RADARBANYUWANGI.ID - Tim Williams menghadapi awal yang tidak mudah pada musim Formula 1 2026. Pembalap mereka, Alex Albon, mengakui bahwa performa tim belum sesuai dengan target yang diharapkan setelah seri pembuka musim di Melbourne.
Pada balapan pembuka yang berlangsung di Australian Grand Prix, Albon dan rekan setimnya Carlos Sainz gagal meraih poin. Albon hanya mampu finis di posisi ke-12, sementara Sainz berada di urutan ke-15. Hasil tersebut jauh dari ekspektasi publik, mengingat Williams tampil cukup menjanjikan pada musim 2025 dengan menempati posisi kelima klasemen konstruktor.
Williams sebenarnya berharap regulasi baru musim 2026 menjadi momentum untuk melangkah lebih dekat ke barisan depan. Namun, program pengembangan mobil FW48 sempat mengalami kendala sehingga tim berbasis di Grove itu melewatkan sesi shakedown awal musim di Barcelona pada Januari.
Meski begitu, tim masih sempat mengumpulkan data penting melalui dua sesi tes pramusim di Bahrain. Namun menurut Albon, Williams masih tertinggal dibanding rival di papan tengah.
“Kami tidak berada di posisi yang kami inginkan sebagai tim. Tentu kami kecewa dengan awal musim ini,” ujar Albon saat berbicara kepada media di Shanghai, dikutip F1.
Ia menambahkan bahwa tim sudah mengetahui akar permasalahan performa mobil. “Kami memiliki rencana yang jelas untuk bangkit. Jarak dengan tim papan tengah teratas cukup besar, tetapi kami tahu di mana masalahnya dan sedang menyiapkan strategi untuk memperbaikinya,” kata Albon.
Tantangan Williams diperkirakan semakin berat pada akhir pekan ini di Shanghai International Circuit, lokasi digelarnya Chinese Grand Prix. Format sprint yang digunakan pada seri ini juga membuat tim hanya memiliki satu sesi latihan selama satu jam untuk menyempurnakan setelan mobil.
Albon bahkan memprediksi lintasan Shanghai bisa memperlihatkan kelemahan mobil Williams. “Sirkuit ini biasanya tidak terlalu cocok untuk kami. Karakternya menuntut performa bagian depan mobil yang kuat, sementara kami masih mengalami kecenderungan understeer,” jelasnya.
Meski menghadapi awal yang berat, Williams tetap optimistis bahwa strategi pengembangan yang mereka siapkan dapat membantu tim kembali bersaing dalam beberapa seri mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi