Puluhan petugas dari Dinas PU Pengairan bersama warga dan anggota TNI dari Kodim 0825 Banyuwangi, Senin (13/2) bergotong royong membersihkan puing-puing akibat luapan Sungai Kalilo Banyuwangi. Selain membersihkan puing, petugas gabungan juga memasang sandbag untuk menahan laju air agar tak masuk ke permukiman warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi curah hujan masih akan terjadi hingga akhir Desember. BMKG juga memberikan peringatan dini terkait gelombang laut di pantai wilayah selatan.
Banjir yang menggenangi lima kelurahan di kota Banyuwangi menjadi perhatian tersendiri bagi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo. Menurut Guntur, selain curah hujan tinggi, banjir juga diakibatkan terjadinya pendangkalan di sepanjang aliran Sungai Kalilo.
Hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda kota Banyuwangi dan sekitarnya, Senin (28/11) petang. Hujan yang berlangsung tujuh jam lebih itu memicu genangan di mana-mana. Kendaraan banyak yang terjebak macet ketika melintas di sepanjang Jalan A. Yani Banyuwangi.
Hujan deras disertai angin kencang, merusak rumah milik Muhammad Thohir, 45, yang tinggal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Di rumah ini, bangunan di bagian atap ambruk.
Warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dikejutkan suara gemuruh pada Rabu (23/11) pagi. Suara itu ternyata dari rumah milik pasangan suami istri (pasutri) Boimin, 43, dan Suharina, 40, yang ambruk.