alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Rio Waida Empat Kali Berlatih di G-Land

TEGALDLIMO, Radar Banyuwangi  Wajah Rio Waida terlihat semringah usai turun dari podium konferensi pers di arena World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land), Sabtu siang (28/5). Peselancar  Indonesia satu-satunya di kompetisi selancar paling bergengsi di dunia itu  berhasil melaju dengan mulus di hari pertama usai mengalahkan  peringkat satu dunia, Felipe Toledo.

”Ombaknya sangat bagus. Angin tidak terlalu keras. Semoga berlanjut di final dan membuat Indonesia bisa naik podium,’’ ujar Rio Waida kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Peselancar yang menetap di Bali itu sangat mengagumi ombak G-Land. Ombaknya sangat bagus untuk event selancar dunia.  ”Saya senang sekali bisa bertanding di G-Land. Saya tak peduli siapa lawannya nanti di final. Bagi saya ini keempat kalinya berlatih di G-Land,’’ kata Rio Waida sembari menenteng papan selancar. Dia berharap atlet peselancar Indonesia bisa mengikuti jejaknya.

Sabtu lalu (28/5), Rio melaju ke babak 16 besar. Penampilan hari pertamanya tersebut tidak ada kendala yang berarti. “Tidak ada banyak kendala, yang penting percaya diri saja,” kata dia.

Di WSL kali ini Rio diharapkan bisa menjadi juara.  Berbekal juara di kejuaraan bergengsi Sydney Surf Pro 2022 nomor Open Mens yang digelar di Manly Beach, Australia pada 17-24 Mei 2022 lalu, Rio optimistis bisa meraih juara di WSL tahun ini.

OPTIMISTIS JUARA: Rio Waida (kanan) mengaku senang bermain di G-Land. Dia sudah empat kali menjajal ombak Pantai Plengkung. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

“Saya senang berada di sini, dan saya datang ke sini untuk menang. Saya akan berusaha keras untuk bisa menjadi juara di Indonesia,” kata Rio.

Pelatih Rio, Tipi Jabrik mengaku tidak terlalu terkejut dengan hasil yang ditorehkan Rio di hari pertama. Menurutnya performa Rio setelah kembali dari Olimpiade 2020 di Tokyo, kepercayaan dirinya telah berada di atas rata-rata. “Saya tidak terlalu terkejut Rio bisa mengalahkan peringkat satu dunia. Setelah kembali dari Olimpiade, kepercayaan diri Rio di atas rata-rata. Di pertandingan ini saya menilai performa Rio 80 persen,” kata Tipi.

Pria yang juga Sekjen Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) itu mengatakan, Rio telah mampu mengubah tekanan menjadi motivasi.  Namun Tipi mengingatkan agar Rio tetap fokus ke pertandingan selanjutnya. “Yang Rio butuhkan adalah fokus, karena 24 peselancar di WSL ini semua hebat-hebat,” katanya.

Tipi yang juga mantan atlet selancar tersebut mengatakan, sangat sulit memprediksi hasil di selancar. Karena selain harus mengalahkan diri sendiri dan lawan, ada faktor lainnya yakni alam karena selancar arenanya adalah alam.  “Memprediksi surfing susah sekali. Pertandingan di alam, sehingga peluangnya sama 50-50 (fifty-fifty),” tambah Tipi.

Di Olimpiade Tokyo 2022, Rio berhasil masuk 16 besar. Namun peselancar asal Bali tersebut, gagal melaju ke perempat final.

Sementara itu, angin darat yang sangat kuat Minggu (29/5) lalu memaksa pertandingan dihentikan.

Angin darat menyebabkan ombak yang buruk dan sedikit peluang bagi pesaing. Tim tur dan kompetisi WSL akan mempertimbangkan untuk memulai kembali kompetisi hari ini ketika kondisi ombak lebih menguntungkan. (aif)

TEGALDLIMO, Radar Banyuwangi  Wajah Rio Waida terlihat semringah usai turun dari podium konferensi pers di arena World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land), Sabtu siang (28/5). Peselancar  Indonesia satu-satunya di kompetisi selancar paling bergengsi di dunia itu  berhasil melaju dengan mulus di hari pertama usai mengalahkan  peringkat satu dunia, Felipe Toledo.

”Ombaknya sangat bagus. Angin tidak terlalu keras. Semoga berlanjut di final dan membuat Indonesia bisa naik podium,’’ ujar Rio Waida kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Peselancar yang menetap di Bali itu sangat mengagumi ombak G-Land. Ombaknya sangat bagus untuk event selancar dunia.  ”Saya senang sekali bisa bertanding di G-Land. Saya tak peduli siapa lawannya nanti di final. Bagi saya ini keempat kalinya berlatih di G-Land,’’ kata Rio Waida sembari menenteng papan selancar. Dia berharap atlet peselancar Indonesia bisa mengikuti jejaknya.

Sabtu lalu (28/5), Rio melaju ke babak 16 besar. Penampilan hari pertamanya tersebut tidak ada kendala yang berarti. “Tidak ada banyak kendala, yang penting percaya diri saja,” kata dia.

Di WSL kali ini Rio diharapkan bisa menjadi juara.  Berbekal juara di kejuaraan bergengsi Sydney Surf Pro 2022 nomor Open Mens yang digelar di Manly Beach, Australia pada 17-24 Mei 2022 lalu, Rio optimistis bisa meraih juara di WSL tahun ini.

OPTIMISTIS JUARA: Rio Waida (kanan) mengaku senang bermain di G-Land. Dia sudah empat kali menjajal ombak Pantai Plengkung. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

“Saya senang berada di sini, dan saya datang ke sini untuk menang. Saya akan berusaha keras untuk bisa menjadi juara di Indonesia,” kata Rio.

Pelatih Rio, Tipi Jabrik mengaku tidak terlalu terkejut dengan hasil yang ditorehkan Rio di hari pertama. Menurutnya performa Rio setelah kembali dari Olimpiade 2020 di Tokyo, kepercayaan dirinya telah berada di atas rata-rata. “Saya tidak terlalu terkejut Rio bisa mengalahkan peringkat satu dunia. Setelah kembali dari Olimpiade, kepercayaan diri Rio di atas rata-rata. Di pertandingan ini saya menilai performa Rio 80 persen,” kata Tipi.

Pria yang juga Sekjen Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) itu mengatakan, Rio telah mampu mengubah tekanan menjadi motivasi.  Namun Tipi mengingatkan agar Rio tetap fokus ke pertandingan selanjutnya. “Yang Rio butuhkan adalah fokus, karena 24 peselancar di WSL ini semua hebat-hebat,” katanya.

Tipi yang juga mantan atlet selancar tersebut mengatakan, sangat sulit memprediksi hasil di selancar. Karena selain harus mengalahkan diri sendiri dan lawan, ada faktor lainnya yakni alam karena selancar arenanya adalah alam.  “Memprediksi surfing susah sekali. Pertandingan di alam, sehingga peluangnya sama 50-50 (fifty-fifty),” tambah Tipi.

Di Olimpiade Tokyo 2022, Rio berhasil masuk 16 besar. Namun peselancar asal Bali tersebut, gagal melaju ke perempat final.

Sementara itu, angin darat yang sangat kuat Minggu (29/5) lalu memaksa pertandingan dihentikan.

Angin darat menyebabkan ombak yang buruk dan sedikit peluang bagi pesaing. Tim tur dan kompetisi WSL akan mempertimbangkan untuk memulai kembali kompetisi hari ini ketika kondisi ombak lebih menguntungkan. (aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/