28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

57 SSB Turun Gelanggang di Festival Kids Soccer

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ratusan pesepakbola muda asal berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Banyuwangi serta sejumlah kota di Jatim dan Bali turun “gelanggang” di Stadion Diponegoro sejak Sabtu (10/12) hingga kemarin (11/12). Mereka berkompetisi dalam Festival Kids Soccer yang digeber hasil kerja bareng pemkab dan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Banyuwangi.

Sebanyak 57 tim berlaga di event yang kali pertama dihelat di Bumi Blambangan tersebut. Rinciannya, 15 tim U-10 dari Banyuwangi, 10 tim U-10 dari luar kabupaten, serta masing-masing 16 tim U-12 dari Banyuwangi dan luar kabupaten The Sunrise of Java.

Mereka bertanding di tengah lapangan Stadion Diponegoro yang sudah diubah menjadi tiga lapangan berukuran kecil. Setiap tim bermain dengan durasi dua kali sepuluh menit untuk satu pertandingan.

Baca Juga :  BP Potensi Jadi Tuan Rumah Putaran Grup Liga 3

Di hari pertama, yakni Sabtu (10/12), pertandingan dimainkan 25 tim U-10. Sedangkan kemarin, ada 32 tim dengan pemain kelompok usia 12 tahun yang bertanding.

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo membenarkan Festival Kids Soccer baru kali pertama digelar di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. “Ini sekaligus event pertama setelah pandemi Covid-19 yang melibatkan banyak tim SSB di Banyuwangi,” ujarnya.

Pelaksanaan Kids Soccer Festival tak lepas dari perkembangan pesat SSB di Banyuwangi. Dikatakan, Askab PSSI bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Pemkab Banyuwangi lantas menyiapkan kompetisi untuk bisa  mewadahi pesepakbola muda dari beberapa SSB tersebut. “Target kami, event ini bisa digelar setiap tahun. Kalau bisa menjadi agenda Banyuwangi Festival (B-Fest). Jadi even olahraga prestasi yang masuk di kalender festival di Banyuwangi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sekitar Stadion Diponegoro Dipenuhi Lautan Manusia

Agung menambahkan, antusiasme SSB dari luar kota juga cukup bagus. Ada beberapa SSB dari Jember, Pasuruan. Lumajang, Surabaya, Malang, serta beberapa kota di Provinsi Bali yang ikut meramaikan kompetisi. Selain itu, tim yang turun juga merupakan SSB yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Aplikasi PSSI (SIAP). “Jadi semua atlet yang turun ini juga sudah teregistrasi di sistem PSSI pusat. Semuanya yang berbakat bisa terpantau di sini,” pungkasnya. (fre)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ratusan pesepakbola muda asal berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Banyuwangi serta sejumlah kota di Jatim dan Bali turun “gelanggang” di Stadion Diponegoro sejak Sabtu (10/12) hingga kemarin (11/12). Mereka berkompetisi dalam Festival Kids Soccer yang digeber hasil kerja bareng pemkab dan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Banyuwangi.

Sebanyak 57 tim berlaga di event yang kali pertama dihelat di Bumi Blambangan tersebut. Rinciannya, 15 tim U-10 dari Banyuwangi, 10 tim U-10 dari luar kabupaten, serta masing-masing 16 tim U-12 dari Banyuwangi dan luar kabupaten The Sunrise of Java.

Mereka bertanding di tengah lapangan Stadion Diponegoro yang sudah diubah menjadi tiga lapangan berukuran kecil. Setiap tim bermain dengan durasi dua kali sepuluh menit untuk satu pertandingan.

Baca Juga :  Ditahan Malang, Sepak Bola Putri Runner Up Grup A

Di hari pertama, yakni Sabtu (10/12), pertandingan dimainkan 25 tim U-10. Sedangkan kemarin, ada 32 tim dengan pemain kelompok usia 12 tahun yang bertanding.

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo membenarkan Festival Kids Soccer baru kali pertama digelar di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. “Ini sekaligus event pertama setelah pandemi Covid-19 yang melibatkan banyak tim SSB di Banyuwangi,” ujarnya.

Pelaksanaan Kids Soccer Festival tak lepas dari perkembangan pesat SSB di Banyuwangi. Dikatakan, Askab PSSI bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Pemkab Banyuwangi lantas menyiapkan kompetisi untuk bisa  mewadahi pesepakbola muda dari beberapa SSB tersebut. “Target kami, event ini bisa digelar setiap tahun. Kalau bisa menjadi agenda Banyuwangi Festival (B-Fest). Jadi even olahraga prestasi yang masuk di kalender festival di Banyuwangi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kejar Kemenangan Kedua, Formasi Tim Dirubah

Agung menambahkan, antusiasme SSB dari luar kota juga cukup bagus. Ada beberapa SSB dari Jember, Pasuruan. Lumajang, Surabaya, Malang, serta beberapa kota di Provinsi Bali yang ikut meramaikan kompetisi. Selain itu, tim yang turun juga merupakan SSB yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Aplikasi PSSI (SIAP). “Jadi semua atlet yang turun ini juga sudah teregistrasi di sistem PSSI pusat. Semuanya yang berbakat bisa terpantau di sini,” pungkasnya. (fre)

Artikel Terkait

Prancis Berpeluang Juara Grup

Portugal Bisa Jadi Kuda Hitam

Menang, Ketapang FC Juara Soeratin U-15

Liga Tak Jelas, BP Pulangkan Pemain

Most Read

Artikel Terbaru

/