RADARBANYUWANGI.ID - Fernando Alonso keluar dari sesi kualifikasi Grand Prix Australia 2026 dengan perasaan yang jauh lebih optimistis dibandingkan sebelumnya.
Meski akhirnya tersingkir di posisi 17 setelah Franco Colapinto menggesernya di detik-detik terakhir Q1, pembalap veteran Spanyol itu melihat tanda-tanda kemajuan nyata yang menjanjikan bagi Aston Martin di musim regulasi baru ini.
Tim yang kini bermitra dengan Honda untuk pertama kalinya menghadapi awal musim yang sangat berat.
Alonso absen di FP1 akibat dugaan masalah unit tenaga, sementara rekan setimnya Lance Stroll bahkan tidak bisa mengikuti kualifikasi karena masalah mesin yang mencegah timnya merakit ulang mobil tepat waktu.
Namun angka berbicara lain di kualifikasi.
Dari defisit 4,5 detik di belakang pemimpin pada sesi-sesi latihan, Aston Martin berhasil memangkas selisihnya menjadi sekitar 2,5 detik, tanpa perubahan signifikan pada mobil.
"Kemarin kami semua mungkin bertaruh bahwa kami tidak bisa melewati Q1, dan kami hampir melakukannya. Tanpa mengubah apapun pada mobil dari FP2 ke FP3 dan ke kualifikasi, kami dulu 4,5 detik di belakang pemimpin dan sekarang sekitar 2,5 detik. Kami mendapatkan 2 detik hanya dengan berlari dan berada di lintasan ketika semua orang juga berlari," ujar Alonso, Sabtu (7/3/2026).
Ia meyakini bahwa keandalan, bukan kecepatan, menjadi hambatan utama Aston Martin saat ini.
Setiap lap yang berhasil diselesaikan membawa pemahaman yang semakin dalam tentang mobil dan setup yang optimal.
Namun Alonso juga bersikap realistis soal balapan Minggu.
Dengan minimnya suku cadang yang tersedia dan balapan berikutnya di China hanya seminggu berselang, ia memastikan timnya tidak akan memaksakan situasi jika ada tanda masalah.
"Besok kami perlu memantau situasi dan pada tanda pertama ada yang salah, kami tidak bisa terus berlari karena kami perlu menjaga mobil tetap hidup untuk China," tegasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi