RADARBANYUWANGI.ID - Kepala Tim Racing Bulls sekaligus Direktur Red Bull Laurent Mekies memberikan pujian setinggi langit kepada Isack Hadjar setelah pembalap Prancis tersebut tampil mengesankan dalam debut pertamanya bersama Red Bull di Grand Prix Australia 2026, meski akhirnya harus pensiun akibat masalah teknis pada lap ke-11.
Hadjar mengamankan posisi ketiga di kualifikasi, hanya tertinggal 0,785 detik dari pole sitter George Russell, sementara rekan setimnya Max Verstappen bahkan tersingkir di Q1 akibat kecelakaan.
Namun dalam balapan, masalah baterai membuat performanya menurun sebelum ia terpaksa masuk pit dan pensiun dengan asap mengepul dari mobilnya.
"Dia menjalani akhir pekan yang luar biasa. Dari lap pertama di FP1 pada Jumat, dia langsung berada pada kecepatan yang tepat. Dia pergi ke kualifikasi dengan semua tantangan yang ada untuk kualifikasi pertama kali dengan regulasi ini, dan berhasil sempurna. Menempatkan mobil di P3, yang mungkin sebaik yang bisa dicapai pada Sabtu. Harus diakui, sungguh luar biasa," ujar Mekies usai balapan, Minggu (8/3/2026).
Mekies juga mengakui secara terbuka bahwa Red Bull saat ini belum mampu bersaing dengan Mercedes dan Ferrari dalam hal kecepatan murni.
"Dalam balapan, mungkin adil untuk mengatakan bahwa kami setidaknya setara dengan McLaren, tapi tentu tidak bisa bersaing dengan Ferrari atau Mercedes. Ini sesuatu yang kami sadari. Kami memiliki ambisi dan kewajiban untuk membangun jalan menuju sana. Akan butuh waktu, tapi ini bukan kejutan," ungkpanya.
Meski demikian, Mekies tetap optimistis dengan menggarisbawahi bahwa Red Bull telah membuktikan diri sebagai pesaing sejak Race pertama.
"Perasaan dominan adalah bahwa kami telah mengkonfirmasi bahwa kami ada dalam pertarungan. P3 kemarin, P20 ke P6 hari ini, itu pencapaian yang luar biasa. Setelah itu kami perlu berkembang lebih cepat dari pesaing," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi