Kekalahan tersebut terasa kontras setelah Tottenham sempat menjalani pekan positif, menahan imbang di Anfield dan meraih kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid yang sempat meredakan tekanan terhadap pelatih interim Igor Tudor. Namun, hasil buruk ini kembali menempatkan Tudor dalam sorotan tajam.
Bermain di hadapan dukungan besar publik sendiri di Tottenham Hotspur Stadium, Spurs sebenarnya tampil dominan sejak awal. Mereka bahkan dua kali membentur mistar gawang di babak pertama. Namun, efektivitas justru menjadi milik tim tamu.
Menjelang turun minum, Igor Jesus memecah kebuntuan lewat sundulan pada menit ke-45, memanfaatkan situasi bola mati untuk membawa Forest unggul lebih dulu.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi tuan rumah. Pada babak kedua, Forest semakin percaya diri. Kapten tim, Morgan Gibbs-White, menggandakan keunggulan pada menit ke-62 setelah menyelesaikan skema serangan rapi.
Petaka Tottenham berlanjut di menit-menit akhir. Pemain pengganti Taiwo Awoniyi memastikan kemenangan Forest setelah mencetak gol ketiga, memanfaatkan umpan silang untuk menutup laga dengan skor 3-0.
Suara cemoohan menggema saat peluit akhir dibunyikan. Spurs kini tanpa kemenangan dalam 13 laga Premier League terakhir dan terdampar di posisi ke-17, hanya satu poin di atas West Ham United.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi Forest yang sebelumnya juga sukses melangkah di ajang Liga Europa UEFA. Tim asuhan Vitor Pereira kini semakin percaya diri dalam perjuangan bertahan di kasta tertinggi.
Sepanjang pertandingan, Tottenham menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Mathys Tel dan Richarlison sempat mengancam, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama.
Kiper Forest, Matz Sels, juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras dari Tel yang membentur mistar.
Situasi semakin sulit bagi Spurs ketika sejumlah keputusan wasit Michael Oliver tidak berpihak, termasuk mengabaikan klaim penalti dari Cristian Romero.
Meski sempat mencoba bangkit melalui pergantian pemain, Tottenham gagal menemukan ritme permainan. Serangan mereka kerap mentah di lini belakang Forest yang tampil disiplin hingga akhir laga.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya serius bagi Tottenham. Jika tidak segera bangkit, ancaman degradasi yang selama ini terasa jauh kini bisa menjadi kenyataan pahit di akhir musim. (*)
Editor : Niklaas Andries