alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Porprov Jatim 2022

Kalahkan Lamongan, Sepak Bola Putri Masuk Final

JEMBER, Radar Banyuwangi – Gol tunggal Peni Maisaroh di partai semifinal melawan Kabupaten Lamongan memastikan medali sepak bola Porprov Jatim VII berada di genggaman Banyuwangi. Jika kalah melawan Kota Malang di partai final, Banyuwangi tetap akan membawa pulang medali perak.

Namun, anak asuh Nasrul tak ingin bermain lembek di final nanti. Setelah memastikan lolos kemarin (28/6), para pemain sepak bola putri langsung berikrar untuk tampil all-out di partai final. Mereka akan bermain lebih serius dibanding saat mereka ditahan imbang Kota Malang dengan skor 2-2 di babak penyisihan.

”Anak-anak akan all-out nanti. Di babak putaran grup kemarin kita ditahan imbang. Sebelumnya, kita sempat memimpin dengan dua gol hingga babak kedua,” ujar pelatih sepak bola putri, Nasrul.

Baca Juga :  Kontingen Sepak Bola Tak Boleh Pulang Cepat

Tim sepak bola putri Banyuwangi sempat diprediksi tak menjadi unggulan. Namun, sejak awal pertandingan mereka justru langsung tampil trengginas. Mereka membungkam tim Gresik dengan skor telak 10-0 dan menghabisi tim tuan rumah Jember dengan skor 5-1.

Di partai ketiga, Banyuwangi menahan imbang Kota Malang yang bisa dibilang sebagai tim yang cukup kuat dengan skor 2-2. Sebenarnya, Banyuwangi nyaris menang atas Kota Malang. Sebab, tim Bumi Blambangan itu sempat memimpin di babak pertama dengan skor 2-0

Di pertandingan semifinal melawan Lamongan kemarin, tensi tinggi tampak tersaji. Pemain Banyuwangi terlihat menguasai pertandingan. Namun kepemimpinan wasit yang tampak berat sebelah sempat membuat geram tim pelatih di bench pemain. Bahkan, Direktur Teknik Askab Banyuwangi Bagong Iswahyudi sempat melayangkan protes keras di pinggir lapangan hingga mendapatkan kartu merah dari wasit.

Baca Juga :  Sapu Bersih Semua Poin, Banyuwangi Melenggang ke Delapan Besar

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo mengatakan, dirinya sejak awal optimistis dengan langkah tim sepak bola putri. ”Kita senang akhirnya sepak bola Banyuwangi menembus final, ini yang kita harapkan dari awal,” tegasnya.

Sementara itu, pertandingan final akan digelar di Stadion Notohadinegoro, Jember pada Jumat (1/7) pukul 14.00. Mulanya, partai final sempat direncanakan akan digelar pada malam hari di stadion baru milik Kabupaten Jember, yaitu Jember Sport Garden. ”Namun, pertandingan dipastikan digelar siang hari tanggal 1 Juli. Tadi langsung dilakukan technical meeting,” ujar ofisial cabor sepak bola banyuwangi, Firmansyah. (fre/afi/c1)

JEMBER, Radar Banyuwangi – Gol tunggal Peni Maisaroh di partai semifinal melawan Kabupaten Lamongan memastikan medali sepak bola Porprov Jatim VII berada di genggaman Banyuwangi. Jika kalah melawan Kota Malang di partai final, Banyuwangi tetap akan membawa pulang medali perak.

Namun, anak asuh Nasrul tak ingin bermain lembek di final nanti. Setelah memastikan lolos kemarin (28/6), para pemain sepak bola putri langsung berikrar untuk tampil all-out di partai final. Mereka akan bermain lebih serius dibanding saat mereka ditahan imbang Kota Malang dengan skor 2-2 di babak penyisihan.

”Anak-anak akan all-out nanti. Di babak putaran grup kemarin kita ditahan imbang. Sebelumnya, kita sempat memimpin dengan dua gol hingga babak kedua,” ujar pelatih sepak bola putri, Nasrul.

Baca Juga :  Sabet 3 Emas, Muaythai Siap Turun di Kejurprov

Tim sepak bola putri Banyuwangi sempat diprediksi tak menjadi unggulan. Namun, sejak awal pertandingan mereka justru langsung tampil trengginas. Mereka membungkam tim Gresik dengan skor telak 10-0 dan menghabisi tim tuan rumah Jember dengan skor 5-1.

Di partai ketiga, Banyuwangi menahan imbang Kota Malang yang bisa dibilang sebagai tim yang cukup kuat dengan skor 2-2. Sebenarnya, Banyuwangi nyaris menang atas Kota Malang. Sebab, tim Bumi Blambangan itu sempat memimpin di babak pertama dengan skor 2-0

Di pertandingan semifinal melawan Lamongan kemarin, tensi tinggi tampak tersaji. Pemain Banyuwangi terlihat menguasai pertandingan. Namun kepemimpinan wasit yang tampak berat sebelah sempat membuat geram tim pelatih di bench pemain. Bahkan, Direktur Teknik Askab Banyuwangi Bagong Iswahyudi sempat melayangkan protes keras di pinggir lapangan hingga mendapatkan kartu merah dari wasit.

Baca Juga :  Angkat Ekonomi Warga, Bentuk Kelompok Usaha Bersama

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo mengatakan, dirinya sejak awal optimistis dengan langkah tim sepak bola putri. ”Kita senang akhirnya sepak bola Banyuwangi menembus final, ini yang kita harapkan dari awal,” tegasnya.

Sementara itu, pertandingan final akan digelar di Stadion Notohadinegoro, Jember pada Jumat (1/7) pukul 14.00. Mulanya, partai final sempat direncanakan akan digelar pada malam hari di stadion baru milik Kabupaten Jember, yaitu Jember Sport Garden. ”Namun, pertandingan dipastikan digelar siang hari tanggal 1 Juli. Tadi langsung dilakukan technical meeting,” ujar ofisial cabor sepak bola banyuwangi, Firmansyah. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Untag Sosialisasi Bahaya Narkoba

Ratusan Perawat Raker di Atas Kapal

Puting Beliung Rusak 66 Rumah Warga

Artikel Terbaru

/