Wakil Italia itu membalikkan defisit agregat dengan kemenangan sensasional 4-1, sekaligus memastikan keunggulan agregat 4-3 dan tiket ke babak 16 besar.
Dortmund sebenarnya datang dengan modal keunggulan 2-0 dari leg pertama. Namun, tekanan tanpa henti Atalanta di kandang sendiri membuat segalanya berubah drastis.
La Dea tampil agresif sejak menit awal dan sukses meruntuhkan mentalitas tim tamu dalam laga penuh tensi tinggi.
Dua Kartu Merah dan Penalti Penentu
Petaka bagi Dortmund datang di fase akhir pertandingan. Bek Ramy Bensebaini menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran kaki tinggi terhadap Nikola Krstovic di kotak terlarang. Keputusan tersebut berujung penalti untuk tuan rumah.
Eksekusi dingin Lazar Samardzic dari titik putih memastikan Atalanta mengunci kemenangan sekaligus membalikkan agregat. Situasi semakin panas ketika Nico Schlotterbeck, yang tidak bermain dalam laga tersebut, digganjar kartu merah akibat protes keras terhadap keputusan wasit. Bahkan, salah satu anggota staf pelatih Dortmund turut diusir dari lapangan.
Sejarah Baru untuk Atalanta
Kemenangan ini menorehkan tinta emas bagi Atalanta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, mereka berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol dari leg pertama dalam kompetisi UEFA.
Tak hanya itu, Atalanta menjadi tim Italia ketiga yang mampu lolos di Liga Champions setelah kalah dua gol atau lebih pada leg pertama. Sebelumnya, pencapaian serupa diraih oleh Juventus 2018-2019 dan AS Roma 2017-2018.
Sebaliknya, ini menjadi catatan kelam bagi Dortmund. Untuk pertama kalinya dalam 11 kesempatan, mereka gagal melaju setelah unggul dua gol pada leg pertama di ajang UEFA. Statistik tersebut menegaskan betapa luar biasanya comeback yang diciptakan Atalanta.
Tantangan Berat Menanti
Di babak 16 besar, Atalanta akan menghadapi salah satu raksasa Eropa: Arsenal atau Bayern Munich. Kedua tim tersebut termasuk favorit juara musim ini, sehingga Atalanta dipastikan harus kembali menampilkan performa luar biasa untuk melangkah ke perempat final.
Musim lalu, langkah Atalanta terhenti di babak playoff usai disingkirkan Club Brugge. Namun, pengalaman mencapai perempat final pada musim 2019-2020 menjadi bukti bahwa La Dea bukan tim yang bisa diremehkan.
Dengan mental baja dan momentum kemenangan bersejarah ini, Atalanta telah mengirim pesan tegas kepada para kandidat juara: mereka siap menciptakan kejutan berikutnya di panggung terbesar sepak bola Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries