RADARBANYUWANGI.ID - Kabar mengejutkan datang dari raksasa Liga Inggris, Liverpool FC. Bintang andalan mereka, Mohamed Salah, dipastikan akan meninggalkan klub pada akhir musim ini, tepatnya Juni 2026.
Keputusan tersebut terbilang lebih cepat dari kontraknya yang sejatinya masih berlaku hingga 2027.
Namun, pihak klub dan pemain telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kebersamaan lebih awal.
Perpisahan yang Tak Terbayangkan
Dalam pernyataan emosionalnya, Mohamed Salah mengaku tak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan begitu lekat dengan Liverpool.
“Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa saya tidak pernah membayangkan klub ini, kota ini, dan orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya,” ungkapnya.
Selama bertahun-tahun, Salah bukan hanya menjadi pemain kunci, tetapi juga simbol kejayaan baru Liverpool di era modern.
Liverpool Lebih dari Sekadar Klub
Dalam pesan perpisahannya, Salah menegaskan bahwa Liverpool memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar klub sepak bola.
“Liverpool bukan sekadar klub sepakbola, ini adalah gairah, sejarah, dan jiwa. Saya tidak bisa menjelaskannya kepada siapa pun yang bukan bagian dari klub ini,” tuturnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan hubungan emosional kuat antara pemain asal Mesir itu dengan klub dan para pendukungnya.
Penuh Trofi dan Kenangan
Selama berseragam Liverpool FC, Salah telah meraih berbagai trofi bergengsi dan mencatatkan prestasi luar biasa.
Ia menjadi bagian penting dalam keberhasilan Liverpool menjuarai kompetisi domestik maupun Eropa, sekaligus membawa klub kembali ke puncak kejayaan.
“Kita telah memenangkan trofi-trofi paling bergengsi. Kita telah berjuang bersama melewati masa-masa tersulit dalam hidup kita,” ujarnya.
Ucapan Terima Kasih untuk Semua
Dalam kesempatan tersebut, Salah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.
Ia secara khusus menyebut rekan setim, staf klub, dan tentu saja para fans yang selalu setia.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari klub ini, terutama rekan-rekan setim dan para fans. Dukungan kalian adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.
Perpisahan yang Berat
Salah mengakui bahwa keputusan untuk pergi bukanlah hal yang mudah. Liverpool telah memberinya momen terbaik dalam hidup dan kariernya.
“Pergi itu tidak pernah mudah. Kalian telah memberikan masa-masa terbaik dalam hidup saya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Liverpool tidak akan benar-benar berakhir.
“Saya akan selalu menjadi bagian dari kalian. Klub ini akan selalu menjadi rumah bagi saya dan keluarga saya,” tambahnya.
“You’ll Never Walk Alone”
Sebagai penutup, Salah menyampaikan pesan yang sangat identik dengan Liverpool—sebuah kalimat yang selalu menggema di stadion Anfield.
“Terima kasih untuk segalanya. Karena kalian semua, saya tidak akan pernah berjalan sendirian,” tutupnya.
Akhir Sebuah Era di Anfield
Kepergian Mohamed Salah menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah modern Liverpool FC.
Bagi para penggemar, sosok Salah akan selalu dikenang sebagai legenda yang tidak hanya membawa trofi, tetapi juga kebanggaan dan emosi yang mendalam.
Kini, publik sepak bola dunia menantikan langkah selanjutnya dari sang bintang—dan bagaimana Liverpool akan membangun kembali kekuatan mereka tanpa ikon utamanya. (*)
Editor : Ali Sodiqin