RADARBANYUWANGI.ID - Stadion Old Trafford akan menjadi panggung pertarungan sengit antara Manchester United dan Crystal Palace pada Minggu (1/3), pukul 21.00 WIB.
Duel pekan ke-28 Premier League ini menjadi kesempatan emas bagi Setan Merah untuk memperkokoh posisi di zona Liga Champions sekaligus membuka jalan ke tiga besar klasemen.
Atmosfer Theatre of Dreams dipastikan membara. Selain sarat gengsi, laga ini membawa konsekuensi besar dalam perburuan tiket kompetisi elite Eropa musim depan.
Di bawah komando pelatih sementara Michael Carrick, Manchester United menunjukkan grafik menanjak yang impresif. Lima kemenangan dari enam pertandingan terakhir menjadi bukti kebangkitan skuad merah setelah periode inkonsistensi di awal musim.
Tak hanya tajam di lini depan, lini belakang juga tampil solid. Tiga clean sheet beruntun sukses dibukukan, dengan penjaga gawang asal Belgia, Senne Lammes, menjadi tembok kokoh di bawah mistar.
Kemenangan tipis 1-0 atas Everton pekan lalu mempertegas mental baja MU. Gol semata wayang dicetak oleh Benjamin Sesko, striker muda yang tengah on fire. Sesko kini mengoleksi lima gol dalam enam laga liga terakhir—catatan yang membuatnya kian tak tergantikan di lini depan.
Saat ini Manchester United menempati peringkat keempat dengan 48 poin dari 27 pertandingan. Mereka hanya terpaut tiga angka dari Aston Villa di posisi ketiga.
Kekalahan mengejutkan Villa 0-2 dari Wolverhampton Wanderers membuka celah emas bagi MU. Jika mampu menundukkan Palace, pasukan Carrick berpotensi merangsek ke posisi tiga besar, tergantung hasil laga lain.
Momentum jelas berada di pihak tuan rumah. Konsistensi permainan, kepercayaan diri yang meningkat, serta dukungan publik Old Trafford menjadi modal krusial.
Meski di atas kertas MU lebih diunggulkan, Crystal Palace bukan lawan sembarangan. The Eagles memiliki catatan cukup mengganggu dalam lima pertemuan terakhir kontra MU dengan dua kemenangan.
Yang lebih mencemaskan, dua kemenangan tersebut diraih secara beruntun di Old Trafford. Artinya, Palace tahu betul cara mencuri poin di kandang Setan Merah.
Namun, pertemuan terakhir di Selhurst Park pada November lalu memberi harapan bagi MU. Kala itu, Setan Merah sukses menang 2-1, hasil yang bisa menjadi suntikan psikologis tambahan.
Carrick menghadapi tantangan tersendiri jelang laga penting ini. Kondisi Mason Mount masih diragukan tampil. Sementara itu, lini belakang dipastikan pincang tanpa kehadiran Matthijs de Ligt, Patrick Dorgu, dan Lisandro Martinez.
Situasi ini memaksa Carrick berpikir keras soal komposisi terbaik. Benjamin Sesko diprediksi kembali masuk starting eleven setelah performa gemilangnya sebagai supersub dan starter dalam beberapa pekan terakhir.
Keseimbangan lini tengah dan ketajaman di depan akan menjadi kunci dalam membongkar pertahanan Palace yang dikenal disiplin.
Crystal Palace juga tidak datang dengan kekuatan penuh. Mereka kehilangan sejumlah pemain penting seperti Jean-Philippe Mateta, Jefferson Lerma, Eddie Nketiah, serta Cheick Doucoure akibat cedera.
Meski demikian, mental tanding mereka tengah terangkat. The Eagles baru saja memastikan tiket ke babak 16 besar UEFA Europa Conference League usai menyingkirkan Zrinjski Mostar dengan agregat 3-1.
Keberhasilan di kompetisi Eropa tersebut menjadi bukti bahwa Palace tetap berbahaya, bahkan dalam kondisi skuad tidak ideal.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi Manchester United, kemenangan akan menjadi sinyal kuat bahwa mereka layak kembali bersaing di papan atas dan mengamankan tiket Liga Champions.
Sebaliknya, bagi Crystal Palace, mencuri poin di Old Trafford akan mempertegas status mereka sebagai tim kuda hitam yang mampu mengacaukan peta persaingan.
Minggu malam nanti, semua mata akan tertuju ke Old Trafford. Apakah Setan Merah mampu menjaga tren positif dan menembus tiga besar? Atau justru Palace kembali menjadi mimpi buruk di Theatre of Dreams?
Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit yang dipastikan berlangsung panas dan penuh drama.
Editor : Ali Sodiqin