alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Porprov Jatim 2022

Gilas Bondowoso 5-0, Sepak Bola Putri Sabet Medali Emas Porprov Jatim

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sorak-sorai penonton dari tribun Stadion Notohadinegoro terdengar sangat lantang menyebut nama Banyuwangi, Jumat (1/7) sore. Hari itu tim sepak bola putri Banyuwangi mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama yang meraih medali emas sepak bola putri di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Sejak awal pertandingan, dukungan mengalir dari warga Banyuwangi yang tinggal di Jember. Mereka datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan final sepak bola putri yang mempertemukan tim Banyuwangi dan Bondowoso.

Selain itu, ofisial dan pengurus Askab PSSI Banyuwangi juga allout memberikan dukungan. Hingga akhir pertandingan, Innes Aditya dan kawan-kawan menunjukkan kualitasnya di hadapan penonton di Stadion Notohadinegoro dengan menggilas Bondowoso lima gol tanpa balas.

Final porprov sepak bola putri terlalu mudah untuk tim Banyuwangi. Persembahan medali emas seolah sudah di depan mata setelah tim Kota Malang didiskualifikasi. Selama pertandingan berlangsung, pemain tengah hingga penyerang Banyuwangi terus mengurung pertahanan Bondowoso.

Di babak pertama, Laskar Sritanjung sudah unggul empat gol. Banyuwangi sebenarnya bisa mencetak enam gol jika saja peluang penalti yang didapat Banyuwangi tidak menyentuh tiang gawang. Lima gol Banyuwangi dicetak oleh pemain yang berbeda. Striker Peni Maisaroh menceploskan bola ke mulut gawang pada menit ke-5. Selanjutnya, Sherly Arista di menit ke-28, kapten tim Natasya Kumala menit ke-37, top scorer Innes Aditya menit ke-45, dan terakhir Intan Eka Santi yang menutup kemenangan Banyuwangi di menit ke-87.

Baca Juga :  Kalahkan Pasuruan, Sepak Bola Putra Lolos 8 Besar
SUMBANG SATU GOL: Striker Innes Aditya berhadapan dengan penjaga gawang Bondowoso dalam pertandingan final di Stadion Notohadinegoro, Jumat (1/7) sore. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Meski menang mudah, medali emas yang diraih Banyuwangi bukan sembarangan medali. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Jatim Dyan Puspito Rini yang menyaksikan pertandingan mengatakan, nomor sepak bola putri baru digelar di porprov tahun ini.

Artinya, pemenang di nomor ini adalah tim pemenang pertama dalam torehan sejarah porprov. Dyan menambahkan, asal mula nomor porprov sepak bola putri berawal dari keprihatinan pejabat Pemprov, pengurus KONI, dan pengurus Asprov Jatim. Selama ini mereka hanya bisa menjadi penonton di PON Papua untuk cabor sepak bola putri.

Belajar dari PON Papua, Asprov Jatim akhirnya memasukkan sepak bola putri pada ajang Porprov Jatim tahun ini. Harapannya, bisa menyiapkan tim sepak bola putri yang kuat pada PON selanjutnya. ”Ini cara kita untuk investasi lima tahun ke depan. Pemenang sepak bola putri tahun ini sangat spesial karena baru yang pertama ada di Porprov Jatim,” tandas Dyan.

Baca Juga :  Sapu Bersih Semua Poin, Banyuwangi Melenggang ke Delapan Besar

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo mengatakan, pihaknya menginginkan ke depan pembinaan sepak bola putri bisa berjalan dengan baik. Harapannya, banyak pemain dari tim sepak bola putri bisa mendapat kesempatan meniti karir, baik di tim PON atau tim sepak bola putri amatir dan profesional. ”Informasinya kita juga akan menjadi tim yang akan diikutkan oleh Asprov Jatim ke Piala Pertiwi,” kata Agung.

Sebagai reward kepada atlet setelah mendapatkan emas, Agung berjanji pihaknya akan memberikan bonus. Salah satu permintaan pemain adalah berlibur ke Bali. Bonus liburan ke Pulau Dewata masih menunggu kepastian dari KONI dan Dispora Banyuwangi. ”Pelaksanaan liburan ke Bali akan kita lakukan bersamaan dengan penyerahan bonus dari KONI dan Dispora,” tegas Agung. (fre/aif/c1)

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sorak-sorai penonton dari tribun Stadion Notohadinegoro terdengar sangat lantang menyebut nama Banyuwangi, Jumat (1/7) sore. Hari itu tim sepak bola putri Banyuwangi mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama yang meraih medali emas sepak bola putri di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Sejak awal pertandingan, dukungan mengalir dari warga Banyuwangi yang tinggal di Jember. Mereka datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan final sepak bola putri yang mempertemukan tim Banyuwangi dan Bondowoso.

Selain itu, ofisial dan pengurus Askab PSSI Banyuwangi juga allout memberikan dukungan. Hingga akhir pertandingan, Innes Aditya dan kawan-kawan menunjukkan kualitasnya di hadapan penonton di Stadion Notohadinegoro dengan menggilas Bondowoso lima gol tanpa balas.

Final porprov sepak bola putri terlalu mudah untuk tim Banyuwangi. Persembahan medali emas seolah sudah di depan mata setelah tim Kota Malang didiskualifikasi. Selama pertandingan berlangsung, pemain tengah hingga penyerang Banyuwangi terus mengurung pertahanan Bondowoso.

Di babak pertama, Laskar Sritanjung sudah unggul empat gol. Banyuwangi sebenarnya bisa mencetak enam gol jika saja peluang penalti yang didapat Banyuwangi tidak menyentuh tiang gawang. Lima gol Banyuwangi dicetak oleh pemain yang berbeda. Striker Peni Maisaroh menceploskan bola ke mulut gawang pada menit ke-5. Selanjutnya, Sherly Arista di menit ke-28, kapten tim Natasya Kumala menit ke-37, top scorer Innes Aditya menit ke-45, dan terakhir Intan Eka Santi yang menutup kemenangan Banyuwangi di menit ke-87.

Baca Juga :  Perpustakaan Berkontribusi pada Kemajuan Daerah
SUMBANG SATU GOL: Striker Innes Aditya berhadapan dengan penjaga gawang Bondowoso dalam pertandingan final di Stadion Notohadinegoro, Jumat (1/7) sore. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Meski menang mudah, medali emas yang diraih Banyuwangi bukan sembarangan medali. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Jatim Dyan Puspito Rini yang menyaksikan pertandingan mengatakan, nomor sepak bola putri baru digelar di porprov tahun ini.

Artinya, pemenang di nomor ini adalah tim pemenang pertama dalam torehan sejarah porprov. Dyan menambahkan, asal mula nomor porprov sepak bola putri berawal dari keprihatinan pejabat Pemprov, pengurus KONI, dan pengurus Asprov Jatim. Selama ini mereka hanya bisa menjadi penonton di PON Papua untuk cabor sepak bola putri.

Belajar dari PON Papua, Asprov Jatim akhirnya memasukkan sepak bola putri pada ajang Porprov Jatim tahun ini. Harapannya, bisa menyiapkan tim sepak bola putri yang kuat pada PON selanjutnya. ”Ini cara kita untuk investasi lima tahun ke depan. Pemenang sepak bola putri tahun ini sangat spesial karena baru yang pertama ada di Porprov Jatim,” tandas Dyan.

Baca Juga :  HUT ke-5, Mascot Resto & Karaoke Family Beri Penghargaan Pelaku Seni

Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo mengatakan, pihaknya menginginkan ke depan pembinaan sepak bola putri bisa berjalan dengan baik. Harapannya, banyak pemain dari tim sepak bola putri bisa mendapat kesempatan meniti karir, baik di tim PON atau tim sepak bola putri amatir dan profesional. ”Informasinya kita juga akan menjadi tim yang akan diikutkan oleh Asprov Jatim ke Piala Pertiwi,” kata Agung.

Sebagai reward kepada atlet setelah mendapatkan emas, Agung berjanji pihaknya akan memberikan bonus. Salah satu permintaan pemain adalah berlibur ke Bali. Bonus liburan ke Pulau Dewata masih menunggu kepastian dari KONI dan Dispora Banyuwangi. ”Pelaksanaan liburan ke Bali akan kita lakukan bersamaan dengan penyerahan bonus dari KONI dan Dispora,” tegas Agung. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/