RADARBANYUWANGI.ID - Carlos Sainz mengalami akhir pekan yang paling mengecewakan di awal kariernya bersama Williams.
Pembalap Spanyol itu terpaksa melewatkan kualifikasi Grand Prix Australia 2026 sepenuhnya akibat masalah pada sistem Energy Recovery System (ERS) yang tidak kunjung bisa diatasi timnya, pada Sabtu (7/3/2026).
Kondisi ini menempatkannya di posisi 21 grid bersama Lance Stroll yang juga mengalami nasib serupa dari Aston Martin.
Sepanjang akhir pekan, Sainz nyaris tidak mendapat kesempatan untuk mengenal mobil barunya.
Ia menyelesaikan FP1 di posisi 12 sebelum harus masuk pit di tengah FP2 untuk pemeriksaan teknis.
Di FP3, ia hanya sempat menyelesaikan satu lap sebelum kehilangan tenaga dan terhenti di pintu masuk pit lane.
"Kami mengalami masalah paket ERS dan tidak berhasil mengatasinya tepat waktu untuk kualifikasi. Tidak ada lap di FP2, tidak ada lap di FP3, tidak ada lap di Q1, akhir pekan pertama yang sangat mengecewakan dengan regulasi ini. Bahkan menuju China akhir pekan depan, tidak bisa menumpuk mileage dan tidak bisa melakukan sesi kualifikasi untuk pertama kalinya bukanlah awal yang ideal," ujar Sainz.
Sementara rekan setimnya Alex Albon berhasil mengumpulkan lebih banyak data sepanjang akhir pekan, termasuk simulasi balapan di FP2.
Meski demikian, Albon juga tidak luput dari kesulitan.
Ia mencapai posisi terbaik P13 di Q1 sebelum sebuah kesalahan membuatnya melewati rumput di Q2, menggagalkan upayanya menembus Q3.
"Akhir pekan yang sulit, sangat sulit, kami memang berada dalam posisi kurang menguntungkan dengan Carlos yang jelas-jelas kehilangan banyak waktu di lintasan. Di sisi kami sendiri, kami juga menghadapi banyak masalah teknis. Kami tahu di mana ada lap time yang tersimpan," kata Albon.
Williams kini menghadapi tantangan besar untuk bangkit di seri berikutnya di China dengan bekal data yang sangat terbatas dari akhir pekan perdana musim ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi