alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Porprov Jatim 2022

Kalahkan Pasuruan, Sepak Bola Putra Lolos 8 Besar

JEMBER, Radar Banyuwangi – Terik matahari di Stadion Notohadinegoro, Jember, kemarin siang (21/6) tak menurunkan semangat para pemain sepak bola Banyuwangi. Lewat gol tunggal striker Derby Adi Nugroho, Banyuwangi memastikan kemenangan tipis atas Kota Pasuruan.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Banyuwangi sebagai juara Grup D Porprov Jatim. Tak hanya itu, tim asuhan Eko Suhariyanto dipastikan lolos ke babak 8 besar. Di pertandingan terakhir, Banyuwangi akan menghadapi Kabupaten Mojokerto untuk memastikan statusnya sebagai juara atau runnerup grup.

”Hasil ini cukup untuk memastikan kita lolos ke babak selanjutnya. Tinggal menunggu posisi di pertandingan terakhir,” ujar pelatih tim sepak bola putra, Eko Suhariyanto.

Hasil pertandingan melawan Pasuruan tampaknya cukup emosional bagi pelatih dan pemain Banyuwangi. Eko yang diwawancarai Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa kali menyeka air mata setelah M. Fikri Ardyansyah dan kawan-kawan memastikan kemenangan atas Kota Pasuruan.

Eko mengatakan, pertandingan itu membuat dirinya bisa membuktikan jika tim Banyuwangi juga menjadi favorit di Grup D. Sejak awal, mantan bek Persewangi itu mengaku banyak yang meragukan peluang Banyuwangi bisa lolos dari putaran grup. Apalagi, lawan-lawan mereka di grup tersebut cukup kuat seperti Sidoarjo dan Pasuruan.

Pada pertandingan berikutnya melawan Kabupaten Mojokerto, Eko menginstruksikan anak didiknya tidak bermain santai. ”Dari awal target saya sapu bersih. Anak-anak akan tetap bermain dengan maksimal. Tidak ada lapis satu atau dua. Orang boleh meremehkan kita, tapi jawabannya di lapangan,” tegasnya.

(Grafis: Reza Fairuz/Radar Banyuwangi)

Kapten tim sepak bola putra Fikri Ardyansyah menambahkan, Sidoarjo menurutnya lebih kuat dibanding Pasuruan. Namun, skor pertandingan dengan Pasuruan tak sebanyak saat melawan Sidoarjo karena pertandingan benar-benar berlangsung ketat. ”Besok (lawan Mojokerto) kita akan tetap fight. Supaya mental kemenangan terus terjaga,” imbuhnya.

Kemenangan kedua yang diraih Banyuwangi langsung direspons Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo. Kemarin, Agung langsung menghampiri pemain dan membagikan bonus uang tunai untuk seluruh penggawa Banyuwangi.

Bonus tersebut sebagai salah satu cara untuk memberikan apresiasi dan dukungan positif kepada para pemain. Anggota DPRD Banyuwangi itu berjanji akan menyiapkan bonus kepada tim jika kembali menang pada pertandingan selanjutnya. ”Sepak bola putra dan putri semua sama. Lolos kita beri bonus,” tegas Agung.

Sementara itu, pertandingan melawan Pasuruan kemarin berlangsung cukup ketat. Gol tunggal Banyuwangi tercipta pada menit ke-15. Gelandang Alvaro Chaniaga melepaskan umpan silang setelah berhasil melewati bek sayap lawan. Derby Adi Nugroho yang berada di dekat gawang tak menyia-nyiakan kesempatan. Bola langsung disambar dan berbuah manis dengan satu gol penentu kemenangan tim.

Tim Pasuruan berusaha mati-matian mengejar ketinggalan. Namun, hingga akhir pertandingan tidak ada satu pun peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Pelatih Kota Pasuruan Sudjito mengaku kecewa dengan beberapa keputusan kontroversi selama pertandingan. Baik itu kepemimpinan wasit maupun aturan pergantian pemain yang dinilai tidak tertib.

Sudjito mengaku tak ingin protes lebih jauh. Dia tetap ingin fokus menyelesaikan pertandingan terakhir untuk membuka asa lolos ke delapan besar. ”Kalah ya sudah kalah, keputusan wasit seperti itu memang biasa dan membuat pertandingan menjadi seru,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

JEMBER, Radar Banyuwangi – Terik matahari di Stadion Notohadinegoro, Jember, kemarin siang (21/6) tak menurunkan semangat para pemain sepak bola Banyuwangi. Lewat gol tunggal striker Derby Adi Nugroho, Banyuwangi memastikan kemenangan tipis atas Kota Pasuruan.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Banyuwangi sebagai juara Grup D Porprov Jatim. Tak hanya itu, tim asuhan Eko Suhariyanto dipastikan lolos ke babak 8 besar. Di pertandingan terakhir, Banyuwangi akan menghadapi Kabupaten Mojokerto untuk memastikan statusnya sebagai juara atau runnerup grup.

”Hasil ini cukup untuk memastikan kita lolos ke babak selanjutnya. Tinggal menunggu posisi di pertandingan terakhir,” ujar pelatih tim sepak bola putra, Eko Suhariyanto.

Hasil pertandingan melawan Pasuruan tampaknya cukup emosional bagi pelatih dan pemain Banyuwangi. Eko yang diwawancarai Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa kali menyeka air mata setelah M. Fikri Ardyansyah dan kawan-kawan memastikan kemenangan atas Kota Pasuruan.

Eko mengatakan, pertandingan itu membuat dirinya bisa membuktikan jika tim Banyuwangi juga menjadi favorit di Grup D. Sejak awal, mantan bek Persewangi itu mengaku banyak yang meragukan peluang Banyuwangi bisa lolos dari putaran grup. Apalagi, lawan-lawan mereka di grup tersebut cukup kuat seperti Sidoarjo dan Pasuruan.

Pada pertandingan berikutnya melawan Kabupaten Mojokerto, Eko menginstruksikan anak didiknya tidak bermain santai. ”Dari awal target saya sapu bersih. Anak-anak akan tetap bermain dengan maksimal. Tidak ada lapis satu atau dua. Orang boleh meremehkan kita, tapi jawabannya di lapangan,” tegasnya.

(Grafis: Reza Fairuz/Radar Banyuwangi)

Kapten tim sepak bola putra Fikri Ardyansyah menambahkan, Sidoarjo menurutnya lebih kuat dibanding Pasuruan. Namun, skor pertandingan dengan Pasuruan tak sebanyak saat melawan Sidoarjo karena pertandingan benar-benar berlangsung ketat. ”Besok (lawan Mojokerto) kita akan tetap fight. Supaya mental kemenangan terus terjaga,” imbuhnya.

Kemenangan kedua yang diraih Banyuwangi langsung direspons Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo. Kemarin, Agung langsung menghampiri pemain dan membagikan bonus uang tunai untuk seluruh penggawa Banyuwangi.

Bonus tersebut sebagai salah satu cara untuk memberikan apresiasi dan dukungan positif kepada para pemain. Anggota DPRD Banyuwangi itu berjanji akan menyiapkan bonus kepada tim jika kembali menang pada pertandingan selanjutnya. ”Sepak bola putra dan putri semua sama. Lolos kita beri bonus,” tegas Agung.

Sementara itu, pertandingan melawan Pasuruan kemarin berlangsung cukup ketat. Gol tunggal Banyuwangi tercipta pada menit ke-15. Gelandang Alvaro Chaniaga melepaskan umpan silang setelah berhasil melewati bek sayap lawan. Derby Adi Nugroho yang berada di dekat gawang tak menyia-nyiakan kesempatan. Bola langsung disambar dan berbuah manis dengan satu gol penentu kemenangan tim.

Tim Pasuruan berusaha mati-matian mengejar ketinggalan. Namun, hingga akhir pertandingan tidak ada satu pun peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Pelatih Kota Pasuruan Sudjito mengaku kecewa dengan beberapa keputusan kontroversi selama pertandingan. Baik itu kepemimpinan wasit maupun aturan pergantian pemain yang dinilai tidak tertib.

Sudjito mengaku tak ingin protes lebih jauh. Dia tetap ingin fokus menyelesaikan pertandingan terakhir untuk membuka asa lolos ke delapan besar. ”Kalah ya sudah kalah, keputusan wasit seperti itu memang biasa dan membuat pertandingan menjadi seru,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/