alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

”Terima kasih Banyuwangi atas kegigihannya untuk menggelar event internasional ini. Suatu kebanggaan buat kita semua,” ujar Menpora Amali

Menpora Resmi Buka WSL 2022

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar BanyuwangiEvent World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land) resmi dibuka sore kemarin (27/5). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali membuka secara langsung ajang liga selancar paling bergengsi sejagat tersebut.

Sebelumnya, para peselancar lima terbaik dunia telah datang ke Banyuwangi sejak beberapa hari lalu. Mereka di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Jepang, Australia, Kosta Rika, Afrika Selatan, Prancis, hingga Hawaii. Mereka bakal berlaga pada ajang WSL yang dihelat mulai hari ini (28/5) hingga 6 Juni mendatang.

Keberhasilan Banyuwangi hingga dipercaya sebagai tuan rumah WSL mendapat apresiasi langsung dari Menpora Amali. ”Terima kasih Banyuwangi atas kegigihannya untuk menggelar event internasional ini. Suatu kebanggaan buat kita semua,” ujarnya didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani.

Amali mengatakan, Banyuwangi telah terkenal berpengalaman menggelar kegiatan olahraga internasional, seperti Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi International BMX, Kite Surfing Internasional, dan sport tourism internasional lainnya. Bahkan, sejumlah event internasional di Banyuwangi selalu berjalan memuaskan, seperti Tour de Banyuwangi Ijen yang mendapat nilai ”excellence” dari Persatuan Sepeda Dunia (UCI).

Amali menjelaskan, Indonesia saat ini terus mendorong sport tourism seperti yang dilakukan di Banyuwangi. ”Arahan Presiden Jokowi untuk dukung sport tourism. Itu yang membuat kami terus mendorong agar event olahraga internasional ditarik ke Indonesia. Seperti WSL yang digelar di Banyuwangi,” terangnya.

Menpora Amali menambahkan, potensi Indonesia untuk menggeber sport tourism sangat banyak. ”Kita mencoba untuk mendorong potensi ini sehingga mendapat manfaat dari sisi ekonomi,” imbuhnya.

Khusus untuk surfing, Menpora juga akan mendukung Banyuwangi untuk mengembangkan olahraga tersebut, apalagi selancar resmi akan diperlombakan di ajang olimpiade. ”Untuk WSL tahun depan akan kembali kami gelar di Banyuwangi,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan banyak pihak terhadap Banyuwangi. ”Terima kasih banyak atas dukungan banyak pihak yang begitu luar biasa pada Banyuwangi untuk menggelar WSL ini. Terima kasih Pak Menpora atas dukungannya,” ujar mantan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyuwangi tersebut.

MANUVER: Peselancar menjajal arena WSL yang memiliki ombak terbaik di dunia dengan panjang gelombang bisa mencapai 2 kilometer. (Radamada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Ipuk mengatakan, WSL bisa menjadi momentum untuk pemulihan dan peningkatan ekonomi. ”Itulah yang membuat kami selama ini juga fokus menggelar banyak event sport tourism, karena banyak memiliki dampak positif pada ekonomi,” kata dia.

Sementara itu, pembukaan WSL ditandai dengan penampilan tari gandrung dan barong yang menceritakan tentang Taman Nasional Alas Purwo, tempat Pantai Plengkung berada. Penampilan para seniman tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta WSL. Suasana kian meriah saat para peserta mendapat penyematan udeng khas Banyuwangi. (sgt/aif/c1)

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar BanyuwangiEvent World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung (G-Land) resmi dibuka sore kemarin (27/5). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali membuka secara langsung ajang liga selancar paling bergengsi sejagat tersebut.

Sebelumnya, para peselancar lima terbaik dunia telah datang ke Banyuwangi sejak beberapa hari lalu. Mereka di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Jepang, Australia, Kosta Rika, Afrika Selatan, Prancis, hingga Hawaii. Mereka bakal berlaga pada ajang WSL yang dihelat mulai hari ini (28/5) hingga 6 Juni mendatang.

Keberhasilan Banyuwangi hingga dipercaya sebagai tuan rumah WSL mendapat apresiasi langsung dari Menpora Amali. ”Terima kasih Banyuwangi atas kegigihannya untuk menggelar event internasional ini. Suatu kebanggaan buat kita semua,” ujarnya didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani.

Amali mengatakan, Banyuwangi telah terkenal berpengalaman menggelar kegiatan olahraga internasional, seperti Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi International BMX, Kite Surfing Internasional, dan sport tourism internasional lainnya. Bahkan, sejumlah event internasional di Banyuwangi selalu berjalan memuaskan, seperti Tour de Banyuwangi Ijen yang mendapat nilai ”excellence” dari Persatuan Sepeda Dunia (UCI).

Amali menjelaskan, Indonesia saat ini terus mendorong sport tourism seperti yang dilakukan di Banyuwangi. ”Arahan Presiden Jokowi untuk dukung sport tourism. Itu yang membuat kami terus mendorong agar event olahraga internasional ditarik ke Indonesia. Seperti WSL yang digelar di Banyuwangi,” terangnya.

Menpora Amali menambahkan, potensi Indonesia untuk menggeber sport tourism sangat banyak. ”Kita mencoba untuk mendorong potensi ini sehingga mendapat manfaat dari sisi ekonomi,” imbuhnya.

Khusus untuk surfing, Menpora juga akan mendukung Banyuwangi untuk mengembangkan olahraga tersebut, apalagi selancar resmi akan diperlombakan di ajang olimpiade. ”Untuk WSL tahun depan akan kembali kami gelar di Banyuwangi,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan banyak pihak terhadap Banyuwangi. ”Terima kasih banyak atas dukungan banyak pihak yang begitu luar biasa pada Banyuwangi untuk menggelar WSL ini. Terima kasih Pak Menpora atas dukungannya,” ujar mantan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyuwangi tersebut.

MANUVER: Peselancar menjajal arena WSL yang memiliki ombak terbaik di dunia dengan panjang gelombang bisa mencapai 2 kilometer. (Radamada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Ipuk mengatakan, WSL bisa menjadi momentum untuk pemulihan dan peningkatan ekonomi. ”Itulah yang membuat kami selama ini juga fokus menggelar banyak event sport tourism, karena banyak memiliki dampak positif pada ekonomi,” kata dia.

Sementara itu, pembukaan WSL ditandai dengan penampilan tari gandrung dan barong yang menceritakan tentang Taman Nasional Alas Purwo, tempat Pantai Plengkung berada. Penampilan para seniman tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta WSL. Suasana kian meriah saat para peserta mendapat penyematan udeng khas Banyuwangi. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/