mencampurkan bumbu masakan.
Fungsi cobek tidak hanya digunakan untuk menggerus bumbu dasar. Perannya juga dinilai besar dalam pembuatan sambal yang merupakan pelengkap makan favorit warga Indonesia.
Namun, memilih cobek berkualitas memang gampang-gampang susah. Kuncinya, wajib teliti pada kualitas bahan yang digunakan, hingga mencermati jenis cobek apa diinginkan.
Cobek dan ulekan merupakan alat yang penting dalam aktivitas masak-memasak rumah tangga untuk mengulek dan melumat bumbu dapur.
”Cobek ini juga berfungsi untuk membuat sambal,” ungkap Yakom, seorang pedagang rujak di Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Salah satu jenis cobek yang dipilih Yakom adalah cobek batu.
Ada bermacam-macam cobek batu, tergantung jenis batu yang digunakan. Cobek dari batu kali atau batu andesit, biasanya yang sangat baik kualitasnya.
Sebab, cobek dari batu ini lebih kokoh atau tidak mudah rontok. Sehingga bahan-bahan yang dihaluskan tidak akan bercampur dengan serpihan batu dari cobek atau tidak ngeres.
Sementara itu, menghaluskan bumbu dengan cobek batu juga akan lebih mudah bila dibanding dengan jenis cobek yang lain. Cobek asal Gunung Merapi terkenal sebagai cobek yang bagus.
”Batu yang digunakan untuk cobek batu biasa berasal dari batu kali, gunung, atau candi,” jelas Yakom.
Cobek batu biasanya dijual satu paket dengan ulekan. Cobek batu mempunyai ukuran yang bermacam-macam mulai dari diameter 17 sentimeter (cm) hingga 60 cm.
”Kalau saat ini jika mau membeli cobek batu wajib berhati- hati karena banyak cobek batu palsu yang dibuat dari semen,” ujar perempuan asal Rogojampi ini.
Yakom menyebut, sekilas cobek semen dan cobek batu memang terlihat sama. Padahal, cobek semen tidak sekuat cobek batu dan terkadang serpihan semen bisa remuk dan tercampur dalam sambal atau bumbu dapur yang dihaluskan.
”Kalau cobek batu lebih kuat dan tahan lama. Kalau untuk bumbu yang keras sekalipun tinggal pukul langsung hancur dan tinggal ngulek menghaluskan,” jelasnya.
Tingkat kecekungan cobek bisa berbeda-beda. Ada yang dalam menyerupai mangkuk atau lumpang, ada juga yang datar.
Ulekan juga mempunyai bentuk yang berbeda-beda, paling umum adalah bulat panjang dengan sistem menggenggam seperti memegang pistol.
”Kalau cobek batu ini berat, jadi tidak mudah geser saat dipakai menghaluskan bumbu dapur. Selain itu, hasilnya lebih halus dan aroma bumbu tidak mudah berubah,” tandas Yakom. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin