24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Liga 3 Jatim Tak Jelas, Persewangi dan BP Kompak Bubarkan Tim

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Mimpi buruk pemain dan penggemar bola Liga 3 di Banyuwangi nyaris dipastikan menjadi kenyataan. Asosiasi Provinsi (Asprov) Jatim memastikan tidak akan menggelar putaran Liga 3 Provinsi Jawa Timur pada tahun ini.

Waktu putaran kompetisi provinsi dan nasional yang sangat mepet membuat Asprov Jatim enggan mengambil risiko. Gelagat ini pun sebenarnya sudah tercium oleh tim-tim Liga 3 di Banyuwangi.

Manajer Persewangi Samidy Jos Rudy bahkan sudah melayangkan surat pengunduran diri sejak awal November lalu. Hal itu dilakukan setelah melihat tidak ada kejelasan kompetisi, baik dari PSSI Pusat maupun Asprov Jatim. ”Kami sebelumnya sudah komunikasi dengan klub-klub se-Jatim. Ketika tidak ada kejelasan, ya kami mundur,” ujarnya.

Baca Juga :  BP Potensi Jadi Tuan Rumah Putaran Grup Liga 3

Imbasnya, setelah keputusan itu Jos Rudy mengaku sudah membubarkan tim Persewangi yang sudah disiapkan. Termasuk pemain-pemain dari luar daerah yang langsung dipulangkan dan dikembalikan ke tempat asalnya.

Jos Rudy menjelaskan, dia akan kembali menyiapkan tim pada musim kompetisi Liga 3 tahun depan. Dengan persiapan yang lebih baik dan tidak mepet seperti tahun ini. Sebab, jika liga dipaksa digelar tahun ini, klub juga akan kesulitan mendapatkan sponsor dan pemasukan. ”Nanti kami ikut tahun depan saja, setelah regulasinya pasti. Tahun ini kami sulit dapat sponsor kalau terlalu mepet. Belum lagi stadion tanpa penonton,” bebernya.

Sementara itu, tim Banyuwangi Putra (BP) tampaknya juga melakukan langkah yang sama dengan Persewangi. Tim berjuluk Naga Jawa itu bahkan akan merombak kembali susunan manajemen sebelum mengawali kompetisi tahun depan.

Baca Juga :  Cabang Sepak Bola Bidik Final Porprov Jatim

Ketua BP Pebdi Arisdiawan mengatakan, jajaran manajemen BP bersifat ad hoc yang dibentuk lagi setiap tahun. Dua tahun terakhir, manajemen BP dikomandani pengusaha muda asal Alasbuluh, Deky Firmansyah. Deky kemungkinan masih akan tetap menangani BP hingga musim depan.

”Nanti setelah menentukan manajemen baru, kami siapkan lagi bagaimana penataannya. Bagaimana pelatih dan pemainnya. Untuk skuad kami bubarkan, tapi ada kemungkinan beberapa pemain terutama yang lokal masih kami pertahankan,” pungkas Pebdi. (fre/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Mimpi buruk pemain dan penggemar bola Liga 3 di Banyuwangi nyaris dipastikan menjadi kenyataan. Asosiasi Provinsi (Asprov) Jatim memastikan tidak akan menggelar putaran Liga 3 Provinsi Jawa Timur pada tahun ini.

Waktu putaran kompetisi provinsi dan nasional yang sangat mepet membuat Asprov Jatim enggan mengambil risiko. Gelagat ini pun sebenarnya sudah tercium oleh tim-tim Liga 3 di Banyuwangi.

Manajer Persewangi Samidy Jos Rudy bahkan sudah melayangkan surat pengunduran diri sejak awal November lalu. Hal itu dilakukan setelah melihat tidak ada kejelasan kompetisi, baik dari PSSI Pusat maupun Asprov Jatim. ”Kami sebelumnya sudah komunikasi dengan klub-klub se-Jatim. Ketika tidak ada kejelasan, ya kami mundur,” ujarnya.

Baca Juga :  Songsong Liga 3 Zona Jatim, Persiapan BP-Persewangi masih Meragukan

Imbasnya, setelah keputusan itu Jos Rudy mengaku sudah membubarkan tim Persewangi yang sudah disiapkan. Termasuk pemain-pemain dari luar daerah yang langsung dipulangkan dan dikembalikan ke tempat asalnya.

Jos Rudy menjelaskan, dia akan kembali menyiapkan tim pada musim kompetisi Liga 3 tahun depan. Dengan persiapan yang lebih baik dan tidak mepet seperti tahun ini. Sebab, jika liga dipaksa digelar tahun ini, klub juga akan kesulitan mendapatkan sponsor dan pemasukan. ”Nanti kami ikut tahun depan saja, setelah regulasinya pasti. Tahun ini kami sulit dapat sponsor kalau terlalu mepet. Belum lagi stadion tanpa penonton,” bebernya.

Sementara itu, tim Banyuwangi Putra (BP) tampaknya juga melakukan langkah yang sama dengan Persewangi. Tim berjuluk Naga Jawa itu bahkan akan merombak kembali susunan manajemen sebelum mengawali kompetisi tahun depan.

Baca Juga :  Liga Tak Jelas, BP Pulangkan Pemain

Ketua BP Pebdi Arisdiawan mengatakan, jajaran manajemen BP bersifat ad hoc yang dibentuk lagi setiap tahun. Dua tahun terakhir, manajemen BP dikomandani pengusaha muda asal Alasbuluh, Deky Firmansyah. Deky kemungkinan masih akan tetap menangani BP hingga musim depan.

”Nanti setelah menentukan manajemen baru, kami siapkan lagi bagaimana penataannya. Bagaimana pelatih dan pemainnya. Untuk skuad kami bubarkan, tapi ada kemungkinan beberapa pemain terutama yang lokal masih kami pertahankan,” pungkas Pebdi. (fre/sgt/c1)

Artikel Terkait

Prancis Berpeluang Juara Grup

Portugal Bisa Jadi Kuda Hitam

Menang, Ketapang FC Juara Soeratin U-15

Liga Tak Jelas, BP Pulangkan Pemain

Most Read

Artikel Terbaru

/