alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Porprov Jatim 2022

Hadapi Bondowoso, Sepak Bola Putri Banyuwangi Optimistis Menang

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Langkah tim sepak bola putri Banyuwangi di partai final Porprov Jatim, Jumat siang (1/7) tampaknya bisa lebih mudah. Calon lawan mereka sebelumnya, tim Kota Malang, dipastikan didiskualifikasi dari ajang porprov sehingga tak akan tampil di partai final.

Dengan didiskualifikasinya Kota Malang, tim sepak bola putri Banyuwangi akan menghadapi Kabupaten Bondowoso di partai final. Di atas kertas, track record Bondowoso jauh dibanding Banyuwangi. Tim Kota Tape tersebut hanya mampu menceploskan satu gol di babak penyisihan saat bermain imbang lawan Bojonegoro.

Pergantian lawan tim sepak bola putri Banyuwangi di partai final pun direspons positif kontingen Banyuwangi. Bagaimanapun juga, Kota Malang menjadi lawan yang cukup berat di partai final. Mereka adalah juara Grup A dan menjadi salah satu tim paling produktif di nomor sepak bola putri.

Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan mengatakan, tim sepak bola putri tentunya ingin mencatat sejarah dengan menang di partai final. Dia membenarkan tim Kota Malang didiskualifikasi karena dua atletnya dianggap ilegal.

Baca Juga :  Kesadaran Mengikuti Vaksinasi Booster Masih Rendah

Kejadian tersebut diketahui setelah Bondowoso yang kalah dengan Kota Malang di semifinal melayangkan protes dengan keberadaan dua pemain ilegal. Protes itu diterima sehingga Kota Malang didiskualifikasi dan tidak bisa bertanding di partai final.

”Dalam surat yang dikeluarkan dewan hakim Porprov Jatim, dua pemain Kota Malang dianggap ilegal. Jadi, ada dua atlet asal Sidoarjo yang bermain untuk Kota Malang. Mereka baru mutasi pada April 2022, padahal seharusnya minimal pada 2019,” terangnya.

Di atas kertas, Bondowoso memang berada di bawah Banyuwangi. Meski demikian, Pebdi tak ingin menganggap remeh calon lawannya. Dia melihat siapa pun yang akan dihadapi di final adalah tim yang akan tampil habis-habisan untuk memperebutkan medali emas. Yang jelas, timnya siap allout untuk meraih medali emas porprov pertama untuk sepak bola.

Baca Juga :  SMAN 1 Srono Siap Unjuk Gigi

”Dukungan dari Bupati, KONI, Kadispora semuanya menjadi motivasi untuk kami. Semua atlet bisa turun. Hanya Coach Bagong yang nanti harus menonton dari tribun karena kemarin sempat di kartu merah,” kata Pebdi.

Sementara itu, untuk memuluskan langkah di partai final, Askab menggelar istighotsah semalam jelang pertandingan final. Istighotsah dipimpin salah satu tokoh kiai Jember. Atlet sepak bola putri Banyuwangi bermunajat agar dimudahkan dalam pertandingan nanti. Tak hanya itu, mereka juga memberikan santunan kepada anak yatim usai istighotsah.

”Bonus sudah kita siapkan. Menjelang final, pemain kita beri kebebasan memilih makanan yang mereka inginkan supaya final nanti benar-benar lepas,” timpal Ketua ASKAB PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo. (fre/aif/c1)

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Langkah tim sepak bola putri Banyuwangi di partai final Porprov Jatim, Jumat siang (1/7) tampaknya bisa lebih mudah. Calon lawan mereka sebelumnya, tim Kota Malang, dipastikan didiskualifikasi dari ajang porprov sehingga tak akan tampil di partai final.

Dengan didiskualifikasinya Kota Malang, tim sepak bola putri Banyuwangi akan menghadapi Kabupaten Bondowoso di partai final. Di atas kertas, track record Bondowoso jauh dibanding Banyuwangi. Tim Kota Tape tersebut hanya mampu menceploskan satu gol di babak penyisihan saat bermain imbang lawan Bojonegoro.

Pergantian lawan tim sepak bola putri Banyuwangi di partai final pun direspons positif kontingen Banyuwangi. Bagaimanapun juga, Kota Malang menjadi lawan yang cukup berat di partai final. Mereka adalah juara Grup A dan menjadi salah satu tim paling produktif di nomor sepak bola putri.

Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan mengatakan, tim sepak bola putri tentunya ingin mencatat sejarah dengan menang di partai final. Dia membenarkan tim Kota Malang didiskualifikasi karena dua atletnya dianggap ilegal.

Baca Juga :  Kesadaran Mengikuti Vaksinasi Booster Masih Rendah

Kejadian tersebut diketahui setelah Bondowoso yang kalah dengan Kota Malang di semifinal melayangkan protes dengan keberadaan dua pemain ilegal. Protes itu diterima sehingga Kota Malang didiskualifikasi dan tidak bisa bertanding di partai final.

”Dalam surat yang dikeluarkan dewan hakim Porprov Jatim, dua pemain Kota Malang dianggap ilegal. Jadi, ada dua atlet asal Sidoarjo yang bermain untuk Kota Malang. Mereka baru mutasi pada April 2022, padahal seharusnya minimal pada 2019,” terangnya.

Di atas kertas, Bondowoso memang berada di bawah Banyuwangi. Meski demikian, Pebdi tak ingin menganggap remeh calon lawannya. Dia melihat siapa pun yang akan dihadapi di final adalah tim yang akan tampil habis-habisan untuk memperebutkan medali emas. Yang jelas, timnya siap allout untuk meraih medali emas porprov pertama untuk sepak bola.

Baca Juga :  Sumberjambe Kembali Diterjang Banjir

”Dukungan dari Bupati, KONI, Kadispora semuanya menjadi motivasi untuk kami. Semua atlet bisa turun. Hanya Coach Bagong yang nanti harus menonton dari tribun karena kemarin sempat di kartu merah,” kata Pebdi.

Sementara itu, untuk memuluskan langkah di partai final, Askab menggelar istighotsah semalam jelang pertandingan final. Istighotsah dipimpin salah satu tokoh kiai Jember. Atlet sepak bola putri Banyuwangi bermunajat agar dimudahkan dalam pertandingan nanti. Tak hanya itu, mereka juga memberikan santunan kepada anak yatim usai istighotsah.

”Bonus sudah kita siapkan. Menjelang final, pemain kita beri kebebasan memilih makanan yang mereka inginkan supaya final nanti benar-benar lepas,” timpal Ketua ASKAB PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Ditinggal Tiga Maestro

Obati Ambeien dengan Teknik PILA

Artikel Terbaru

/